
Pagi ini Keenan sedang bergulat dengan berkas yang ada di atas mejanya Keenan yang memiliki sifat gila kerja dan tertutup hingga ia tak memperdulikan apapun
"Maaf tuan muda" ucap seseorang yang baru datang
"Hmm" ucap Keenan tanpa melihat pada seseorang itu
"Nona Clara telah kembali"
Deggg!
Mendengar itu Keenan langsung beralih menatap asisten pribadinya yang sedang menundukkan kepalanya
"Apa itu benar?" Tanya Keenan
Keenan sangat bahagia mendengar Clara kembali ia sangat menantikan hal ini selama 6 tahun hidup dalam rasa bersalah bukan kah hal yang muda
Diluar saja nampa sekretaris Keenan mendengar semua pembicaraan Keenan dan asisten pribadinya
"Siapa itu nona Clara" gumamnya
"Apa ini tuan muda begitu antusias mendengar hal itu"
tak lama terdengar suara pintu wanita yang sedang mendengar pun beralih ke mejanya ia menatap dua orang yang baru keluar dari ruangan Keenan
Keenan hanya melangkah tanpa melihat gadis itu tersenyum manis merasa di abaikan membuat gadis itu kesal
...****************...
"Mommy Qila datang" Teriak gadis kecil yang datang bersama Tia
"Kesayangan mommy" ucap Clara merentangkan tangan memeluk tubuh mungil Qila
"Siapa nih yang datang" ucap mami Clara
"Halo Oma" sapa gadis kecil itu
"Sini sama Oma sayang" panggil mami Nisa pada Qila
Qila pun menurut dan beralih mengikuti omanya Clara menatap Tia
"Ada apa?" tanyanya
"Bisa titip Qila yah" ucap Tia
"Loh mau kemana?" tanya Clara
"Shopping hehe" jawab Tia menampilkan wajah tak berdosanya
Mendengar itu Clara memutar bola malasnya Tia selalu saja menitip Qila jika ini berbelanja membawa anak kecil akan merepotkan
"Nggak" ucap Clara tegas
Mendengar itu Tia memelas
"Ayolah cla" mohon Tia
Clara tak memperdulikan ucapan Tia Clara meraih minuman dan meminumnya kemudian membuka hp dan memasang handset pada telinganya
Tia yang melihat itu kesal ia berjalan dan mencabut handset yang ada pada telinga Clara
Clara memberi tatapan tajam pada Tia namun Tia sama sekali tidak takut ia terus memohon membuat Clara pusing
"yah udah sana pergi" ketus Clara
Tia yang mendapatkan jawaban itu langsung memeluk Clara mencium pipi kiri dan kanan Clara yang melihat itu membulatkanya
"Tia pergi atau "
Mendengar itu Tia bergegas berlari keluar rumah Clara yang melihat tingkah Tia menggelengkan kepalanya
Clara melirik jam ia harus ke kantor ia pun bangkit dan berjalan menuju taman dimana ada mami dan Qila
"Mi" panggil Clara
"Iya sayang" sahut mami Clara
"Tia nitip Qila tolong di jaga yah Clara ada urusan kantor" ucap Clara pada maminya
"iya mami jaga kok Qila kan cucu mami"
Mendengar jawaban maminya Clara merasa lega dan beralih melihat Qila
"Qila" panggil Clara
"Iya mom" sahut Qila
"Kamu sama Oma dulu yah mommy mau ke kantor ingat Qila jangan nakal pulang nanti mommy ajak Qila ke taman" ucap Clara menjelaskan
"Oce mom Qila nggak nakal kok" ucap Qila
Clara menciumi pipi chubby Qila dan beralih mencium punggung tangan maminya
Clara keluar dari Mansion Pratama melajukan mobilnya ke perusahaan Pratama grup
Tiba di sana Clara masuk dengan anggunnya tatapan mata seluruh karyawan yang bekerja takjum melihat CEO mereka
Clara tak kala ramah ia selalu saja tersenyum pada setiap karyawan yang ia lewati bisik-bisik pun mulai terdengar namun Clara tetap jalan menuju ruangannya
"Cantik baget yah anak tuan besar"
"Coba aku kayak dia"
"Mimpi "
"Sudah-sudah kembali berkerja "
Semuanya pun kembali pada aktivitas masing-masing Clara sibuk dengan beberapa berkas yang harus ia pelajari bunyi handphonenya mengalih kan pandanganya
Clara tersenyum pada seseorang yang melakukan vc pada dirinya Clara menyimpan semua berkas dan menekan tombol Hijau pada layar handphone miliknya
Menampilkan wajah seorang pria tampan yang sedang tersenyum kearahnya
"kamu sibuk?" Tanya pria itu
Clara meletakkan handphonenya pada buku mengatur agar kamera menghadap wajahnya kemudian ia fokus memperhatikan berkas-berkas yang ada
Lelaki yang ada di sana tersenyum melihat wajah cantik Clara yang begitu serius
"Cla" panggil pria itu
"Iya" sahut Clara
"Saatnya makan siang" ucapnya
Clara tersenyum hangat pada pria yang merupakan tunangannya ya pria itu adalah Leo
"Baiklah kamu jangan lupa makan siang" ucap Clara
Leo tersenyum dan Clara mematikan telponnya Clara membereskan beberapa berkas kemudian berlalu keluar untuk mencari makan siang
...****************...
