
Semua orang kembali menunggu dengan cemas setelah selesai bicara pada Clara dan Leo kondisi Keenan kembali menurun
Beberapa saat dokter pun keluar dengan wajah sedikit menunduk"Maaf kami sudah berusaha namun tuhan berkehendak lain,kami kita bisa menyelamatkan tuan keenan" ucapnya sambil menunggu
"Nggak,,dokter bohong ini semua nggak mungkin" Teriak Clara tak percaya
Clara terus menggelengkan kepalanya ia tak percaya jika Keenan secepat ini akan pergi baru saja ia bicara kepada keenan
Bangkar Keenan di bawah keluar dari ruang operasi Clara yang melihat itu berjalan mendekati Keenan dengan penuh air mata
"Keenan bangun,,plis aku mohon" gumamnya terus mengucang bahu keenan air mata terus keluar membasahi pipinya
"Bangun kalau Luh nggak bangun gue nggak mau turuti permintaan loh" tekan Clara
Semua orang menghampiri dan melihat wajah Keenan yang tersenyum dengan bibir yang sudah pucat,semua meneteskan air mata kehilangan sosok yang begitu baik selama ini Keenan yang di kenal dingin namun masih memiliki rasa empati kepada semua orang
"Selamat jalan Keenan" ucap para sahabat keenan
inti Greenland begitu terpukul kehilangan sosok sahabat,Leo maju mendekati Clara dan merangkulnya
"Leo,,Keenan" lirihnya ia tak mampu menahan semuanya
"Anakku" lirih seorang wanita yang tak lain adalah ibu Keenan
"Dokter tolong sembuhkan putraku " teriak ibu Keenan
Kepergian Keenan membuat luka mendalam bagi sosok Clara, sebelum menutup mata Keenan menceritakan bagaimana harinya menunggu Clara selama lima tahun
Clara tak menyangka Keenan akan menunggunya hanya karena perasaan bersalah
"Keenan bangun gue janji nggak bakal pergi lagi" lirih Clara
jujur dalam hati Clara masih menyimpan ruang kecil untuk Keenan,Keenan sang cinta pertama yang membuat harinya bahagia
Leo hanya terus menatap lekat wajah Clara yang mulai sebam akibat menangis
"Aku tak bisa mengubah ruang di hati Clara untuk Keenan tapi aku janji tak akan membuat Clara merasa sakit untuk sekian kalinya" Gumamnya dalam hati
"Keenan aku tak akan bisa mengantikan posisimu baik dulu sekarang dan selamanya"
...****************...
Langit yang mendung mengantarkan proses memakan Keenan sore ini,semua yang hadir menunduk kepala tak banyak yang tidak meneteskan air mata para sahabat dan rekan-rekan kerja Keenan dikenal sebagai pembisnis yang dermawan walau dengan sifat dinginnya
Pemakaman kali ini di hadiri oleh banyak rekan-rekan kerja sahabat dan para anggota Greenland baik lama maupun yang baru bagi mereka Keenan adalah sang wakil yang baik dan rendah hati
Clara berdiri Antara Leo dan Tia Leo dengan sabar terus mengusap lembut bahu sang gadis
tangis Clara pecah saat tanah mulai di turunkab untuk menimbun sang jenazah napasnya terasa sesak namun ia harus ikhlas menerima kenyataan ini semua yang hidup pasti akan pergi untuk selamanya
Leo merangkul Clara memberikan semangat ia tau Clara begitu terpukul terlebih Keenan selama ini selalu menantikan Clara kembali
air matanya terus mengalir ketika tangan mulai menaburkan bunga pada makam Keenan
satu persatu rekan dan sahabat meninggalkan pemakaman tinggal para inti Greenland yang masih setia memandangi nisan sang wakil Greenland yang terkenal kuat dan rendah hati
"Keenan" lirih Clara mengusap nisan Keenan
hatinya hancur melihat Keenan pergi untuk selamanya ia tak meminta hal ini terjadi tapi seakan tuhan memberi Keenan balasan
KEENAN MALIK MAHENDRA Pria yang akan di kenang entah karena kebodohannya yang meninggalkan wanita atau di kenang karena penantian yang ia lakukan untuk wanita itu
kini Keenan hanya akan tinggal nama dan keluarga Mahendra telah habis di generasi Keenan
...****************...
