CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Pengakuan Clara



Clara menatap dalam kedua orang tuanya menghembuskan napas kasar


Kemudian menceritakan semua yang Clara alami hingga memilih untuk menyerah dan memintanya untuk menjaga kedua orang tuanya


Tangis kedua orang tua Clara pecah mereka begitu menyanyi anaknya namun mental angkanya di rusak oleh sahabatnya sendiri sadis sekali


"Kamu akan tetap jadi anak mami kan,, walaupun Clara sudah tiada setidaknya raganya ada yang bisa membuat kamu melepas rindu" Lirih ibunya


"Cla tetap anak mami kok" sahut Clara dengan senyuman


ketiganya saling berpelukan menyesal sudah tak bisa lagi nasi sudah menjadi bubur


"Kau akan tetap tinggal disini?" Satu pertanyaan lolos dari mulut ayahnya


"Apa boleh?" Tanya Clara dengan polos


Membuat ayahnya mengangguk " Kau putri kamu lepas kau Clara ataupun Cia" sahut ayahnya


"Tapi apa Cla juga boleh tinggal bersama Daddy?", Tanya lagi


"Tentu kesayangan Daddy" ucap seseorang yang baru tiba


Clara melihat kedua orang tuanya berlari mendekati dan memeluk keduanya dengan air mata


"Mom dad Cia rindu" Lirihnya


"Kau bebas tinggal dengan siapapun sayang" ucap ayahnya


...****************...


Disel Bella terus melamun menyesal andai ia tak iri pada Clara mungkin keduanya masih bersahabat namun semua sudah terjadi menangis hanya itu yang bisa ia lakukan


Perbuatan ibu dan ayahnya membuat Bella tumbuh tanpa kasih sayang kedatangan Clara bukan membuat Bella merasa disayangi namun menimbulkan rasa iri padanya


Ingin rasanya Bella meminta maaf pada Clara namun lidahnya terasa kaku untuk mengucap kata itu


Bella hanya terus meratapi nasib yang tak seberuntung Clara tak sadar kah Bella ia jauh lebih beruntung Clara telah tiada sekarang


Jiwa Clara telah tenang hanya raga yang Clara milikki itu juga telah menjadi milik Cia


"Cla tak adakah maaf untukku" lirih Bella


...****************...


"Jadi mami dan papi?" Tanya Clara


Kedua orang tuanya mengangguk membuat Clara terkejut


Kedua orang tua Clara telah mengetahui jika Clara adalah Cia dan Clara telah tiada namun orang tuanya juga sayang terhadap Cia putri dari sahabatnya


"Mami perna mendengar perkataan mu sayang" sahut maminya


Waktu itu mami Nisa ingin menghampiri Clara namun tak sengaja melihat Clara menangis merindukan orang tuanya ibunya mendengar semua keluh kesah Cia dari balik pintu


tanpa sadar tetes air mata mengaril rasa tak percaya pada dirinya seperti mimpi namun tak bisa dipungkiri mimpi itu nyata


Ibunya hanya bisa merelakan kepergiannya Clara dan diam-diam membantu Cia untuk membuat Bella bertanggung jawab


Cia bersyukur orang tua Clara menyayanginya dengan tulus hati Rasanya begitu lengkap hidupnya bahagia


...****************...


Pagi ini Clara memulai sarapan dengan keempat orang tuanya menunggu Keenan menjemputnya Clara bisa membawah kendaraan namun Keenan dengan tegas melarangnya


"Maaf tuan muda Keenan telah tiba", sahut salah satu pelayan


Mendengar itu Clara bangkit mencium punggung orang tuanya


"Cla pamit mi,Pi, mom, dad " sahutnya melambaikan tangga


Bergegas keluar melihat Keenan yang tersenyum padanya berlari memeluk Keenan


Keenan menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantik Clara


"Kamu sangat bahagia Hmm" sahut Keenan lembut


Keenan membuka pintu untuk Clara melajukan mobil dengan satu tangan terus mengelus punggung tangan Clara


Seperti biasa mereka akan menjadi sorotan publik sebagai ketos dan Queen mereka begitu serasi


Setelah kemudian Gilang datang meraih tangan Clara membuat Clara mengerutkan keningnya


