CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
memulai rencana



Hari ini tepat hari dimana Clara dan Gilang akan pergi ke Italia keduanya sudah berada di bandara Soekarno-Hatta


Clara menghembus napas panjang bayangan tentang dirinya yang bahagia bersama Keenan terlintas di pikirannya


Ia harus menjauh dari negara kelahirannya agar bisa melupakan sosok pria yang menjadi cinta sekaligus patah hatinya mata Clara sudah berembun berat rasanya meninggal sejuta kenangan di negara ini


Gilang meraih tangan Clara mengusapnya dengan lembut memberikan kekuatan pada Clara seolah menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja


"Kami berangkat mi Pi" pamit Clara pada kedua orang tuanya


"Hati-hati sayang" ucap ayahnya kemudian beralih menatap Gilang


"tolong jaga putriku" pintanya pada Gilang


Gilang mengangguk " pasti om saya akan terus menjaga Clara" ucap Gilang


"Nak mami titip cla yah " ucap mami Clara pada Gilang


"Iya mi Gilang akan jaga Clara " ucapnya


Keduanya pun memasuki pesawat Clara duduk di samping Gilang


Clara terus menatap keluar jendela hingga pesawat yang ia tumpangi pun lepas landas


"Selamat tinggal Keenan" ucapnya


...****************...


Disisi lain Tia kesal pasalnya Keenan terus bertanya tentang Clara padanya Tia terus berusaha menghindar dari Keenan malas jika harus berhadapan dengan pria itu


Dikantin Tia sedang duduk dimeja yang tidak jauh dari meja Keenan dan Chika Tia menatap sinis pada Keenan yang sedang asik menyuapi makanan pada mulut Keenan


"Ckkk,tadi kejar-kejar nanya Clara sekarang malah bucin" sinisnya


...****************...


Seminggu telah berlalu waktu berjalan begitu cepat Clara benar-benar menghilang dari hadapan Keenan


Keenan mencoba untuk mencari tau namun ia tak menemukan jawaban dimana adanya Clara saat ini


Rencana Clara pun telah di susun dengan sempurna Clara mengirim mata-mata untuk mengikuti Chika


Clara telah memiliki banyak bukti kebusukan Chika mulai dari Chika yang memiliki sifat seperti Bella dan bahkan Chika hanya memanfaatkan Keenan demi harta


Dinegara lain Clara telah menjadi sosok wanita es yang jarang tersenyum dan bicara pada siapapun kecuali Gilang


Gilang merasa Clara telah menjadi Cia sih gadis kutub


"Hai Clara " sapa seorang pria


Clara tak menjawab bahkan ia tak melihat wajah pria itu baginya itu tidak berguna


pria yang Clara abaikan nyatanya tak terima ia mencoba menarih tangan Clara namun dengan cepat ditepis


Clara menatap tajam pada pria yang berdiri dihadapannya melihat tatapan mata itu nyali pria itu menciut dan berlalu meninggalkan Clara


"Cla" sapa Gilang


Clara tak menjawab ia kemudian duduk dan kembali menyantap makanan yang telah ia pesan Gilang hanya fokus melihat wajah Clara


Gilang berharap kesedihan Clara mereda Gilang juga telah memberi tahukan bahkan Tia telah menjalankan rencananya Chika telah masuk perangkap mendengar itu Clara tersenyum tipis


Setelah selesai keduanya memutuskan untuk kembali ke kelas Clara dan Gilang sekelas menjadikan Gilang lebih bisa menjaga Clara


...****************...


