CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Kejutan untuk Bella 2



Brakk


Bella tersungkur jatuh akibat dorong keras dari siswi lain


"Cih memalukan"umpat siswi tersebut


Riuh hinaan yang terlontar untuk Bella melemparkan dengan berbagai sampah bahkan menumpahkan minuman diatas kepala Bella


Bella berada dikurumunan hanya bisa diam dan menangis


Hancur semua malu


Hingga beberapa pegaman menghentikan riuhan tersebut


Kondisi Bella sangat memprihatikan rambut acak-acakan baju yang telah kusut serta make up yang telah luntur kemana-mana


Hingga beberapa polisi datang membawahnya ke kantor polisi


Bella terus memberontak tak ingin dibawah oleh dua polisi itu sayangnya tenaga Bella tidak kuat


Melihat itu Clara berjalan mendekati orang tuanya melihat mami Nisa yang terus menangis dalam dekapannya ayahnya membuat hati Clara tak tega


"Mi" panggil Clara


Mendengar suara memanggilnya ibunya melihat olah tak percaya dengan semuanya meraih Clara dalam dekapannya menciumi seluruh wajah putrinya


Ibunya terus menangis perlahan Clara menghapus lembut air mata ibunya


"Tolong jangan menangis mi" lirihnya


...****************...


Mereka semua tiba di kantor polisi untuk keterangan bahkan kedua teman Bella yang membantunya sudah ada di sana


Ketiganya terus menangis dan meminta maaf namun nasi telah menjadi bubur tak ada yang bisa di maafkan lagi


Ketiganya melihat saat Clara dan kedua orangtuanya masuk menatap dengan tatapan tak suka apa itu penting bagi Clara tentu tidak


"Bagaimana pun saya tidak akan mencabut tuntutan saya" sahut dingin ayah Clara


Polisi yang melihat itu takut semua tau siapa yang berhadapan dengannya bahkan polisi tak ada yang berani dengannya


semua orang tua dari siswa tersebut datang menemui anaknya bahkan ibu Bella datang dengan marah meraih Bella dengan kasar


Plakkkk


"Anak tak berguna" Sahutnya


Bella menangis pipinya rasa panas akibat dua tamparan yang ia dapatkan dari ibunya dan mami Clara


Malang sekali nasib Bella sungguh namun ia tetap menjadi seseorang yang membenci orang lain bukankah itu hal yang tak wajar


orang tua siswi yang lainnya tak mampu berbuat apapun pasalnya melawan pun tak bisa lawan mereka bukan sebanding atau di bawah mereka


"Tolong lepaskan anak saya nyonya"mohon salah satu ibu siswi


bermohon pun percuma karena lawan mereka adalah seorang Pratama


Sementara siswi lain kedua orang tuanya menyalahkan Bella


Bella terus disudutkan namun ibunya tak perduli akan hal itu toh Bella bukan anak kandungnya pikirnya


Clara hanya menikmati drama yang dilakukan oleh mereka semua muak sudah pasti namun karena kedua orang tuanya berada disana maka Clara pun harus ada jika saja di sana hanya Clara mungkin ia akan segera pergi berlalu karena terlalu muak


Clara melihat Bella terus meliriknya sekilas membuat Clara tersenyum sinis


Mereka semuapun dibawah ke sel mereka tetap di vonis hukuman namun karena masih di bawah umur jadi hukumannya tidak terlalu berat


"Mi Cla mau melihat mereka dulu" ucapnya


"Tapi sayang" sahut ibunya


"Pergilah nak" sahut papinya


Clara mengangguk dan berjalan menuju sel para parasit itu


"kenapa mas mengizinkan Cla" tanyanya pada suaminya


"Biarlah,,kau lupa siapa dia" sahut Papi Clara


Kedua orang tua Clara pun bergegas kemobilnya dan meninggalkan Clara


Clara tak datang bersama orang tuanya ia menggunakan mobil Keenan mengapa tak di antar keenan ada ketua OSIS ia harus menyelesaikan keributan yang telah terjadi


"Haii" sapa Clara pada ketiganya


Ketiganya hanya membuang wajah kesembarang arah Clara tertawa melihat itu iapun maju tepat di hadapan Bella


"Bukankah waktu itu aku memperingati mu?" tanyanya dengan polos


Bella tak menjawab atau kedua temannya pun sama Clara hanya tersenyum sinis kemudian beranjak pergi dari sana


...****************...


Clara telah tiba dikediamannya melangkah masuk menemukan orang tuanya di ruang keluarga


Ibunya yang terus menangis membuat Clara tak tega ia berjalan mendekati ibunya hingga berada di depan ibunya


Mengusap lembut air mata yang keluar sakit tentu Clara merasa hal yang sama


"Cla" sapa ibunya dengan lirih


meraih kedalam pelukannya menangis sepuasnya


"Kenapa cla meninggalkan mami" Isaknya dalam tangis


Clara terus mengusap lembut punggung ibunya rasa tak tega melihat ini semua