"Cla aku mau bicara" sahutnya


Clara tak menjawab ia melirik Keenan yang menganggukkan kepalanya Clara pun berjalan diikuti oleh Gilang Keenan mendahului namun tangan Keenan diraih oleh Clara


Keenan tersenyum jujur ia cemburu namun ia tetap menghargai pertemanan mereka semua


Gilang menatap tak suka pada Keenan lalu berlalu pergi


Clara nampak acuh berjalan dengan genggaman tak lepas dari Keenan


Keenan mengantarkannya hingga pintu kelas


"Semangat sayang" sahut Keenan


Clara mengangguk dan masuk kedalam wajahnya tak pernah lepas dari senyuman manis


Masalah Bella telah selesai membuatnya lega tak ada lagi benalu yang akan selalu muncul diantara mereka


Clara sedang fokus memperhatikan pembelajaran yang dibawakan oleh guru hingga pesan masuk membuatnya mengerutkan keningnya


nomor tak di kenal menggirim sebuah gambar Clara yang penasaran akhirnya membuka pesan tersebut


tangannya mengepal kuat ia mencoba menahan emosinya gambar tersebut Keenan yang sedang bersama wanita lain bahkan Keenan yang terkenal dingin tertawa lepas dengan gadis itu


Bahkan beberapa gambar terkirim terdapat Keenan yang menggenggam tangan gadis yang berada di dekatnya dan masih banyak lagi


hati Clara merasa sesak tangannya mengepal kuat namun Clara mencoba agar tak percaya sebelum ia melihat langsung hingga pesan chat


[Datang lah ke rootroom jika ingin melihat langsung]


Melihat itu Clara awalnya cuek namun lagi-lagi Berapa gambar membuatnya gelisah dan meminta izin


Clara melangkah ragu ke tempat yang disuruh oleh pengiriman pesan tersebut


Belum memasuki Clara mendengar tawa Keenan yang lepas padahal jika bersamanya Keenan masih sedikit cuek tapi ini


Tak terasa Clara meneteskan air matanya menguatkan hati untuk melihat kedalam mengintip pada pintu yang tak tertutup rapat


Clara menutup mulutnya melihat gadis itu yang duduk dipangkuan Keenan dengan Keenan yang terus mengelus rambut panjang gadis itu


Tak tahan lagi Clara berlari kearah taman menumpah air matanya yang tertahan sejak tadi


Melihat itu seorang lelaki tersenyum puas dan berjalan mendekati Clara yang sedang menangis


Menyodorkan sapu tangan pada Clara melihat itu Clara mendungak kepalanya melihat seseorang yang tersenyum manis Clara berpikir itu ada Keenan nyatanya bukan


"Gilang" lirih Clara menghapus air matanya


yap yang datang adalah Gilang sebenarnya ini adalah rencana dari Gilang yang ingin merebut cinta Clara lagi


"Keenan bukan laki-laki baik" satu kata yang keluar dari mulut Gilang


Mendengar itu Clara tak perduli ia bergegas melangkah kaki meninggalkan Gilang


Hati dan pikirannya kacau melihat apa yang terjadi antara Keenan dan gadis itu


Clara memasuki kelasnya dengan wajah masam membuat Tia bingung


"Kenapa?" Tanya Tia pada Clara


Clara hanya menggeleng hingga jam istirahat pun berbunyi


"Kantin" ajak Tia


Clara menunggu Keenan karena keduanya telah janji akan kekantin bareng namun Keenan tak kunjung datang


Clara akhirnya ikut dengan Tia namun tiba di kantin Clara melihat Keenan bersama gadis itu bahkan Keenan menyuapi gadis itu


Clara tak bisa menahan itu berjalan mendekati


Brakkk


Keenan menoleh melihat wajah Clara yang merah padam karena marah


Clara tak perduli dengan tatapan semua orang terlebih gadis itu memasang wajah polosnya


"Kamu" Tunjuk Clara


Tatapan tajam dari Clara membuat gadis itu seolah takut dan memeluk Keenan membuat amarah Clara dan bisa terpendam


Ia meraih minum dan menumpahkan pada kepala gadis itu melihat itu Keenan


"Berhenti" bentak Keenan pada Clara


"Ckk" Clara berlalu dari sana


Menghapus kasar air mata yang keluar sesakit inikah ia begitu percaya pada Keenan namun dengan mudah Keenan merusak itu semua