"Astaga masalah belum kelar masalah baru telah keluar" gumam Tia


Tia mendapatkan kabar bahwa Bella telah bebas dari penjara Bella yang masih dibawah umur tentu tak menerima hukuman berat


Disisi lain Bella yang telah keluar merasa lega menghirup udara yang ia rindukan


"Aku bebas dan akan kembali merebut milikku" Gumamnya


"Clara kau telah membuatku merasakan dinginnya dinding penjara aku akan membalasmu" gumam Bella dengan tatapan Benci


Nyatanya tak semua orang bisa berubah walau ia telah mendapat hukuman Bella masih membenci Clara hingga saat ini entah apa yang akan Bella lakukan nantinya


Bella berjalan menuju rumahnya tiba di sana Bella bisa melihat rumah yang kosong tak berpenghuni karena ibunya telah pergi dari kota ini


Ibunya sempat beritahukan Bella jika ia akan pergi jauh karena malu terhadap keluarga Clara sedangkan ayah Bella entah kemana Bella tak pernah mendapatkan kabar tentang ayahnya


Bella tak memikirkan itu Bella berjalan memasuki rumahnya yang tak terkunci ruang tamu yang nampak berdebu syukurlah ibunya tak menjual rumah mereka jika dijual entah kemana Bella akan pergi


Bella memutuskan untuk membersihkan rumah tersebut setelah selesai Bella memutuskan untuk membersihkan diri


"Aku harus bekerja jika tidak uang dari mana untuk aku makan" gumamnya


"Ini semua karena wanita itu "


"Tunggu saja pembalasan ku Clara" gumam Bella


Entah kapan hidup Clara akan tenang ia terus mendapat masalah rencananya untuk Chika belum selesai sekarang Bella muncul sebagai masalah baru untuknya


Berita tentang Bella telah Sampai pada Clara namun Clara tak memperdulikannya Bella tak memiliki dukungan kuat untuk membalas dendam pada Clara


Clara hanya ingin fokus pada Chika dan membuat Keenan menyesal


...****************...


berita itu pula telah sampai pada Seorang pria


"kirim pengawal bayangan untuk melindungi gadisku" ucapnya pada salah satu bodyguard


"Kapan kau akan turun langsung menemuinya?" Tanya seseorang pria yang hampir seumuran dengan Clara


"Aku akan segera menemuinya" ucap pria itu


"Ayolah kak jangan buat Clara nyaman padaku atau aku akan merebutnya dari kakak" ancam adiknya


Mendengar itu pria itu langsung memberikan tatapan tajam pada adiknya


"Jangan pernah kau lakukan itu"


adiknya terkekeh melihat wajah cemburu yang kakaknya tampilkan


"Mungkin saja Clara berpikir lelaki misterius yang selalu memberinya susu dan roti adalah aku" ucapnya dengan percaya diri


"Jika kau melakukan itu maka seluruh fasilitas milikmu saya cabut" ancam kakanya


Mendengar ancaman itu adik dari pria itupun langsung keluar dengan cemberut tak habis pikir oleh kakaknya ia menyuruh adiknya untuk selalu membantu Clara namun tak mengizinkan adiknya untuk bicara apapun pada Clara


itulah sebabnya jika pria itu menolong Clara ia akan langsung pergi jika tidak kakanya akan membuat kepala dan badannya terpisah


Kedua orang itu adalah Alvaro Pradipta dan kakak Leonardo Pradipta putra dari keluarga Pradipta


Alvaro lah orang yang selalu menolong dan memberi sapu tangan pada Clara atas perintah kakanya


Leonardo atau biasa di panggil Leo menyukai CIARA kematian Ciara membuatnya merasa gagal menjaga gadis kecil itu hingga suatu saat ia mengetahui Cia masih hidup diraga wanita yang bernama Clara itulah sebabnya Leo tak ingin lagi kehilangan wanitanya menyuruh untuk adiknya selalu menjaga dan memberikan susu dan roti kesukaannya


Mengapa Leo tak memberikan langsung karena Leo bukan lagi seorang anak SMA melainkan seorang CEO perusahaaan Pradipta selain itu Leo memiliki banyak bisnis Leo merupakan pembisnis muda yang kaya


kekayaan Leo tak hanya dari keluarga Pradipta melainkan dari usaha-usaha yang ia lakukan sendiri tanpa campur tangan ayahnya


Leo juga telah membawa nama besar Pradipta dalam pencapaiannya


usia Leo yang terpaut beda empat tahun dari Clara usia leo sudah beranjak 24 tahun sedangkan Clara berusia 19 tahun