
Hari Begitu cepat berlalu kini matahari telah berada di atas kepala yang menunjukkan hari telah siang
Seperti biasa Clara akan selalu menghabiskan waktunya di rumah siang ini Clara begitu bosan ia memilih untuk menonton film kesukaannya
Clara begitu hanyut dalam kesedihan film itu tanpa menyadari seseorang telah datang dan melihat kelakuannya itu
"Mommy" teriak Aqila
Clara yang terkejut mendengar itu mengelus dadanya menatap tajam pada putrinya itu Qila yang melihat tatapan mommy hanya tersenyum tanpa rasa takut sedikitpun
Huh
Clara menghembus napas kasar Qila dan Kania memiliki sifat yang hampir sama membuat Clara harus sabar menghadapi putri-putrinya
"Kenapa kau berteriak seperti itu" ketus Clara
"Mom Qila sudah memangil mommy dari tadi tapi apa mommy disini malah menangis dasar cengeng" ucap Qila
Mendengar itu Clara membulatkan mata putrinya yang satu ini bisa membuatnya gila Clara pergi meninggalkan Qila ia benar-benar malas menghadapi putri Tia itu
Qila mengikuti langkah kaki Clara menuju dapur
"Ada apa"
"Mom ayo jalan-jalan" ajak Qila
"Tidak,, mommy lelah"
"Ayolah mommyku" ucap Qila memohon
"No Qila" tegas Clara
Qila tak menyerang begitu saja tujuannya kemari adalah mengajak Clara jalan-jalan ia terlalu bosan jika harus bersama ibunya
"Mom" rengek Qila
Clara begitu bosan mendengar rengkan putrinya itu ia menutup telinga dengan kedua tangan dan berjalan meninggalkan Qila,Qila menahan langkah kaki Clara
"Mom Qila baru tiba di Indonesia apa tak ingin membawaku jalan-jalan"
"Kau tunggu Kania dan Anisa saja" usul Clara
"No,,mom ayolah plis" ucap Qila menatup kedua tangannya memohon sambil menampilkan wajah imutnya
Clarapun pasrah akhirnya mengangguk mengiyakan keinginan Qila
"yeyy" Sorak Qila
"Mommy ganti baju dulu" ucap Clara berlalu ke kamarnya
Qila menunggu Clara diruang tamu ia sangat mengangguk mommynya itu begitu lama ia pun memejamkan mata
"Qila bangun" sahut Clara
Qila yang mendengar itu membuka mata ia menatap Clara tak berkedip wajah cantik alami Clara tak pernah hilang dimakan usia Clara begitu anggun dengan gaun indah yang melekat pada dirinya
"Mommy sangat cantik" puji Qila
"Sudah ayo jalan"
Keduanya pun keluar dari Mansion Pradipta sebelumnya Clara sudah meminta izin pada suaminya
Kini keduanya telah tiba disalah satu pusat perbelanjaan besar yang ada di kota Clara dan Qila mengelilingi mencari sesuatu yang mereka inginkan begitu hingga keduanya berhenti disalah satu toko perhiasan Clara ingin membeli perhiasan untuk Kania gadis itu tak begitu menyukai perhiasan apapun
"Selamat datang nyonya" sapa karyawan dengan Ramah
Clara hanya tersenyum ramah dan melihat beberapa perhiasan yang di tunjukkan Qila pergi ke tempat lain ia ingin mencari sesuatu hanya Clara lah yang tinggal di toko perhiasan tersebut
"Saya ingin..."
