CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Keingat pada Clara



Keenan yang telah di hajar habis-habisan merasakan sakit yang luar biasa Keenan duduk ditepi ranjang matanya melirik ke seluruh penjuru kamarnya hingga tertuju pada satu bingkai foto yang masih tersimpan di sana


Keenan berjalan mendekati dan mengambil foto tersebut foto yang dimana Terlihat wanita cantik dengan senyuman manis berada dimotor kesayangannya


"Clara" gumamnya


Keenan terus menatap foto Clara gadis yang memiliki jiwa Cia hingga tak sadar Keenan menjatuhkan burilan bening


Keenan mengingat hal yang perna ia dan Clara lakukan sebelum Keenan berubah dan memilih Chika


Keenan yang belum mengetahui hatinya untuk siapa lebih memilih Chika yang ia anggap cinta pertamanya sayangnya Keenan tidak mengenal siapa Chika sebenarnya


Keenan keluar menuju kolam renangnya sambil membawa foto Clara hari sudah menunjukkan rembulannya Keenan duduk di tepi kolam menatap bulan


"Cla apa kau tak mengingat ku" Lirihnya buliran bening terus merambas membasahi pipi Keenan


Keenan mengingat momen yang sangat bahagia dalam hidupnya entah mengapa ia bersama Chika namun selalu mengingat satu wajah


Setelah puas Keenan pun berjalan masuk kedalam kamarnya menyimpan foto Clara


...****************...


Disisi lain tepatnya di mansion Pratama


"Cla jadi apa rencana mu?" Tanya Tia


mendengar itu Clara tersenyum devil Tia yang melihat itu sontak kaget ia tau jika Cia dulu mengeluarkan senyum itu artikan akan terjadi sesuatu yang sangat fatal


"Jangan bilang loh mau bunuh Chika?"tebak Tia


Clara mendengar itu sontak lemparkan bantal megenai wajah Tia


"Enaknya gue lebih memilih dia hidup menderita dari pada mati" ucap Clara dengan tatapan mata tajam


"Cla kan bisa loh buat aja sama kayak loh membongkar kebusukan Bella" sahut Tia


Tia terus membujuk sahabatnya itu agar mah tetap berada di sisinya namun Clara adalah Cia


Jika saja itu Clara mungkin akan mudah namun sekarang ada Cia


Cia tak perna mau dibantah dan tak perna nah mengubah keputusan yang telah ia susun dengan begitu rapi


"Cla" sahut Tia


"Nggak kali ini gue ingin Keenan menyesal dan tak memiliki kesempatan untuk meminta maaf" Ucap Clara


Clara Begitu merasakan sakit hati dan itu sangat membekas dalam dirinya


"Keenan kan bisa nyusul ke sana" sahut Tia percaya diri


"Itu kalau loh kasih tau gue dimana" sinis Clara


Clara menatap tajam pada Tia bukannya takut Tia justru membalas tatapan itu


"Apa loh" sahut Tia ketus


"Awas yah kalau loh berani ngasi tau pada Keenan" ucap Clara dengan penuh tekanan


"Yah kalau gue ingat" sahut Tia bercanda


Clara hanya memutar bola malasnya


"Loh tenang aja gue kan sahabat yang baik" ucap Tia


Tia langsung memeluk Clara dalam dekapannya


"Thanks yah" ucap Clara tulus


Setelah puas keduanyapun memutuskan untuk tidur


...****************...


Malampun telah usai kini rembulan telah berganti menjadi mentari yang menyambut dengan kehangatannya


Keenan yang terus memikirkan Clara memutuskan untuk menemui Clara di kelas namun saat tiba di sana Keenan tak menemukan Clara


Tia yang melihat Keenan dari kejauhan merasa malas hingga ia memutuskan berlalu ke kantin menunggu Keenan yang berlalu dari kelasnya baru lah ia ke sana


Setelah Tia rasa Keenan sudah tak ada tiapun dengan langkah gontai menuju kelasnya bersyukurlah karena kelas Tia sedang jamkos


