
Waktu terus berlalu Clara dan Keenan telah resmi menjalin kerja sama dan Clara berada di kantor Keenan
Clara dan Keenan bagikan orang yang tak pernah memiliki perasaan bahkan tak pernah bersama Keenan dengan sifat dinginnya dan Clara dengan sifat cueknya
bagi Clara Keenan adalah rekan kerja keduanya begitu profesional dalam hal berkerja
Namun bagi seorang wanita Clara adalah ancaman baginya ia telah mencoba berbagai cara agar Clara keluar dari perusahaan itu namun tak ada satupun usahanya yang berhasil
...****************...
Seperti pagi-pagi sebelumnya Clara datang dengan menampilkan senyum manisnya tak ada karyawan yang tak menyukai Clara bagi mereka semua Clara sempurna
tak banyak dari karyawan Keenan ingin Clara menjadi pendamping hidup tuannya
Clara tak memperdulikan pembicaraan yang baginya itu omong kosong Clara hanya berjalan menuju ruangan yang berada tepat di samping ruangan Keenan
Ara atau sekretaris Keenan selalu menatap Clara dengan tatapan tak suka namun Clara tak memperdulikan itu
"Ckkk,menyebalkan sekali tatapan itu" gumam Clara
Clara ingin sekali membuat ara tak bisa melihat namun ia berusaha untuk menahan emosi yang selalu ada jika melihat tatapan ara
Clara mencoba tak menghiraukan itu ia memilih untuk fokus terhadap beberapa berkas yang ada di sana
waktu cepat sekali berlalu sekarang menunjukkan waktu makan siang Clara membereskan beberapa dokumen sebelum bangkit
"Cla"
"Iya"
Clara melihat ke arah suara ternyata itu Keenan yang datang tanpa dipersilahkan untuk masuk Keenan berjalan menemui Clara
"Kau ingin makan siang bersama?" tanyanya
"Boleh,,tapi aku ingin membawa Qila?"
"Tak apa bawahlah putri kecil itu"
"Dia sudah menunggu kalau begitu mari kita berangkat"
Clara berjalan mendahului Keenan, Clara tak makan bersama Qila saja di sana ada Gilang dan Tia
"Apa rumah tangga mu bahagia Cla" lirih Keenan yang tak dapat didengar oleh Clara
...****************...
"Mami kemana mommy" tanya anak kecil itu berulang kali
"Qila sayang mommy sedang bekerja" sahut Tia agar anaknya mengerti
Sudah lama ketiganya menunggu Clara tak kunjung datang Qila selalu menanyakan hal yang sama kepada kedua orangtuanya
Dari arah pintu Clara dan Keenan masuk bagai Pasangan yang sangat serasi Tia dan Gilang melihat itu ingin sekali Tia memaki Keenan namun Gilang menahan tangan istirnya
Tia hanya memutar bola malasnya masih ada rasa sakit melihat sahabatnya dulu tersakiti oleh pria yang tak tau diri
Keenan dan Clara berjalan menuju meja yang terdapat Qila disana Keenan mengerutkan Keenan melihat ada Tia pikirnya Clara akan makan bersama keluarga kecilnya
"Maaf yah" ucap Clara merasa bersalah
"Mommy" teriak anak kecil itu
Clara menunduk dan menciumi kedua pipi chubby gadis itu sangat terlihat imut
"Hai gadis manis" sapa Keenan pada Qila
"Halo uncle " sahut Qila dengan senyum manis
Keenan dan Clara pun duduk bersampingan didepan mereka ada keluarga kecil Tia
berulang kali Tia menatap tak suka pada Keenan ingin sekali rasanya menghajar pria tak tau diri ini
"Sayang,,,makan jangan aduk makananmu" ucap Gilang saat melihat Tia tak memakan makanannya
Keenan yang mendengar itu mengerutkan keningnya sayang
"Apa kalian?" Keenan mengantungkan ucapannya
"Tia istriku dan Qila putri kami" ucap Gilang
"Tapi mom"
"Ya,emang kenapa kalau putri ku memanggil Clara dengan mommy toh dia anak cla juga" ketus Tia
