
Brakkk
Suara benturan keras berasal dari mobil Keenan
Jalanan yang sunyi menjadi ramai Keenan yang berada di dalam mobil penuh dengan darah yang terus mengaril memenuhi wajah tampannya
...****************...
kini semua orang telah berkumpul didepan ruang ICU tempat Keenan berjuang untuk hidup disana terdapat Inti Greenland dan juga Clara
Clara mendapat kabar bahwa Keenan kecelakaan ia bergegas dari kantor menuju rumah sakit
semua tampak cemas melihat kondisi Keenan saat ini
"Bagaimana keadaan Keenan" suara wanita paruh baya yang baru saja tiba di sana
Clara yakin itu adalah orang tua Keenan
"Dokter belum mengatakan apapun"
mendadak wanita paru baya itu terjatuh pingsan
"Astaga" Clara terkejut
dokter dan beberapa Penagan media keluar dengan membawa bangkar berisi Keenan berjalan menuju ruang operasi
"Dok bagaimana keadaan Keenan" tanya Clara
"Maaf nona kami harus cepat melakukan operasi" ucap dokter tersebut
Clara ingin masuk namun di tahan ia berdiri menatap ruang operasi Keenan sedang berjuang melawan hidup
beberapa inti dan anggota Greenland yang dulu tiba kebanyakan anggota Greenland adalah anggota baru
Clara hanya menatap nanar ia bahkan menangis untuk Keenan dalam hati Clara masih menyimpan secuil perasaan untuk Keenan
bukan hanya Keenan Clara pun sama waktu tak bisa mengubah perasaan yang telah ada
Taklama Tia dan Gilang datang Tia langsung menghampiri Clara yang sedang menatap kosong Tia tau Clara pasti merasa bersalah Keenan seperti ini karena mengetahui Clara akan menikah
"Tia,,,Keenan" sahut Clara dengan mata yang terus membasahi pipinya
"Cla kita berdoa yah" ucap Tia menenangkan Clara
Gilang yang melihat itu bangkit dan menghampiri istri dan juga Clara ia meraih Clara dalam pelukannya berusaha menenangkan adik kecilnya,Tia tak pernah marah akan hal itu Tia mengenal Clara dan Gilang ia tau perasaan sahabat yang sudah ia anggap seperti adiknya
"Lang,,Keenan" isaknya
Clara tak mampu menahan air mata ia merasa bersalah namun ia juga tak ingin Keenan merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan dirinya lagi
"Sudah,,jangan salahkan dirimu" ucapnya
Gilang terus mengelus rambut Clara membuat Clara sedikit tenang Clara berulang kali menghembuskan nafas kasar ia tak menyangka ini semua
Clara masih dalam dekapan Gilang tiba-tiba seorang wanita datang dan marah
Plakkk
satu tamparan mengenai pipi mulus Clara itu dilakukan oleh Ara sekretaris Keenan yang datang dengan wajah merah akibat marah
saat ara mendengar Keenan kecelakaan ia begitu menyalahkan Clara akan hal ini semua orang terkejut gerakan wanita itu terlalu cepat tak ada yang menyadari jika ia akan menampar Clara
Clara hanya menatap dalam wanita itu
"Gara-gara kamu tuan Keenan seperti ini" teriaknya dia bagai orang tak waras
"Andai kau terus saja menghilang dan membiarkan tuan Keenan hidup dalam kenangan ini semua tak terjadi,,ini semua salahmu" teriaknya menunjuk wajah Clara
Clara hanya diam mendengar semua ocehan yang keluar dari mulut wanita itu sedang Gilang dan Tia mulai geram
Gilang dengan cepat mengcekram kuat dagu wanita itu membuatnya merintis kesakitan wajah marah Gilang terlihat jelas ia tak ingin ada yang berani menyakiti Clara apa lagi tepat di hadapannya
"Gilang,,,lepaskan dia bisa mati" ucap Clara
"Biarkan saja Clara dia telah menamparmu" ucap Tia yang mendukung ulah suaminya
"Tia,,dia bisa mati" ucapnya lagi
Gilang akhirnya melepaskan wanita itu ketika wajah wanita itu telah membiru
ara menghirup udara begitu banyak ia seakan akan mati akibat amarah Gilang ia menatap tak suka pada Clara
ingin sekali ia berbuat sesuatu namun ia tak ingin mengambil resiko ia pun memiliki untuk duduk
sudah hampir tiga jam Keenan berada dalam ruang operasi dokter sama sekali tak memberi tahu keadaan pasien didalam
Clara masih merasakan kecemasan yang mendalam ia tak ingin Keenan kenapa-kenapa atau ia akan merasa bersalah
"Keenan gimana" Lirihnya
"Gue ingin ketemu Keenan" ucapnya
Gilang terus mengelus rambut Clara mencoba agar Clara tetap tenang ia tak ingin Clara gegabah
"Cla loh makan yah" ujar Tia memberi makan pada Clara
"Nggak,,,gue nggak lapar" ucapnya
"Pliss makan sedikit saja" bujuk Tia
Clara menatap Tia dengan dalam akhirnya ia mengangguk kepalanya Clara pun makan dengan hati sedikit gelisa
...****************...
