CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Menghabiskan Waktu bersama



Hari ini adalah weekend Clara bersiap dengan pakaian santainya menuju ruang tamu


"Hai" Sapa Clara


Gilang menatap Clara tak berkedip wajah cantiknya membuat Gilang tak bisa mengalihkan pandangannya pada Clara


Clara yang menggunakan pakaian saat bad girl menambah kesan kedewasaan yang Clara milikki


"Mami cla dan Gilang pamit"Pamitnya pada maminya


Keduanya pun mencium punggung tangan mami Nisa dan berjalan keluar


"Kita mau kemana?" tanya Clara pada Gilang


"Kita ketaman lalu ketoko buku " Sahutnya membuat Clara bersemangat


Apa Clara melupakan Keenan jawaban tidak hanya saja Clara berusaha untuk tidak mengingat hal itu Clara mencoba menghibur dirinya sendiri


Keduanya telah tiba ditaman yang bergitu ramai pengunjung Clara berjalan dan membeli beberapa jajanan setelah lelah keduanya pun memilih untuk duduk


"Mau,,aaa" Ucap Clara menyuapi Gilang


Gilang yang melihat itu membuka mulutnya senang bila Clara menyuapinya Clara makan dengan tenang dengan sesekali menyuapi Gilang tentu Gilang dengan senang hati menerima suapan itu


"Mau itu" Tunjuk Clara saat melihat penjual arumanis


Wajah Clara sangat imut Gilang tak bisa menolaknya hingga Gilang bangkit dan membeli permintaan Clara


"Terimakasih" Ucap Clara


Clara asik memakan arumanis tersebut Gilang bahagia melihat tawa Clara


Setelah puas dan semua jajanan yang Clara beli telah habis keduanya memutuskan untuk ketoko buku


tibanya disana keduanya mengelilingi mencari buku yang akan ia beli


"Cla kamu mencari apa?" Tanya Gilang pada Clara pasalnya Clara sama sekali belum menemui buku yang ia cari


"Novel yang berjudul my Hero " sahutnya


Clara kembali berjalan ia tak menemukannya hingga wajah Clara Cemberut Gilang terkekeh melihat itu


"Mungkin belum ada" ucapnya pada Clara


"Authornya belum nulis sih" ucap Clara cemberut


Gilang pun mengajak Clara keluar dari toko mungkin sontak mata keduanya melihat Keenan dan Chika yang juga datang kesana


"Ckk" Kesal Clara memilih pergi tanpa melihat Keenan


Keenan yang melihat itu merasa Clara menjauhinya menatap Clara yang tak mempedulikannya Gilang menepuk pundak Keenan lalu berlalu pergi


"Mereka sudah jadian yah?" tanya Chika


"Tidak" sahut Keenan cuek


Chika yang dicuekin oleh Keenan merasa marah ia berjalan meninggalkan Keenan


"Kau marah padaku" tanya Keenan Namun Chika tetap mengabaikannya


"Tolong jangan marah" lirih Keenan


"Bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya Chika berharap


"Katakanlah" sahut keenan


"Aku ingin hubungan kita lebih dari sahabat"Lirihnya


Keenan diam mendengar ucapan Chika bagaimana mungkin Clara masih menjadi kekasih Keenan walaupun keduanya sudah tak saling sapa


Keenan juga belum mampu untuk melepas Clara Chika yang melihat kediaman Keenan hanya tersenyum kecut


"Tapi"


"Sudahlah aku tak apa" Lirih Chika meninggalkan Keenan


Keenan yang melihat kepergian Chika hanya terdiam ia berlalu menaiki motornya pergi entah kemana


...****************...


Clara dan Gilang berhenti disalah satu rumah makan


"Kau masih mencintai Keenan?" Tanya Gilang


"Entah ini cinta atau apa aku tidak tau namun rasanya masih sakit melihat Keenan dekat dengan Chika" ucapnya meneteskan air mata


Gilang memberikan sapi tangan pada Clara itulah yang selalu Gilang lalukan Jika Clara menangis


"Terimakasih"Ucap Gilang


Taklama pelayan pun datang membawah pesanan keduanya


Keduanya pun makan tanpa ada kata sedikit pun tanpa mereka sadari Keenan melihat semua itu dari jauh emosi Keenan memuncak


Brakk


sontak Clara dan Gilang terkejut kemudian menatap Keenan yang wajahnya telah merah akibat marah


Buggh


satu pukulan mengenai wajah tampan Gilang hingga hidungnya mengeluarkan darah segar perkelahian pun terjadi Keenan yang emosi membabi buta memukul Gilang


"Berhenti" Teriak Clara dengan lantang


Keenan berhenti memukuli Gilang Clara beralih menarik gilang membuat Keenan terkekeh


"Kalian berhubungan dibelakang ku hebat" tekan Keenan


Mendengar itu Clara menatap Keenan dengan tajam apa yang Keenan lakukan mempermalukan dia


"Berhenti omong kosong keenan" ucap Clara mencoba menahan emosinya


"Omong kosong lalu apa ini Clara kau masih kekasihku dan kau jalan dengan pria lain dasar murahan" tekan Keenan


Plakkkk


Tamparan keras mendarat kepipi Keenan


"Jika aku murahan lalu kau apa hah" emosi Clara memuncak


Keenan diam tak bisa berkata apapun lidahnya terasa kaku Clara mengusap air mata dengan kasar melihat jijik kearah Keenan


"Katakan pada ku tuan KEENAN MALIK MAHENDRA" Tekan Clara dengan lantang


"KAU BILANG AKU MURAHAN HAH LALU KAU BERJALAN DAN MENINGGALKAN KEKASIHMU DEMI WANITA LAIN KAU PANTAS DI SEBUT APA,,,,JAWAB" Teriak Clara


Gilang mencoba menenangkan Clara menatap sinis Keenan yang menunduk


"MULAI SEKARANG KITA PUTUS AKU CLARA ANASTASYA PRATAMA MEMUTUSKAN HUBUNGAN KU DENGAN MU TUAN KEENAN MALIK MAHENDRA " teriak Clara


Setelah itu Clara berlalu pergi dari sana


"Penyesalan selalu dibelakang Keenan jangan jadi seperti ku" ucap Gilang kemudian mengejar Clara


Clara menangis sakit kata yang ia dapatkan dari Keenan


Gilang yang melihat itu menarik Clara dari dekapannya Clara menumpahkan semua air matanya tak mampu menahan semuanya


Setelah reda gilang pun mengantar Clara pulang