CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
S2(spesial anak Clara)



Beberapa tahun kemudian....


Gue Kania putri Pradipta wanita cantik dengan segala ketengilan yang gue punya gue memiliki saudara kembar bernama Keenan Malik Pradipta panggil saja es batu,mau tau gue anak siapa?


Yah,gue anak Daddy Leo dan mommy Clara,gue baru masuk SMA tahun ini Gue dan kak Keenan beda 5 menit pria dingin itu lahir deluan


Gue bukan pemeran utama tapi yah pria es itu jarak bicara menuruni sifat Daddy,satu lagi pria dingin yang mau gue kenalin dia Gabriel beda setahun sama gue dia anak mami Tia dan papi Gilang dan beberapa inti Greenland


yah Greenland geng motor yang dulu di ketuai oleh papi Gilang sekarang Keenan menjadi ketua geng tersebut


dan disini gue sebagai yang paling cantik satu-satunya cewek yang ada upss ada kak Aqila namun sekarang ia tak bersekolah bersama kami


kisah kami di mulai di sini.....


"Hai" sapa seorang wanita


inti Greenland terus melangkah tanpa menghiraukan sapaan gadis tersebut


"Dihh,,,males jalan sama para es batu kayak kalian" ketus Kania


Kania memilih melangkah sendiri ia begitu malas jika harus berada di tengah-tengah kumpulan orang-orang yang memiliki sifat dingin itu


"Keenan,,Kania tuh" sahut Gabriel


"Biarin aja" sahut Keenan


Keenan terus melangkah mengikuti langkah kaki adik kecilnya yang menjauh dari inti Greenland


inti Greenland bersekolah yang sama namun memiliki kelas yang berbeda, mereka pun memutuskan untuk berpisah dan ke kelas masing-masing


Kania tiba di dalam kelas dengan wajah cemberut langsung mengdudukan bokongnya pada kursi dan merebahkan kepalanya dimeja


"Kok cemberut sih" sahut Anisa


Anisa adalah sahabat Kania,Anisa sendiri anak yatim piatu yang besar di panti asuhan Kania sering sekali mengajak Anisa untuk tinggal bersama namun Anisa selalu menolak ia tak ingin menjadi beban bagi Kania dan keluarganya


"Tau ah tuh para es batu bikin kesel" ketus Kania


Anisa tau betul siapa yang Kania maksud itu tak lagi adalah Abang dan kawan-kawannya Anisa Hanya terkekeh geli melihat wajah murun Kania


Kania tak menuruni sifat Daddy atau mommy ia menjadi anak periang dan agak bandel


"Udah nggak usah di pikirin" ucap Anisa menenangkan sahabatnya


Kania pun beralih mengambil ponselnya


"Waw,,,entar malam gue mau balapan" sahutnya


"Kania,,tapi mommy udah ngelarang" ucap Anisa memperingati


"aiss tapi hadiahnya besar 50 juta" ucapnya dengan bangga


Anisa hanya mengdepuk jidatnya 50 juta rasanya tak percaya seorang anak dari Leonardo Pradipta balapan hanya untuk 50 juta


Kania memang memiliki hobi balapan berbeda dengan saudara kembarnya ia lebih malas memperlihatkan diri didunia luar,Kania menuruni sedikit sifat Clara saat menjadi Cia


"Kania kalau mommy tau gimana?" tanyanya lagi


"Mommy nggak bakal tau tenang aja" ucap Kania santai


...****************...


"Kalau gue menang loh jadi pacar gue"


Taruhan dari pria tampan dan gadis cantik itu di saksikan oleh banyak orang


termasuk sahabat sih gadis.dan gadis cantik dengan gaya tomboi itu


Dia tak lain adalah Kania putri Pradipta putri dari keluarga Pradipta


Kania adalah wanita cantik dan pintar yang selalu menjadi dambaan pria disekolah maupun di luar sekolah


sayangnya kecantikannya sangat sulit di dapatkan kecantikan yang menurun dari ibunya


"Kania loh yakin?" Tanya Anisa


"Udah serahin aja sama gue,,duit limapuluh juta Im goming" sahutnya


Anisa pun tak bicara lagi ia tau watak sahabatnya yang keras kepala


Brummm....


Brummm...


Brummm


dua orang sudah menaiki motor besarnya dengan berjejeran disaksikan oleh banyak orang


Kania melirik sinis pada lawan yang tak lain adalah Denis sang Playboy


"Are you ready"


"One"


"Two"


"Go"


Brumm


Dua motor itu melaju dengan kencang mengembus angin malam


tak perlu waktu lama Kania tiba digaris finis dengan Denis yang tertinggal jauh di belakang


"Okee,, pemenangnya adalah Kania!!"