"Langsung kerumah sakit" ucap Leo
pria itu telah tiba di Indonesia saat akan menghubungi Clara Tia lebih dulu menghubungi dan mengatakan mereka semua berada di rumah sakit
Leo panik ia berpikir Clara kenapa-kenapa namun Tia menjelaskan semuanya membuat Leo sedikit lega
perjalanan dari bandara ke rumah sakit membutuh waktu yang lama ia tidak tenang ia tau pasti Clara akan merasa bersalah dalam hal ini ia tak ingin gadisnya melakukan hal yang tidak di inginkan
"lebih Cepat" perintahnya
Leo sedikit kesal ia terjebak macet ia terus berusaha menghubungi Clara namun handphone Clara mati
huh
Leo menghembus napas kasar
Setiba dirumah sakit Leo langsung menuju ruang operasi ia bisa melihat wajah Clara yang tertunduk lesu
melihat kedatangan Leo membuat seluruh kaum hawa mencoba menarik perhatian Leo namun Leo tak memperdulikan itu
Ara yang melihat Leo terus menatap wajah tampannya tanpa berkedip saat ia melihat Leo tersenyum ia merasa Leo tertarik pada dirinya ia pun segera bangkit dan memasang wajah sedihnya saat Leo berjalan kearahnya
"Cla" panggil Leo
mendengar itu Ara mengedus kesal apa kelebihan Clara hingga begitu banyak pria yang menyukainya
Clara yang mendengar suara itu bangkit dan berlari memeluk Leo,,Leo membalas pelukan itu dengan hangat ia merindukan wajah gadisnya
"Semua baik-baik saja " ucapnya
Clara masih memeluk Leo dengan air mata yang terus keluar ia tak ingin melepaskan pelukan itu
Tak berselang lama dokter keluar dari ruang operasi menatap semua orang dengan tatapan lesu
"Maafkan kami,,tuan Keenan tak bisa bertahan lama" ucap dokter dengan menundukkan kepalanya
degg
Semua orang saling tatap tak percaya kemudian menatap dokter tersebut
"Tuan Keenan ingin bicara pada nona Clara dan tuan Leo jika ada"
"Saya Clara dok"
"Silahkan masuk nona tuan Keenan ingin menyampaikan sesuatu" ucap dokter tersebut mempersilahkan Clara dan Leo masuk
Clara menatap Leo dan ia pun menganggukan kepalanya
"Ayo" ajaknya pada Clara
Clara dan leopun masuk dan melihat Keenan yang sedang berbaring dengan beberapa alat medis ditubuhnya
"Cla" lirih Keenan kecil
Clara segera berjalan mendekati Keenan dan tersenyum Begitupun dengan Keenan ia menatap Clara dengan wajah tenang kemudian beralih menatap Leo
"A,,ku Keenan" Keenan memperkenalkan dirinya
"Aku tau" jawab Leo
mendengar jawaban itu Keenan tersenyum kemudian menatap langit-langit ruang operasi itu
"Aku pernah melukai Hati Clara,,tolong jaga dia dan jangan buat dia bersedih seperti aku membuatnya sedih" ucap Keenan dengan meneteskan air mata
Napas Keenan mulai tersengal-sengal menandakan bahwa ia tak bisa bertahan lebih lama
"Boleh aku minta satu permintaan?" tanyanya menatap Clara dan Leo
"Katakan lah" ucap Clara
"Aku ingin"........