Mendengar itu Keenan mengulaskan senyum dan bersorak dalam hati artinya ia masih memiliki kesempatan untuk mendekati Clara
Takdir memang selalu berada didekatnya Keenan melirik Clara dengan senyum tipis Sekilas harapan untuk mendapatkan wanitanya kembali
Makan siang pun terjadi tanpa suara Keenan dalam perasaan lega dan bahagia, setelah selesai Keenan dan Clara pamit untuk kembali kekantor
"Qila,,jangan nakal oke"
"Ocee mommy" sahutnya
Qila menatap Keenan dengan dalam Keenan yang melihat itu tersenyum dan menggendong putri Gilang
"uncle sangat tampan" ucapnya
Keenan yang menderita itu tersenyum ia mencium pipi Chubby Qila dengan gemas kemudian mencubit hidung kecil gadis itu
"Uncle mau jadi Daddy Qila?" tanyanya
semua orang yang mendengar itu membulatkan mata Qila tak perna senyaman itu dekat dengan seseorang bahkan dengan leopun ia tak dekat tapi dengan Keenan
"Qila sayang Daddy mu itu om Leo" ucap Tia
Tia sengaja melakukan itu agar Keenan sadar dan tak mencoba mendekati Clara lagi Tia tak ingin Clara tersakiti lagi
mendengar nama Leo Keenan hanya tersenyum ia tau tentang Leo Pradipta pria dingin yang berada diatasnya namun Keenan tak akan menyerah ia akan tetap berusaha jikapun Clara memilih Leo itu tak masalah baginya
Tia mengambil Qila dari Keenan, Clara pun menarik Keenan keluar sebelum bicara Qila semakin Ngelantur
...**************...
Keenan dan Clara telah tiba di kantor saat Clara akan keluar dari mobil Keenan menahannya Clara menatap bingung pada Keenan
"Boleh aku tau apa hubunganmu dengan Leo Pradipta?" tanya Keenan
mendengar itu Clara menghembus napas panjang baginya itu bukan pertanyaan penting yang harus Keenan ketahui
"Tunangan dan kami akan menikah sebulan lagi" jawab Clara jujur
mendengar jawaban Clara Keenan hanya mampu tersenyum getir ternyata harapan yang ia punya hanyalah mimpi baginya Clara yang melihat itu hanya mengulas senyum
"semua sudah terjadi belajarlah untuk membuka lembar baru hidupmu " ucap Clara seakan tau isi hati Keenan
"Tapi aku tak bisa melupakan masa lalu" Lirihnya
Clara tersenyum "Masa lalu adalah perjalanan hidup kita tak bisa selalu mendapatkan kesempatan kedua untuk masa lalu"
"Jika kau mencintainya ambil dia dengan penuh perjuangan tidak jika lepas dia dengan penuh keberanian"
"Dan kau memilih untuk melepasku,,buka lah hati dan berhenti lah memikirkan masa lalu" ucap Clara
Clara menghapus air matanya kemudian keluar dari mobil Keenan,,Keenan menatap punggung Clara yang menjauh ada rasa sakit di hatinya penantian yang selama ini ia lakukan
"Masa laluku terlalu indah Cla", lirihnya
huh
Keenan membuat napas kasar ia kehilangan semua ia pikir masih ada kesempatan untuknya bersama Clara namun itu seperti sia-sia Clara telah bahagia Keenan menatap nanar nasibnya ia memiliki segalanya namun ia kehilangan cintanya
Keenan selalu menutup hati untuk setiap wanita baginya ia mampu meraih kembali masa lalunya namun sayang itu hanya semua mimpi
"apa tak ada ruangku di hatimu Cla" lirihnya dengan senyum getir
Dunia Keenan seakan runtuh mendengar ucapan yang Clara berikan memang benar ia melepas Clara Dan memilih wanita lain namun hatinya tetap untuk Clara bahkan di saat ia bersama wanita lain itu
Keenan tak turun dari mobilnya ia memilih untuk menenangkan pikiran membawah mobilnya dengan kecepatan tinggi
Brakkkk