CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Perhatian Gilang



Seminggu telah berlalu seminggu pula Keenan dan Clara tak saling sapa melihat pun Clara selalu membuang muka dan terlihat cuek


Hari-hari Clara selalu melihat Keenan bermesraan bersama Chika jika ditanya apa hubungan keduanya Clara dan Keenan belum memutuskan hubungan namun jarang keduanya tercipta karena Chika


Keenan selalu ada didekat Chika membuat Clara cemburu namun berusaha untuk mengubur perasaan sakit tentu namun Clara malas untuk mencari ribut dengan perempuan seperti Chika


Setiap hari juga Clara selalu mendapatkan susu dan roti kesukaannya serta pesan-pesan dari nomor misterius namun itu membuat Clara sedikit ceria tak memikirkan Keenan


Sekarang Clara Tia dan Gilang berada dikantin yah Gilang mendekatkan diri pada Clara walau menjadi teman setidaknya Gilang masih menjadi bagian Clara tersenyum


"Cla mulutmu" sontak Gilang membersihkan sisa makanan yang terdapat pada sudut bibir Clara


Clara hanya tersenyum sedangkan di sisi meja lain Keenan yang melihat itu merasa panas Keenan masih saja egois tak ingin melepaskan Clara dan Chika


Chika yang melihat tatapan cemburu Keenan menjadi tak suka kedekatan dengan Keenan hanya sebatas sahabat Chika menginginkan lebih namun Keenan masih menjadi kekasih Clara


"Kayaknya mereka dekat deh" sahut Chika mencoba memanasi keenan


Keenan yang sedang terbawah emosi berdiri dan meninggalkan kantin Chika yang melihat itu hanya tersenyum ia terus berusaha menciptakan jarak antar Keenan dan Clara


...****************...


"Cla aku ingin bicara " ucap Keenan


sontak Clara menatap Keenan yang sudah ada di dalam kelasnya Clara mengerutkan keningnya


"Cla pliss" mohon Keenan


Clara pun bangkit dan berjalan keluar Keena mengikuti dan keduanya pergi ketaman


"Jauhi Gilang" ucap Keenan


"Untuk apa?" Tanya Clara tak mengerti


"Aku kekasihmu Clara dan aku tak suka kau dekat dengan Gilang" sahut Keenan


Clara mendengar itu tertawa kekasih lalu apa Keenan perna berpikir tentang perasaan Clara yang melihat dengan Chika


Keenan nampak orang bodoh bagi Clara


Clara terus tertawa membuat Keenan sedikit emosi


"Jauhi Gilang" bentak Keenan


Mendengar itu Clara menatap tajam pada Keenan


"Baiklah,,jauh Chika kalau begitu" sahut Clara tenang


Mendengar itu Keenan menjadi diam ia tak bisa menjauhi Chika namun ia juga tak suka Clara dekat dengan Gilang


"Chika sahabat ku Cla" ucapnya


Lagi-lagi Clara tertawa mendengar itu


"Aku dan Gilang hanya teman" sahutnya lagi


"Tapi Gilang menyukaimu" Keenan meninggikan suaranya


"Jangan meninggikan suaramu Keenan" bentak Clara emosi


"Kau pikir Chika tak punya perasaan untukmu,kau lebih mempercayai dia dari pada aku,dan sekarang kau menyuruhku untuk menjauhi Gilang" ucap Clara panjang


Keenan hanya terdiam melihat itu Clara tersenyum sinis melihat kebisuan Keenan


"Cla aku sahabat"


Sorot mata tajam membuat Keenan tak mampu menatap Clara


"Aku muak Keenan jika kau menyuruhku untuk menjauhi Gilang maka jauhilah Chika kau paham" tekan Clara berlalu dari sana


Keenan hanya melihat punggung Clara yang menjauh mengusap wajahnya dengan kasar apa ia menyakiti hati Clara namun ia tak ingin kehilangan keduanya sangat egois itulah Keenan saat ini


Clara masuk kedalam kelas dengan wajah kesal


"Dingin Gilang" sontak Clara saat Gilang menempelkan air dingin pada pipi chubbynya


Melihat wajah Clara Gilang terkekeh dan memberikan minuman itu pada Clara


Clara menerima itu meminumnya hingga habis


Huh


menghembuskan napas kasar sungguh sakit dan emosi yang Clara rasa menjadi satu


Clara merebahkan kepalanya dimeja memejamkan matanya Gilang mengelus lembut rambut Clara memberikan Clara kenyamanannya


hingga tak terasa Bell pulangpun berbunyi Clara bergegas Keluar


Clara menatap Keenan bersama Chika membuat Clara tersenyum kecut melangkah tanpa memperdulikan keduanya


"Naik" ucap Gilang


Clara pun menaiki motor Gilang karena ia tak membawa mobil rasanya sangat malas


Keenan yang melihat itu mengepalkan tangannya


"Mungkin sebentar lagi mereka jadian" ucap Chika berlaga polos


Keenan tak memperdulikan itu melajukan motornya mengantar Chika ke apartemen


...****************...


"Terimakasih" ucap Clara saat tiba di gerbang kediaman Pratama


"Kau tak tinggal di mansion Alexander?" Tanyanya pasalnya Gilang tau jika Clara saat ini adalah jiwa Ciara putri Alexander


"Tidak Daddy dan mommy ke Italia dan tinggal disana jadi aku tinggal bersama papi dan mami" ucapnya


Gilang hanya mengangguk kepalanya dan pamit untuk pulang


Clara pun melangkah masuk keningnya mengkerut saat melihat maminya dengan beberapa barang


"Mami membeli ini semua?" tanyanya


"Tidak sayang ini semua untukmu mami tidak tau dari siapa tadi kurir yang mengantarnya" jelas ibunya


"Sebanyak ini?" Ucap Clara tak percaya


Ibunya hanya mengangguk Clara pun menyuruh beberapa pelayan untuk mengantarkan barang tersebut dikamarnya


Clara membuka satu persatu dan tersenyum isinya adalah barang yang ia inginkan saat menjadi Cia namun belum sempat karena ia harus menjadi Clara


Clara memutuskan untuk membersihkan diri setelah itu ia melihat ponselnya dan terdapat isi pesan


Bagaimana kau suka


Clara tersenyum bahagia