Kania yang mendengar itu tersenyum sinis menatap remeh pada Denis,gadis cantik itu melepas helm dan turun dari motornya begitupun dengan Denis


Denis menatap kesal kearah Kania


"Gue terima" ucap Kania saat menerima uang itu


"Yuk balik " ajaknya pada nisa


Kedua gadis cantik itu pun berlalu menaiki motor besar membela jalan yang gelap sepi karena sudah menunjukkan pukul satu malam


keduanya mulai memasuki gerbang Keluarga Pradipta,yang sudah di buka oleh satpam penjaga mansion tersebut


"Gue takut mommy marah" lirih Anisa


sedangkan Kania begitu santai berjalan menuju pintu utama kediaman Pradipta


dan benar saja semua nampak sunyi namun saat melangkah masuk Kania melihat sang kakak yang sedang duduk dengan melipat tangan kedada menatap Kania dengan tajam


Kania yang melihat tatapan kakanya hanya tersenyum kaku


"Kebiasaan" ketus Keenan


Kania hanya memutar bola malasnya kakanya selalu saja begitu terlalu kaku


"Menang lagi dong" ucap Kania memperlihatkan uang yang berada di tangannya kemudian berlalu masuk ke dalam Anisa hanya terus mengikuti langkah sahabatnya


"Mommy dan Daddy sudah tidur kita keatas aja" ajak Kania


"Dari mana kalian" tiba-tiba suara muncul bersama dengan lampu menyala


Kania balik dan tersenyum ramah


"ehh, mommy dari luar cari angin" ucapnya dengan santai


"Kamu tuh anak perempuan Kania tidak sepantasnya kamu keluar hingga larut begini,contoh tuh Keenan, mommy tuh nggak bandel kok kamu bandel banget sih" ucapnya


"Apasih mom jangan bandingkan Kania dan es batu itu"


"Selalu saja ada jawaban yah,sudah sekarang kamu masuk bersihkan diri terus tidur awas kalau mommy naik dan kamu masih masih game mommy sita motor kamu" ancam Clara


"Ckk,, mommy menyebalkan " ucap Kania menghentakkan kaki menaiki tangga


Clara merasa pusing menghadapi putrinya entah sifat siapa yang menurun pada anaknya itu


Clara duduk dikursi yang ada di ruang tamu menatap lurus kedepan ia selalu berpikir apa didikannya terlalu keras hingga membuat Kania sulit untuk diatur


Keenan yang melihat ibunya berjalan menghampirinya


"Mom" sapa Keenan


Clara melihat wajah putranya wajah yang lembut


"Sayang tidur lah besok kau Sekolah" ucapnya


Keenanpun menuruti keingin ibunya melangkah menaiki tangga menuju kamarnya Clara hanya tersenyum melihat wajah Keenan


Keenan Malik Pradipta nama yang sama namun dengan marga yang berbeda Keenan Malik Mahendra nama seorang yang perna hidup dihati Clara


Clara memberikan nama pada anaknya sesuai dengan permintaan terakhir dari Keenan


Flashback


"Aku ingin kau memberikan namaku disalah satu nama putramu nanti" ucap Keenan dengan napas yang hampir habis


Clara terkejut mendengar itu untuk apa ia memberikan nama putranya dengan nama Keenan


Keenan tersenyum getir melihat ekspresi Clara


"Cla, aku tak bisa menjagamu dan malah membuatmu sakit hati"


"Izinkan namaku hidup dalam putramu agar aku bisa selalu menjagamu"


"Aku tau putramu tak akan pernah menyakitimu seperti aku menyakiti hatimu"


"Anggap ini permintaan terakhirku"


Clara terus menatap Keenan kemudian beralih menatap Leo yang hanya menganggukkan kepalanya


"Loh harus hidup Keenan" lirih Clara


"Gue udah nggak kuat Cla"


"Hanya itu yang gue minta dari kalian"


"Teri...ma....kasih" ucap Keenan menutup matanya


Clara dan leopun keluar dan membiarkan dokter memeriksa Keenan


Flashback off


Clara mengingat itu tersenyum ia telah memenuhi permintaan terakhir dari mendiang Keenan


"Gue udah penuhi permintaan loh,,tolong jangan merasa bersalah lagi" ucapnya


Clara menghapus air matanya kemudian bangkit menuju kamar Dimana ada Leo di sana yang selalu menyambutnya dengan senyum hangat