CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Clarissa vs Keenan



Clarissa Alvaro seorang gadis remaja cantik dan bar-bar merupakan anak tunggal kaya raya dari Alvaro kehidupan Clarissa begitu keras ibunya telah meninggal saat Clarissa berumur 8 tahun dan ayahnya memilih untuk menikah yang menjijikkan bagi Clarissa ayahnya menika dengan sahabatnya Adelia yang saat ini juga bersekolah dengannya


Clarissa yang dulu begitu menyanyai Adel kini berubah menjadi benci bagi Clarissa Adel telah merebut hak milik ibunya


Clarissa terus saja memejamkan matanya mengingat kenangan bersama ayah dan ibunya tiba-tiba seseorang datang dan duduk tepat di sampingnya


Clarissa menatap heran pada gadis cantik yang tak ia kenal sedangkan gadis cantik itu telah tersenyum manis padanya


"Hai gue Kania" ucap Kania,,yah yang datang menemui gadis itu adalah Kania kembaran Keenan yang memiliki tingkat kekepoan yang tinggi


Clarissa tak menjawab ia memilih merebahkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya lagi Kania yang memilih emosi setipis tisu dibagi dua nampak sedang menahan emosi kelihatan dari wajahnya yang kian memerah


"Pergi Luh" ucap seseorang tiba-tiba


Kania dan Clarissa sontak melihat wanita yang berani mengusir Kania


"Ckkk" sinis Clarissa


Berbeda dengan Kania,Kania menatap tajam pada gadis yang berani mengusirnya melihat tatapan Kania yang begitu tajam membuat nyali gadis itu menciut ia


Kania tak ingin ribut berlalu dari sana menghentak kakinya


"Clarissa" panggil gadis itu


"Iya ma" sahut Clarissa dengan senyum mengejek


Gadis yang mendengar itu sontak terkejut gugup bagaimana jika ada yang mengetahuinya


"Clarissa panggil aku Adel" pintanya


Clarissa yang melihat itu tersenyum sinis kemudian menatap Adel yang sedang menundukkan kepalanya


"Bukannya dirumah kau yang meminta pada ayah?" sahutnya


"T-tapi ini di sekolah" lirihnya


"Hahahaha" tawa Clarissa pecah melihat ketakutan diwajah Adel


Ia berjalan mendekati gadis kecil yang sudah merebut tempat ibunya dan membisikkan


"Kau tak akan mendapatkan apa-apa harta ayah adalah milik ibu dan itu artinya adalah milikku" bisiknya


Mendengar itu Adel menjadi pias alasan untuk menjadi istri kedua oleh pria yang bahkan seusia ayahnya adalah harta Adel yang terlahir dari keluarga tak mampu Adel yang harus banting tulang demi bisa sekolah dan mencukupi kebutuhan lainnya saat ia tau ibu dari sahabatnya meninggal ia memiliki ide untuk menggoda duda kaya yang merupakan ayah dari sahabatnya


Clarissa yang melihat wajah Adel tersenyum puas dan berlalu pergi dari sana


"Agggh " kesal Adel


Clarissa berjalan sambil bersenandung kecil hatinya bahagia melihat wajah pucat dari Adel tujuan Clarissa sekarang adalah kantin ia tak perduli jika Adel akan mengadu pada ayahnya toh harga sudah atas namanya


Clarissa melihat ia mencari bangku kosong untuk ia duduki setelah menemukannya ia berjalan dengan Riang dan duduk di meja itu


Clarissa makan dengan tenang ia siapa sangkal kesenangannya itu hanya sebentar sekarang ia harus dihadapkan oleh seseorang yang menurutnya Begitu menyebalkan


"Minggir" ketus Keenan


Clarissa tak bergeming ia hanya sibuk memakan makanannya para murid sudah mulai berbisik apa yang akan terjadi para inti Greenland membulatkan mata melihat keberanian gadis cantik itu


Jauh dari ujung kantin Kania dan Anisa masuk ia mendengar bisikan-bisikan murid Kania ingin melangkah menuju meja keenan namun tangannya tertahan oleh seseorang


