CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Rencana Chika



Pagi ini Clara tiba di kelasnya lagi-lagi Clara mendapatkan susu dan roti kesukaannya Clara berpikir itu dari fansnya jadi Clara dengan senang hati menerima itu semua


"Kak Clara?" Sapa seorang gadis yang mungkin adik kelas


Clara melihat ke arah sumber suara dan tersenyum pada gadis itu kemudian gadis itu memberinya buket bunga mawar sebelum Clara mengeluarkan suara gadis itu berlalu pergi


Clara mencium aroma bunga itu wangi terdapat surat dalam bunga tersebut Clara mengambil kemudian membacanya


[Bunga Cantik Untuk Cia]


Clara membulatkan mata seseorang mengirimnya bunga sebagai Cia yang mengetahui dirinya Hampir semua orang namun tak ada yang pernah memanggilnya sebagai Cia Bahkan ia memakai nama Clara dalam Queen sekolah


"dor" Sontak Clara kaget


Memutar bola malasnya melihat tingkah sahabatnya


"ngelamunin apasih" Sahut Tia


Clara kemudian menunjukkan surat tersebut pada Tia kemudian Tia tertawa


"Ini jaman apa yah kok ada pake surat-suratan" Tawa Tia


Clara yang gerampun menarik kasar surat yang ada pada Tia lalu menatap Tia dengan tatapan tajam melihat itu Tia menelang Saliva dengan kasar


"Santai dong" sahut Tia mengaruk kepalanya yang tak terasa gatal


Clara kemudian mengambil susu dan meminumnya tak memperdulikan Tia yang sedang menatapnya


"Loh bawah susu?" Tanyanya Tia sekarang Tia lebih sering melihat Clara meminum susu dan memakan roti dikelas pagi hari


"Dari Fans gua" sahut Clara songong


"Pede Luh" ucap Tia


Clara hanya acuh lalu menghabiskan Susu dan roti kesukaannya


Tak berselang lama Guru masuk menjelaskan pelajaran membuat Clara bosan dan mengangkat tangan untuk izin


Clara melangkah kaki menuju kamar mandi namun sebelum itu ia sempat berkeliling nampak sunyi karena sekarang masuk jam pelajaran pertama


Didalam satu kelas Chika yang melihat Clara pun tersenyum sinis mengangkat tangan kemudian izin keluar mengikuti langkah kaki Clara


Clara yang tak menyadari itupun berjalan dengan santai memasuki kamar mandi menatap pantulan wajahnya kemudian wajah Chika muncul membuat Clara membalikkan badannya


Chika berjalan mendekati Clara menariknya dan membawahnya masuk kegudang kosong yang ada dibelakang sekolah


Chika tau diluar kamar mandi terdapat Cctv jadi Chika tak mungkin menjalankan rencananya disana


Sekarang Clara dan Chika ada disebuah gudang Chika memandang Clara dengan tatapan remeh tak tau kah Chika jika yang ia hadapi bukan Clara melainkan CIARA


Clara hanya menatap acuh pada Chika iatak mengeluarkan suara hanya melipat kedua tangan didadanya


"Jauhi Keenan" ucap Chika


Mendengar itu Clara tersenyum sinis dan menatap Chika dari bawah hingga atas keduanya saling tatap namun tatapan mata Clara begitu tajam melihat itu Chika takut namun ia tak menampakkan itu


"kenapa?" satu kata lolos dari mulut Clara


"Karena Keenan punya gue" tekan Chika


Mendengar itu Clara tertawa milik sudah jelas jika satu sekolah tau Clara adalah kekasih Keenan gadis dihadapannya ini tak lebih dari Bella yang terlalu manipulasi


melihat Clara tertawa Chika emosi dan hendak menampar pipi Clara namun dengan cepat Clara menahannya


"Cihh" dorong Clara pada Chika


"Gue akan buat Keenan benci sama loh" tunjuk Chika pada Clara


Clara muak selepas dari Bella ia pikir semua akan berjalan seperti semula namun rupanya salah gadis seperti Bella muncul dalam wujud yang berbeda


"Lakukan jika kau bisa" Sahut Clara


Chika yang merasa tertantang pun tersenyum licik "kita lihat saja" ucap Chika


Kemudian Chika menampar wajahnya dengan keras bahkan darah segar mengalir dari sudut bibirnya


Melihat itu Clara tersenyum sinis rencana sangat bagus Clara berpikir bahwa Keenan akan mempercayai dirinya


Clara pun berlalu pergi dari sana dan kembali kekelas


Tanpa Clara sadari ada sepasang mata yang melihat kejadian itu


...****************...


