
Seminggu telah berlalu semenjak Keenan dan Chika resmi jadian Clara tak perna lagi muncul di SMA Garuda
Banyak yang membicarakan bahwa Clara masih malu atas kejadian yang terjadi saat pesta ulang tahun Chika
Ada juga yang mengatakan bahwa Clara menghindari Keenan tepat sekali Clara tak ingin lagi muncul dihadapan Keenan bagi Clara hubungannya dan Keenan sudah tak dapat diperbaiki lagi bagai kaca yang telah retak yang tak bisa menjadi utuh
Berita Clara akan pindah telah sampai ke kelas Clara Gilang yang mendengar itu mendekati Tia
"Tia cla?" ucap Gilang
Tia mengangkat kedua bahunya membuat gilang menghela nafas panjang
"Nanti kita ketemui dirumah Clara" sahut Tia melihat Gilang
...****************...
Seperti yang direncanakan gilang dan Tia keduanya kini berada di gerbang mansion Pratama
Setelah di persilahkan masuk keduanya menunggu Clara diruang keluarga
"Tia" sahut Clara memeluk Tia dengan erat keduanya sudah tak bertemu selama seminggu
"Cla kok Luh mau pindah,kemana pindahnya,emang loh ngak mau lagi temanan sama kita berdua " Tanya Tia
"Tanya tuh satu-satu "jawab Clara memutar bola malasnya
Clara berlalu kemudian menatap Gilang
Gilang langsung menarik tubuh mungil Clara dalam dekapannya
"Dmmm"
Sontak keduanya merelai pelukannya dan menatap Tia
"Kalau mau dua-duanya lihat dulu dong" sahut Tia
Gilang dan Clara memutar bola malasnya
"Cla gue mau nanya?"
"Nanya aja tapi ingat satu-satu" Ucap Clara dengan beradu tatap pada Tia
Tia yang melihat tatapan Clara memutar bola malasnya
"Loh pindah dimana?
"Italia " sahut Clara santai
"Apa!!" Petik Gilang dan Tia secara bersamaan
Mendengar itu Clara menatap heran
"Kenapa Pindah apa loh sakit hati sama Keenan yang jadian sama Chika?" kali ini Gilang membuka suaranya
Mendengar itu Clara tersenyum getir ia berusaha untuk menutupi rasa sakitnya namun jika untuk melihat Keenan dan Chika selalu bersama rasanya Clara belum sanggup
Tia melihat sorot mata Clara yang mulai berembun ia tau posisi sahabatnya sekarang Tia mengenal Cia sebelum berpindah jiwa pada raga Clara tentu dapat merasakan apa yang sahabatnya rasakan
"Kau tak ingin membuktikan bahwa Chika adalah wanita licik?" Tanya Tia
"Biarlah waktu yang memberi taukan kebusukan itu pada Keenan " ucapnya kemudian menatap dua orang yang sudah ia anggap sahabat
"Aku hanya butuh waktu untuk melupakan Keenan" lirihnya
Clara menundukkan kepalanya mengusap air mata yang jatuh pada pipi mulusnya
"Kenangan itu ada dihati dan sejauh manapun kau akan tetap membawah hatimu Clara" ucap Gilang
Clara tersenyum kemudian menatap Gilang dengan dalam
"Jika bisa aku ingin membutuh hati agar bayang-bayang Keenan mati" ucapnya
"Clara" ucap Tia
Clara menatap tia dengan tatapan yang sulit diartikan Tia menghembuskan napas kasar Clara tipe wanita yang sulit di bujuk keputusan Clara adalah hal mutlak
"Kami ikut" ucap Tia
"kalian tetaplah disini dan lihat bagaimana Keenan hancur akan pilihannya" ucapnya dengan sorot mata tajam
Clara pindah ke Italia ikut dengan mommy dan Daddy Cia namun sebelum menutuskan itu tentu Clara akan membuat perhitungan pada orang yang telah menghancurkan hatinya bahkan membuatnya seperti saat ini
Clara pergi jauh dari Keenan namun Clara akan memberikan kejutan yang akan Keenan sesali dan penyesalan itu sudah terlambat
"Aku akan ikut izinkan aku Clara untuk menjagamu" ucap Gilang
"Aku mohon disini ada Tia yang akan memberikan kabar tentang Keenan " ucap Gilang dengan memohon
Melihat itu Clara tersenyum dan menyetujui apa yang Gilang katakan sementara tia mengendus kesal pasalnya kedua sahabatnya akan meninggalnya seorang diri
Gilang dan Clara terkekeh melihat wajah Tia
"Ckk,,kalian menyebalkan" ucap Tia saat melihat Clara dan Gilang tertawa
...****************...
