
Pagi telah datang rembulan telah berganti menjadi mentari,,seorang gadis cantik terkena sinar matahari dengan malas ia bangun ia sangat mengantuk karena semalam ia tidur sudah hampir pagi
Dibawah tepat di ruang makan Clara telah menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya Clara tak lagi berkerja dikantor ia hanya akan mengecek berkas lewat email yang di kirim oleh beberapa orang kepercayaannya
Semua telah siap Clara berjalan ingin membangunkan sang putra namun sebelum ia menaiki tangga Keenan sudah berjalan menuruni tangga dengan tangan di dalam saku celananya
"Pagi mom" sapa Keenan dengan lembut
Keenan tak perna dingin pada ibunya baginya Clara adalah wanita yang paling ia cintai semur hidupnya
Clara menyambut putranya dengan senyuman hangat Keenan berjalan mendekati ibunya merangkul dan membawahnya ke meja makan ternyata sudah terdapat ayahnya
"Pagi dad" sapa Keenan pada ayahnya
Leopun sama ia menyambut hangat sapaan sang putra tak lama kemudian Anisa turun dengan sedikit gugup netra matanya tertuju pada Keenan lelaki tampan yang selalu di panggil es batu oleh adiknya sendiri
"Pagi mom dad " Sapanya pada Clara dan Leo
Clara dan Leo tak perna membedakan antara Anisa dan Kania baginya kedua adalah putrinya
"Sayang,dimana Kania?" tanya Clara
"Sedang bersiap mom" sahut Anisa
Clara pun hanya mengangguk Anisa duduk tepat berhadapan dengan Keenan,Anisa susah lama menyimpan rasa untuk putra sulung Clara namun ia sadar Keenan tak menyukainya
beberapa saat hening hingga suara teriakan dari atas tangga membuat semua terkejut
"Selamat pagi" teriak Kania dengan suara cemprengnya
Sontak semua orang menutup telinganya Leo dan Clara memberi tatapan tajam pada putrinya itu bukannya takut Kania hanya ngegesan dan berjalan duduk tepat di depan mommy
sarapanmu terlaksana dengan tenang dan hening hingga
"Kania" panggil Leo pada anaknya
"Ya Daddy" sahut Kania sambil meminum susunya
"Kenapa selama kamu pulang larut?" tanya dengan tegas
Kania dan Anisa yang mendengar itu menelan Salivanya dengan susah sorot mata tajam dari Leo lebih berbahaya dari Clara
"Ehh,, Kania" jawab Kania gugup
"Kania jawab" tekan Leo
"Dia balapan Daddy" ucap Keenan
mendengar perunturan kakaknya Kania melotot melihat kakanya namun Keenan tampak acuh akan hal itu
"Kania" panggil Leo lagi
"Iyaa Daddy" jawab Kania dengan menundukkan kepalanya
Leo membuang napas dalam Kania sangat aktif di banding Keenan
"Daddy akan menghukum mu"
"Selama satu Minggu ini kamu tak membawa motor dan akan di antar oleh sopir" ucapnya
"Aaa,no Daddy " tolak Kania
"Kania " kini Clara yang mencoba bicara pada putrinya
Kania benar-benar keras kepala ia menuruni sifat keras kepala dari ibunya kania tetap menolak akan hukuman dari ayahnya
"Kania ingin naik motor dad" melemas Kania dengan mengacup dua tangannya memohon
"Kania sekali tidak tetap tidak" tekan Daddynya
"Jika kau ingin naik motor berangkat lah bersama para kakakmu" ujar Clara
"No mommy yang ada Nia dingin bareng sama semua es batu" sahut Kania dengan memanyunkan bibirnya
Leo segera bangkit ia tak ingin kasihan melihat putrinya
"Sayang,, aku berangkat" pamitnya pada Clara
"Kania dengar kata Daddy" ucapnya sebelum melangkah pergi
"Aiss,,mom" adunya
"Nia jangan membatah" ucap Clara
dengan berat hati Kania menciumi punggung tangan ibunya kemudian mencium pipi kanan dan kiri ibunya
dengan amat terpaksa Kania dan Anisa di antar oleh sopir kepercayaan Keluarga Pradipta
...****************...
