
Seminggu telah berlalu Kania telah selesai dari masa hukumannya namun kali ini ia tetap membawa mobil
seperti pagi pagi sebelumnya keluarga Pradipta selalu melaksanakan sarapan bersama Leo dan Clara selalu mengajarkan anak-anak akan pentingnya keluarga
setelah selesai sarapan kedua anak kembar Clara pamit
"mom Kania berangkat" ucap Kania menciumi punggung tangan ibunya begitu pun dengan ayahnya
Kania berjalan keluar kegarasi mobil ia mengecek handphonenya kali ini ia akan berangkat bersama Anisa dan Rana
yah Rana gadis cupu yang dibully di gedung kosong sekolah Kania yang tak tega dengan gadis cupu itu mengajaknya untuk berteman dengannya agar tak ada yang berani membullyanya lagi
Kania menjemput Anisa lebih dulu walaupun Kania telah memiliki teman baru Kania tetap mengutamakan Anisa bagi Kania Anisa adalah kakak untuknya
setelah dari menjemput Anisa Kania melajukan mobilnya ke rumah Rana sampai di rumah yang begitu sederhana Kania dan Anisa turun dari mobilnya
disana terdapat mama Rana yang sedang tersentuh Kania dan Anisa menjabat tangan mama Rana
"Temannya Rana yah?" tanya mama Rana dengan lembut
"Iya tante" jawab kompak Anisa dan Kania
mama rasa terus menatap wajah Kania wajah yang mirip dengan ibunya kania dan ibunya bak fotocopy tak memiliki perbedaan beda dengan Keenan yang mirip dengan ayahnya
"Lihatlah Clara wajah anakmu begitu mirip dengan mu,,,lihat bagaimana anak-anak ku membalas dendam "Gumamnya dalam hati
tanpa sadar Anisa memperhatikan wajah ibu Rana yang sedang tersenyum licik menatap Kania Anisa tidak mengerti apa yang akan wanita itu lakukan
tak lama Rana keluar dengan penampilan cupunya rambut kepang dua dan kacamata bundar yang besar tak cocok diwajahnya
"Ibu Rana pamit yah" pamitnya pada ibunya
Kania dan Anisa ikut pamit ketiganya pun berlalu memasuki mobil Anisa yang melihat Rana akan duduk di depan Langsung menahan tangan Rana saat akan membuka pintu
"gue di depan" ketus Anisa
"I. iya kak " jawab Rana dengan takut
Anisa tak perduli ia langsung masuk didalam sudah ada Kania Rana sebenarnya merasa jengkel ia harus berusaha ekstra agar Anisa menjauh dari Kania dengan terpaksa Rana masuk di pintu belakang mobil
Ketiganya tiba disekolah ketiganya keluar dari mobil Kania diparkiran Kania dapat melihat para abang-abangnya ia pun berniat jail menarik tangan Anisa berlalu meninggalkan Rana
Rana yang melihat itu mengepalkan tangannya ingin sekali ia membuat Kania malu
"Tunggu saja " guamamnya dalam hati
ia berlalu mengikuti langkah kaki Kania dan Anisa Rana begitu senang bisa mendekat pada inti Greenland
inti Greenland melihat Kania dan Anisa berjalan menujunya ia menyambut dengan senyuman manis tapi tidak untuk dua orang Abang es batu Kania
Rana terus menatap Keenan dan Gabriel secara bergantian wajah keduanya Begitu tampan Rana tersenyum manis namun Keenan dan Gabriel dua pria dingin tak menghiraukan gadis itu
"Halo para es batu" sapa Kania
Tak ada satu dari mereka membalas sapaan Kania
"Ckkk,, menyebalkan"
"Hmmm" demem satu cowok
Kania melihat cowok itu dengan bingung untuk pertama kali ia melihat cowok itu apa dia anggota baru Greenland
"Siapa?" Tanya Kania
Pria itu tak menjawab pertanyaan dari Kania membuat Kania jengkel dan menatap tajam pada pria itu ia menarik napas dalam-dalam para inti lain yang melihat itu menutup rapat telinganya
sebelum Kania mengeluarkan suara emasnya Gabriel membekap mulut adiknya Kania menyalangkan tatapan mematikan pada Kakanya itu
"Sudah sana masuk" suruh Gabriel
"Bacot" sahut Kania melangkah pergi