"saya mau ini" potong seseorang disamping Clara
Clara menatap orang itu tak percaya wanita yang tak lain adalah sahabat lebih tepatnya benalu yang dulu ada di hidupnya Clara menatap dari bawah sampai ke atas gaya dan beberapa barang branded yang ia kenakan
Gadis itu tak lain adalah Bella melihat tatapan Clara Bella tersenyum sinis
"Hai mantan sahabat"
Clara tak menghiraukan itu ia kembali menatap perhiasan yang ia inginkan namun
"Eitss ini punya saya" ucap Bella merebut Perhiasan dari tangan Clara
"Maaf nyonya tapi nyonya ini yang memilihnya lebih dulu" ucap karyawan ramah
Mendengar itu Bella mengepalkan tangannya bagaimana bisa Clara menghina dirinya seperti itu ia sangat tak terima
"Jaga bicara anda Nyonya" ucap Bella lantang
Mendengar suara Bella membuat semua orang menatap kearah Bella dan Clara,Bella senang bisa memancing beberapa orang agar ia bisa mempermalukan Clara pikirnya
Clara nampak tenang dan tak berekspresi apapun ia hanya diam dan menatap ke arah Bella ia ingin tau apa yang dapat Bella lakukan sekarang
"Anda sama saja seperti dulu selalu menghina dasar sombong" cibir Bella
Bella tersenyum puas saat Clara tak mengatakan apapun dan begitu banyak bisik-bisik yang terdengar
"Apa-apaan ini" Sahut Qila yang baru datang
Qila menatap tajam pada wanita yang seusia dengan Clara Qila ingin sekali mencakar wajah wanita itu namun Clara menahannya
"Mom lepaskan" sahut Qila saat tanganya di cekal oleh Clara
"Nyonya saya tidak menghina,,jika nyonya ingin perhiasan itu maka ambil lah" ucap Clara tenang
Bella tak habis pikir dengan Clara yang tetap tenang saat bisik-bisik yang tidak-tidak tentangnya apa Bella lupa dalam tenang Clara akan tetap mempermalukan Bella
"Mbak saya mau perhiasan ini berapa harganya " ucapnya dengan sombong
Melihat kesombongan itu Clara tersenyum sinis
" 100 juta Nyonya" ucap pelayan itu
"Hanya itu sangat murah"
Bella pun mengeluarkan kartu untuk membayar perhiasan tersebut
"Maaf nyonya kartu ini tak memiliki saldo" ucap pelayan itu
Mendengar itu Bella semakin malu begitu banyak orang disana tak banyak dari mereka yang mendengar itu tertawa
"Nggak mungkin kamu yang salah bukan kartu ini yang tak memiliki saldo" ucap Bella marah
Clara dan Qila menahan tawanya jadi ini rencana Clara ia tenang namun tetap membalas Bella terus memaki karyawan toko itu
Sedangkan Clara menarik tangan Qila pergi dari sana namun Clara sempat berbisik pada Bella
"Kau tak akan perna menang melawan Clara" bisiknya tepat di telinga Bella
Bella menatap Clara yang sedang tersenyum mengejek padanya Clara tak memperdulikan teriakan Bella ia dan Qila terus berjalan meninggalkan Bella yang sedang menahan malu
"Mommy sangat hebat" ucap Qila memeluk Clara
"Membalas seseorang tidak harus dengan tenaga"
"Biarlah mereka yang menindas kita merasa bahwa kita lebih dengan diam kemudian tunjukkan pada mereka diam bukan berarti takut" ucap Clara
Qila mengangguk ia begitu bangga pada Mommy Clara selalu mengajarkan anak-anak nya seperti itu diam bukan berarti lemah Clara hanya ingin melihat orang yang menindasnya bahagia sebelum terjatuh
Keduanya pun memutuskan untuk makan siang bersama Qila memasan begitu banyak makanan membuat Clara membulatkan mata
"Kau makan sebanyak ini?" tanyanya
"No,, mommy"
"Lalu..."
"Mommy,,kak Qila" suara cempreng dari Kania membuat Clara terkejut ia membalikan badan melihat putrinya yang masih memakai seragam sekolah bersama dengan Anisa dan satu gadis yang tak ia kenal
Clara menatap gadis itu mengerutkan alisnya gadis yang penampilannya berbeda jauh dari Kania dan Anisa gadis yang rambutnya di kepang dua dan memakai kacamata bundar namun tunggu Clara merasa tak asing dengan wajah gadis ini
"Mommy" panggil Kania
"Dia Rana teman Kania dan Anisa" ucap Kania yang tau pikiran ibunya
Clara hanya tersenyum dan mempersilahkan Rana duduk Clara terus menatap wajah Rana ia merasa tak asing namun ia pernah melihat gadis itu dimana
"Ada apa mom?" Tanya Anisa
"Tak apa sayang makan lah" ucap Clara
Clara yang memiliki penasaran Tinggi mengambil ponselnya ia mencari sesuatu yang ada di sana begitu terkejutnya ia saat melihat
"Dia......