Kania tiba dan dapat melihat para inti Greenland sedang berada di parkiran entah apa yang mereka lakukan Kania berjalan mendekati sang kakak
"Es batu" teriaknya pada kakanya
Keenan yang mendengar teriakan adiknya menatap tajam pada Kania,, Kania tak merasa takut ia lebih memilih tersenyum lebar
"Kak beritahu Daddy plis" mohonnya
Keenan menghembuskan napas kasar adiknya selalu begitu jika ia tak mendapat izin maka Keenan lah yang akan bicara pada kedua orang tuanya
"Kania kau lupa bagaimana mommy" sahut Keenan
mendengar itu Kania menunduk lesuh ia tau Keenan tak akan membantah atau melawan keinginan sang ibu
satu-satunya orang yang tak pernah Keenan tolak permintaannya adalah ibunya ia tak ingin wanita kesayangannya menjadi sedih akibat ulahnya
kaniapun memutus untuk ke kelas ia berjalan lesu di ikuti oleh Anisa yang selalu setia di sampingnya Clara selalu berdoa agar Anisa tak menyimpan rasa iri pada Kania ia tak ingin kejadian beberapa tahun lalu terulang pada putrinya karena itu juga Clara melarang kania untuk selalu ikut balapan ia tak ingin kejadian yang sama terulang Clara cukup trauma akan hal itu
sesampainya dikelas Kania langsung duduk dikursi dan diikuti oleh Anisa
"Hai,,cantik" sapa seseorang yang tak lain ada Denis
Kania yang Melihat itu memutar bola malasnya pria di depannya begitu menyebalkan dan suka tebar pesona
Kania menjadi murid populer yang disukai banyak pria selain cantik siapa yang tak menyukai anak dari pengusaha kaya tak hanya ayahnya melainkan juga ibunya
Kania tak menghiraukan Denis ia berpura-pura tak mendengar panggilan pria itu
Denis yang kesal pun berjalan mendekati Kania dan membisikkan sesuatu
"Kau akan jadi milikku sayang" bisiknya tepat di telinga Kania
Kania hanya menatap tajam pada pria itu namun Denis tak takut ia hanya tersenyum simpul
"Ckkk,,merusak mood saja" gumamnya
Tak berselang lama Gurupun masuk untuk memberikan pelajaran Kania merasa bosan dan ia memilih tertidur
Anisa yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya Kania selalu saja tidur jika ia merasa bosan pada pelajaran
Pelajaran pun selesai Anisa dan Kania bergegas ke kantin perut Kania begitu lapar
brakk
Kania tak sengaja menabrak seorang gadis culun dengan kacamata bundar yang sedang membawa beberapa buku paket Kania membantu gadis itu untuk memunguti bukunya
setelah itu ia tersenyum hangat pada gadis yang ada di depannya tanpa bicara Kania pun bergegas pergi meninggalkan gadis itu
gadis itu menatap punggung Kania yang menjauh terukir senyum licik pada wajahnya ia kemudian berjalan menemui seseorang
"aku sudah menarik perhatiannya"
"Sekarang tugas mu"
"Siapa dia Sehingga ia harus menjadi korban kita selanjutnya?" tanya seorang pria pada gadis di depannya
"Dia Kania putri Pradipta anak dari pengusaha Leonardo Pradipta dan Clara Anastasya pratama dan dia memiliki saudara kembar Keenan Malik Pradipta tapi aku tak bisa membuatnya jatuh hati padaku jadi sekarang tugasmu " jelas gadis itu dengan panjang
"Baiklah serahkan padaku besok aku akan memulainya "
entah rencana apa yang akan mereka lakukan hanya keduanya yang tau akan hal itu