Sedangkan di sebuah apartemen seorang pria sedang bergulat dengan berkas yang ada di atas mejanya tak lama seseorang masuk menemuinya dengan menunduk hormat
"Ada berita apa" Tanya pria itu tanpa melihat pada orang itu
" Ini tentang nona Cia tuan" ucapnya
Seketika pria itu menghentikan gerak jarinya dan menatap ke arah bawahan
"Katakan" ucapnya dingin
"Nona Cia merasakan patah hati dan memutuskan untuk tinggal bersama tuan dan nyonya Alexander diitalia tuan" Ucap seseorang dengan menundukkan wajahnya
Mendengar gadisnya disatiki tentu membuat pria itu marah dan mengepalkan tangannya
"Buat perhitungan pada orang yang telah membuat gadisku terluka " ucapnya
Mendengar perkataan tuannya orang itu melangkah pamit untuk mengerjakan tugas yang di berikan padanya
pria itu menarik semua foto kecil terdapat gadis yang tersenyum dengan cantik
"Kau sangat cantik Cia" ucapnya
...****************...
Sementara ditempat lain Keenan telah di hajar habis-habisan oleh orang suruhan pria itu
"Awww" Rintih Keenan saat para pria bertubuh kekar meninggalkan dirinya
Keenan merasa bingung ia sama sekali tak mengenali siapa yang datang membuat masalah padanya
Keenan bangkit dengan rasa sakit berjalan tertatih merasakan perih di seluruh tubuhnya
Sementara disisi lain seorang pria tersenyum tipis saat mengetahui anak buahnya telah berhasil membuat perhitungan pada Keenan
"Itu akibat telah melukai gadisku" gumamnya
Beralih pada Clara yang telah menyusun rencana agar setelah dirinya pergi itu akan membuat Keenan sangat menyesal
"Cla apa kau akan pamit pada Keenan?" Tanya Tia
"Tidak biarlah ia mencariku di ruang penyesalannya dan jika itu benar aku pastikan aku tak ada lagi di sana" Ucap Clara
ketiganya pun memakan cemilan dan menghabiskan waktu bersama
Jadwal pemberangkatan Clara tinggal tiga hari lagi karena itu Tia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Clara dan Gilang
Tia sebenarnya merasa kesal pasalnya ia sendiri yang akan tertinggal di negara ini lalu kedua sahabatnya akan melupakannya
...****************...
Disebuah apartemen terdapat seorang pria dan wanita yang tak memakai sehelai benangpun
"Bagaimana dengan pria bodoh itu?"Tanya seorang pria sambil bermain di area sensitif wanita itu
Wanita itu tak merasa risih justru menikmati setiap sentuhan yang diberikan padanya
"Dia sangat kaku tak sepertimu sayang" ucap wanita itu dengan nada manjanya
"Bagaimana jika kau jatuh cinta padanya?" Tanya pria itu
Wanita itupun membalikan badan dan menciumi singkat bibir pria itu
"Aku tak mencintai Keenan aku hanya mencintaimu " sahutnya dengan manja
Keduanyapun larut dalam kegiatan terlarang yang mengeluarkan banyak keringat
Wanita tadi tak lain ada Chika bersama kekasihnya Chika tak mencintai Keenan namun ia harus menjalan rencananya
Bagi Chika Keenan adalah lelaki bodoh yang rela melepas gadis seperti Clara dan Keenan terlalu mudah simpati pada Chika
Chika mengenal Keenan sejak lama maka itu Chika sangat mengetahui sifat Keenan dan benar saja Chika dengan mudah menipunya hanya dengan sebuah cinta yang ternyata hanya sebuah rencana