Tia masuk dan mendudukkan dirinya ke kursi yang ia punya menatap dua meja yang kosong sekarang ia hanya sendiri sebenarnya Tia ingin ikut namun demi menjalankan rencana Clara Tia rela bertahan disini


Jam pelajaran pun telah usai seluruh murid SMA Garuda berhamburan untuk ke kantin


"Dimana Clara?" tanya keenan tanpa basa basi


"Nggak tau" jawab Tia cuek


Tia melangkah pergi namun tangannya di cekal oleh Keenan Tia menatap Keenan dengan tatapan tajam


"lepas" Tekan Tia


Keenanpun segera melepas tangan Tia setelah lepas tiapun berjalan meninggalkan Keenan yang masih terdiam di dalam kelas


Keenan melirik bangku milik Clara kemudian tersenyum getir


"Apa kau menjauh dariku" Lirih Keenan


Hari ini Keenan sendiri Chika sedang tidak enak badan karena itu ia tak masuk sekolah


Keenan terdiam cukup lama ketika ia rasa sudah cukup Keenan pun berjalan keluar dari kelas


...****************...


Disisi lain Clara telah siap semua persiapan telah ia lakukan dan Clara juga akan melakukan rencananya


"Cla sayang" sapa maminya


"Iya mi" sahut Clara


Clara melihat ibunya yang tertunduk sedih berjalan mendekati dan menciumi pipi ibunya


"Cla akan baik-baik saja mami" ucapnya


Clara tau maminya sangat khawatir dan tidak ingin lepas dari anaknya namun ia juga tak boleh egois bagaimana pun Clara sekarang hanyalah raga jiwa Clara adalah Cia ia tak bisa selalu melarang anaknya karena keluarga Alexander pernah menceritakan bagaimana watak Cia


Walau sekarang sudah banyak berubah Clara tetaplah Cia yang keras kepala dan tak ingin di bantah


"Mami akan rindu sayang" lirihnya


"Mami setelah pendidikan Clara selesai cla janji akan kembali pada mami" ucapnya


Clara terus mencoba menyakikan ibunya ia sudah berjanji pada jiwa Clara yang asli bahwa ia akan tetap menjaga ibunya


"Mami akan merindukan mu nak" ucapnya kemudian memeluk erat tubuh putrinya


"Cla,sayang" suara bariton lelaki paruh baya membuat pelukan Clara dan ibunya terlepas


Keduanya menatap seseorang yang datang ternyata adalah ayah Clara


Melihat itu Clara tersenyum tentu Lelaki itu membalas senyuman putrinya


"Jangan lupa kan kami" lirihnya


"Apa yang papi bicarakan mana mungkin seorang putri melupakan orang tuanya" ucapannya


Clara menatap bergantian ayah dan ibunya


"Walaupun aku sebenarnya adalah Cia tapi kalian tetaplah orang tuanya ku" ucap Clara lagi


kemudian ketiganya berpelukan dengan sangat erat ini kali pertama mereka akan melepaskan Clara untuk pergi jauh tanpa mereka


keduanya tidak cemas berlebihan karena Clara akan tinggal dengan keluarga Alexander hanya saja mereka pasti akan merindukan kehadiran Clara


"Jika mami papi merindukan ku datang lah ke sana" ucapnya


"Tentu sayang" ucap papinya mencubit hidung putrinya


...****************...


waktu terus berlalu Keenan masih terus memikirkan gadis yang sama sekali tak pernah ia lihat sekarang


Keenan sedang duduk sendiri diatas motornya Keenan bukan hanya kehilangan Clara tapi juga kehilangan teman-teman inti Greenland


Masih ada yang ingat dengan inti Greenland?


Inti Greenland masih bersekolah sama dengan Keenan namun Keenan memilih menjauh dari gengnya demi terus bersama Chika


Kini Keenan bukan lagi inti atau anggota Greenland


Teman-teman Keenan yang kecewa pada keputusan Keenan bahwakan saat Keenan menjauh dari mereka hanya demi seorang gadis


setelah lama menunggu Keenan tak menemukan apa yang ia cari Keenan pun memutuskan untuk pulang