Hari demi hari berlalu tak baik jika harus berlarut lebih lama begitu banyak pelajaran yang mungkin bisa kita ambil dari sosok Keenan
sebulan pun telah berlalu kini tepat di pesta pernikahan Clara dan Leo pesta yang diadakan disalah satu hotel megah yang ada di pusat kota
Disalah satu kamar Clara sedang dihias oleh beberapa MUA terbaik Clara Begitu cantik dengan gaun pengantin yang sangat indah melekat pada tubuh indahnya
"Mommy" teriak Qila
"Hai sayang"
"Waw,, mommy sangat cantik" ucap Qila
"Selamat kau akan bahagia" ucap Tia
Clara tersenyum sebenarnya dalam hati ia sangat gugup namun ia mencoba untuk menenangkan hatinya tak lama Gilang datang menampilkan wajah bahagia ia memeluk Clara dengan erat gadis yang sudah ia anggap seperti adik sendiri
"Lihat lah adikku sudah dewasa" ucapnya dengan air mata
"Mengapa kau menangis" ketus Clara
Gilang tertawa renyah mengusap air matanya yang keluar ia terharu melihat Clara bisa bertahan hingga dititik seperti ini penghianatan tentu membekas dalam diri Clara
"Jika Leo menyakiti mu katakan padaku" sahut Gilang
Clara tersenyum hangat ia sangat bersyukur memiliki Gilang dan Tia di sampingnya keduanya layak di sebut sebagai sahabat
tak lama kedua pria paruh baya masuk dan menatap Clara dengan lembut
"Anak papi sangat cantik" ucap papi Reyhan
"Terimakasih"
"Cia Daddy sudah besar yah" ucap Daddy Alex
ketiganya pun berpelukan baik Reyhan dan Alex begitu menyayangi putrinya raga yang Reyhan miliki dan jiwa yang Alex punya
keduanya pun membawa Clara kepelaminan untuk melaksanakan akad diikuti Tia dan Gilang yang berada di belakang dan tak lupa Qila yang selalu ada di tengah orang tuanya
semua mata menatap kagum pada sosok Clara yang begitu cantik dan anggun saat ini senyum Clara selalu menghiasi wajah cantiknya
Clara duduk di sebelah Leo dengan wajah gugup ia mencoba menutupi kegugupannya
Clara bertambah gugup saat Leo menjabat tangan papinya
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Clara Anastasya pratama binti Rayhan Pratama dengan mahar seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Clara Anastasya pratama binti Rayhan Pratama dengan mahar tersebut dibayar tunai" ucap Leo dengan satu tarikan napas
"Bagaimana para saksi" tanya penghulu
"Sah" teriak semua tamu undangan yang telah hadir
"Alhamdulillah" ucap para orang tua
kini Clara dan Leo resmi menjadi suami istri Clara meneteskan haru air mata tak menyangka ia bisa berada di titik ini
Leo memasangkan cincin pernikahan pada jari manis Clara begitupun sebaliknya Clara mengirim punggung tangan pria yang telah sah menjadi suaminya
keduanya meminta restu pada orang tua
"Leo papi titip Clara jaga dia seperti papi menjaganya bila nanti kau sudah tak mencintainya jangan katakan padanya beritahu papi agar papi menjemputnya kembali kerumah papi" ucap papi Reyhan
"Leo akan selalu membuat Clara bahagia Pi" ucap Leo menyakinkan
"Daddy" ucap Clara memeluk Daddynya
"Jadilah Istri yang baik sayang"
momen haru yang tak akan Clara lupakan seumur hidup
semuanya berfoto dengan menampilkan senyum manis yang menghiasi hari bahagia