Disisi lain Keenan yang sedang ada rapat di salah satu restoran mewah bersama asisten dan sekretarisnya
Keenan tak perna keluar berdua dengan sekretarisnya karena Keenan tak ingin wanita itu melewati batas jika sedang bersamanya
"Wah,, saya takjum dengan proyek anda tuan muda" ucap seorang pria tua berbadan gendut
Pria tua itu terus menatap wajah cantik sekretaris tuan muda Keenan tau namun ia tak perduli
"Saya dengar wanita yang anda tunggu telah kembali tuan" ucap pria tua itu sekedar basa-basi
"Hmm" satu kata keluar dari mulut Keenan
"Sayang sekali padahal saya ingin anda menjadi menantu saya" ucapnya di iringi gelak tawa
"Siapa wanita yang membuat tuan Keenan menunggu" Gumam sekretaris Keenan dalam hati
wajahnya bisa menampilkan cemburu namun keenan tak menghiraukan itu bagi Keenan sesuatu yang berada di sekitarnya bukan lah hal yang penting
"Maaf tuan jika tidak ada lagi kami permisi" ucap asisten Keenan
Tak butuh waktu lama Keenan berdiri dan meninggalkan ketiganya saat akan keluar Keenan tak memperhatikan jalan
Brakk
Keenan menabrak seseorang yang sedang berjalan entah mengapa Keenan merasa kerinduan dihatinya muncul ia mengurulkan tangan pada gadis yang ia tabrak
Gadis itu meraih tangan Keenan dan berdiri keduanya saling menatap tak percaya tatapan yang Keenan rindukan
Keenan melihat gadis cantik lengkap dengan stelan kantornya Keenan terus menatap wajah cantik yang selama ini ia rindukan yang selama ini ia tunggu
Yah gadis yang Keenan tabrak tak lain adalah Clara
Clara yang melihat itu terkejut secepat ini kah keduanya bertemu takdir apa yang keduanya milikki Keenan dan Clara masih menatap satu sama lain tatapan tak percaya diantara keduanya
Sekretaris Keenan yang melihat itu mengepalkan tangannya pasalnya Keenan begitu dalam menatap gadis yang ada di depannya ia berjalan mendekati Keenan namun dicegah oleh asisten pribadi Keenan
"Jangan lampaui batasan mu" ucapnya tanpa menoleh ke arah sekretaris Keenan
Sekretaris Keenan hanya mengedus kesal pasalnya tuan dan asisten sama saja sama dingin dan tak perduli
"Cla" setelah berapa lama diam Keenan membuka suara
Tak ada jawaban dari Clara Keenan meraih lembut tubuh Clara dalam pelukannya ia menangis dalam pelukan Clara
Sekretaris yang melihat itu semakin kesal Keenan memeluk bahkan menangis ia saja tak pernah dilirik lalu wanita ini
Keenan terus memeluk Clara menumpahkan segala kerinduan dan penyesalan yang ia miliki