Kania melihat siapa yang menahan tangannya memutar bola malasnya melepas dengan cepat tangan kotor pria itu


"Sayang" sahut pria itu dengan lembut


"Hmm" ketus Kania


"Sayang ibuku sakit dan butuh" ucap pria itu memelas


Kania semakin muak ia tau alasan-alasan yang selalu pria itu ucapkan Kania yang sedang di Landa kekepoan tak memperdulikan kekasihnya ia memilih menarik tangan Anisa mendekat ke meja para Greenland


Clarissa masih sibuk dengan makanannya ia tak perduli dengan para pria tampan yang sejak melihat dirinya Kania telah tiba dan langsung duduk disamping Clarissa


Namun Clarissa tetap mengabaikan semuanya


Keenan yang geram menyuruh salah satu inti Greenland untuk mengambil makanan gadis itu


"Apaan sih" kesal Clarissa saat makanannya telah di rebut


Clarissa menatap tajam pada semua inti Greenland Keenan yang melihat itu tersenyum sangat tipis


"Tempat kami" ucap Keenan


Clarissa yang geram mendengar Keenan menarik kera baju Keenan dan menatapnya cukup lama keduanya saling menatap Keenan terpesona melihat wajah cantik Alami Clarissa wajah putih mulus dan bibir pink alami


"Disini tuh punya semua orang" tekan Clarissa


Semua orang menatap tak percaya pada keberanian Clarissa Kania yang melihat itu hanya tersenyum Keenan seperti mendapatkan lawan baru selain ibunya


"Ini meja Greenland" sahut Keenan dengan tenang


Kera baju Keenan masih di tarik oleh Clarissa begitu banyak penghuni kantin yang menyaksikan keberanian gadis cantik dan bar-bar itu


"Hello gue tiba lebih awal jadi ini meja gue" sahut Clarissa


Keenan melepaskan tangan Clarissa dengan lembut Kania yang melihat itu tak percaya kakanya hanya lembut pada dirinya dan ibunya tapi apa sekarang ia


Clarissa terus menatap wajah tampan milik Keenan tanpa berkedip Clarissa akui Keenan begitu tampan terlebih lagi saat ini jarak keduanya begitu dekat Clarissa bisa merasakan hembusan napas hangat dari Keenan


"ckk lepaskan " geram Clarissa melepas paksa genggam Keenan


Saat Clarissa ingin berlalu dari sana keenan dengan cepat meraih tangan mungil gadis itu Keenan seakan terpesona melihat wajah yang begitu cantik


"Lepas " tekan Clarissa


"Loh boleh duduk disini kapanpun " sahut Keenan


Semua yang mendengar perkataan Keenan tak percaya Keenan melakukan itu seluruh sekolah tau tak boleh ada yang duduk di kursi para inti Greenland yang berhak duduk hanya angel ( pacar mereka) dan tentu Kania sang ratu yang begitu berkuasa pada mereka semua


Kania satu-satunya orang yang bisa bebas duduk disana Anisa pun hanya boleh duduk jika ia bersama Kania jika tidak Anisa akan mencari meja lain


Kania hanya melihat interaksi Kaka dan gadis itu ia melahap makanan sambil menikmati drama yang di buat oleh kakanya


"Nggak gue bisa cari meja sendiri" sinis Clarissa


"Terserah " sahut Keenan


Clarissa pun berlalu pergi dari sana suasana senang yang sedang ia nikmati tak berlangsung lama akibat ulah keenan


Keenan terus menatap Clarissa yang telah menjauh dari kantin


"Udah jauh nggak suka di lihatin" ketus Kania


Keenan menatap tajam pada adiknya itu Kania tak memperdulikan ia lebih mementingkan isi perutnya


Keenan menghembuskan napas kasar jika harus berharus berhadapan dengan adiknya ia tak bisa berbuat apapun


tanpa Keenan ketahui seorang gadis menatapnya dengan sendu gadis yang telah lama menaruh hati pada putra Leo itu