Saat Anisa akan mengikuti langkah Kania tangannya ditahan oleh Gabriel Anisa menatap netra mata yang lembut milik Gabriel
Anisa yang mendengar itu hanya tertunduk malu Anisa dan Gabriel saling suka hanya saja Anisa memilih untuk tetap seperti ini karena mommy Clara melarangnya untuk berpacaran
Anisa menghargai Clara seperti ibunya Clara wanita baik yang telah mengubah hidupnya Anisa hanya tersenyum pada Gabriel dan melangkah pergi
Di kelas Anisa mencari Kania namun ia tak mendapatinya ia berjalan keluar mencari sahabatnya itu
Huh
Anisa membuang napas kasar saat Kania sedang bersama Candra bukan karena cemburu tapi karena Keenan telah meminta anisa untuk tidak membiarkan Kania dekat dengan pria itu
Anisa berjalan mendekati keduanya ia terkejut kalah Kania sedang bersandar di bahu pria itu
"Kania" sapa anisa
Kania mendengar suara itu melihat Anisa dan tersenyum manis
"Anisa,,aku dan Candra telah jadian" ucapnya dengan senyum manis
Anisa yang mendengar itu terkejut bagaimana bisa Kania menyukai pria yang bahkan dalam seminggu
Anisa kemudian menarik tangan Kania menjauh dari Candra,,Kania merasa bingung namun ia tetap mengikuti langkah Anisa hingga sampai di tempat yang sunyi Anisa menghembus napas
"Apa kau gila bagaimana jika mommy atau Daddy tau?" tanya Anisa
Clara dan Leo melarang anaknya untuk berpacaran saat sekolah terlebih untuk Anisa dan Kania Clara tak ingin patah hati yang ia rasakan di alami oleh anak-anak
"Mommy tak akan tau" ucap Kania santai
"Kania pliss bagiamana jika mommy sedih" ucap Anisa
Mendengar itu Kania nampak berpikir Bagi anak-anak Clara mommy nya adalah berlian mereka tak perna membantah sesuatu yang akan membuat mommynya sedih begitupun Anisa walau ia bukan anak kandung dari Clara ia tetap mengikuti keinginan ibu angkatnya itu
"Anisa Gue punya tujuan " ucapnya
"Tapi apa?" Tanya Anisa
"Loh akan tau jika waktunya tepat" ucap Clara
Kania menarik tangan Anisa menuju kelas apa yang akan Kania lakukan hanya Kania yang tau akan hal itu
Disisi lain seorang gadis nampak buru-buru pergi kesalah satu ruang kosong ia nampak memperhatikan sekitar kemudian melangkah masuk
didalam terdapat seorang pria yang sedang duduk dengan kancing atas yang terbuka menampilkan dadanya gadis itu berjalan dan langsung duduk di atas pangkuan pria itu mengalungkan tangannya pada leher pria yang ada di depannya
"Kenapa kau lama sekali"
Tak menjawab pertanyaan pria tersebut wanita itu mengecup singkat bibirnya
"Apa kau rindu" bisiknya dengan manja
Pria tersebut hanya mengangguk kepalanya dan tanpa kata langsung ******* bibir gadis yang berada di pangkuannya tangannya tak tinggal diam ia terus menjelajah keseluruhan inti tubuh gadis itu dan terjadi sesuatu yang tak pantas di lakukan halaman sekolah
Setelah cukup lama aktivitas panas keduanya pun mengambil pakaian dan memakainya kembali
"Aku sudah jadian dengan Kania" ucapnya
"Benarkah" ucap gadis itu dengan wajah sumbriang
"Iya,,, ternyata dia begitu bodoh"
"Aku Sayang kamu" ucap gadis itu mencium pipi kekasihnya
kedua orang tersebut tak lain adalah Candra dan Rana benar kata orang buah jatuh tak jauh dari pohonnya begitu dengan Rana kelakuannya begitu sama dengan Bella
keduanya tak tau jika saja rencana Kania sedang di susun dan bom akan segera meledak Bella lupa jika selicik apa Clara dulu tentu Kania menuruni sifat ibunya
kedua pasangan tersebut selalu larut dalam bahagianya
Dikelas Kania nampak tersenyum mendengar membicarakan dua orang yang ia dengar melalui sambungan penyadap suara
Kania tersenyum penuh arti