Hampir sejam Clara keluar dan tak kembali membuat Gilang cemas dan memutuskan untuk mencari Clara namun saat berjalan ia melihat Clara ditarik oleh Chika


Gilang mengikuti langkah keduanya hingga gudang kosong sekolah


Gilang melihat semua dan tersenyum


Dikantin Clara sedang asik menikmati makanan yang ia pesan tak lama kemudian


Brakkk


Membuat Clara terkejut untuk pertama kali Keenan datang dengan wajah merah karena marah


"Apa yang kau lakukan pada Chika" tekan Keenan


Pertanyaan itu membuat Clara tersenyum sinis dan menatap Keenan


"Aku tak melakukan apapun " Sahut Clara santai


seisi kantin berpusat pada Clara terlebih saat Keenan datang dan memarahi Clara semua siswa dan siswi tau hubungan Clara dan Keenan berjarak sehadirnya Chika diantara mereka


"Clara kenapa kau tak mengakui kesalahanmu" Bentak Keenan


Bentakkan itu menusuk hati Clara sebegitu mudahkah Keenan percaya pada Chika


"Aku tak melakukan apapun Keenan" tekan Clara dengan tatapan tajam


kesabaran Clara tak begitu besar wajah cantik Clara sekarang menjadi merah akibat marah


Clara melirik pada Chika yang ketakutan


"Aku takut Keenan" Isak Chika


"Jangan takut aku ada disini" sahut Keenan dengan lembut


"Clara berhenti membully Chika" tekannya lagi


mendengar itu Clara berjalan menuju Chika tuduhan oh Cia tak suka itu menatap Chika dengan tajam


Plakkk


Chika tersungkur kelantai Keenan menarik tangan Clara dengan kasar mengcenkramnya hingga merah


"sakit Keenan" tekan Clara


Keenan yang melihat mata Clara sedikit mengeluarkan air mata membuatnya melepaskan tangan Clara


Clara menatap Keenan tak percaya terlebih lagi saat Keenan berusaha menenangkan Chika dengan lembut


Clara mengusap air matanya dengan kasar berlari keluar dari kantin Clara yang terkenal kuat sekarang rapuh Tia yang melihat itu menyusul Clara


Chika tersenyum sinis saat Clara pergi


Buggg


Satu pukulan mendarat pada wajah Keenan Chika terkejut melihat itu


Gilang menarik kasar kerah baju Keenan orang yang memukul Keenan adalah Gilang


"loh udah sakitin hati Clara,,jangan jadi orang bodoh kayak gua yang tidak mencari kebenarannya terlebih dulu" sahut Gilang melangkah pergi dari sana


Keenan yang mendengar ucapan Gilang diam apa ia telah salah namun keenan mengenal Chika dari dulu


Chika yang melihat Keenan diam membantu Keenan untuk bangun


"Maaf karena Chika hubungan Keenan dan Clara jadi gini" isaknya


"Jangan menyalakan dirimu" sahut Keenan lembut


...****************...


Clara menangis di taman sekolah Gilang yang melihat itu berjalan mendekati Clara namun tangannya di tahan oleh Tia


"Dia butuh waktu biarkan dia sendiri" ucap Tia yang sedari tadi memperhatikan Clara yang sedang menangis


"Aku takut Cla kenapa-kenapa" lirih Gilang


Tia hanya menggeleng tentu Tia tau kebiasaan Cia yang tidak ingin diganggu ketika marah ataupun sedih


"Semua baik-baik saja tenanglah" Sahut Tia melangkah pergi


Gilang mengikuti langkah Tia meninggal Clara yang sedang menenangkan diri


...****************...


"Shittt dia membuat wanita ku menangis" ucap seorang lelaki tampan


"Cari tau tentang gadis yang telah memfitnah wanitaku " ucapnya lalu pergi


Pria itu menatap Clara dari jauh melihat Clara yang masih menangis ia tak tega segera menghampiri Clara memberinya sapu tangan


Melihat itu Clara menatap seseorang yang memberinya sapu tangan Clara mengambil sebelum mengucapkan terimakasih pria itu berlalu dari hadapannya


"Ckk menyebalkan " gumam Clara


Setelah puas Clara bangkit dan masuk kedalam kelas ia hanya mengambil tas dan ingin pulang bagaimana bisa ia masuk mata yang sebab dan hidung merah


Saat keluar Clara berpapasan dengan Keenan yang melihat dirinya namun Clara tak menghiraukannya melangkah meninggalkan Keenan yang hendak mendekatinya


Melajukan mobilnya menuju mansion Pratama


Tiba Clara bergegas masuk kekamarnya dan merebahkan dirinya ia melirik begitu banyak buket bunga yang ia dapat sentar paket boneka yang Clara sendiri tidak mengetahui pengirimnya


Melihat semua itu Clara tersenyum dan memutuskan untuk menutup mata melupakan semua kejadian yang ia alami