CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Kebusukan chika



Keenan telah mengatur napas dan menghembusnya secara kasar perlahan ia memutar dan membuka pintu dengan pelan


Keenan masuk dengan langkah pelan ia bisa mendengar suara kenikmatan pria dan wanita ia terus melangkah hingga ia melihat wajah Chika yang begitu jelas bermain dengan seorang pria tanpa sehelai benang pun


Mata Keenan membulat tak percaya wajahnya sudah memerah karena amarah kedua insan yang masih berbagi kenikmatan tak sadar bila ada yang melihat aktivitas keduanya


"Chika" panggil Keenan dengan suara berat tangannya mengepal hingga urat-urat tangannya terlihat jelas


Chika yang merasa di panggil menoleh ke arah Keenan Chika terkejut bergegas berdiri menghampiri Keenan tanpa rasa malu bahkan tanpa mengunakan pakaian


Chika bisa melihat wajah Keenan yang memerah ia tau saat ini Keenan sedang marah namun tak perduli dengan langkah ia mendekati Keenan meraih tangan Keenan


"Ini tak seperti"


"Cukup!" Ucap Keenan dengan lantang membuat Chika terkejut ia tak pernah melihat Keenan Semarah ini


Chika bingung bagaimana bisa Keenan mengetahui hal ini Keenan beralih menatap pria yang bersama Chika ia rupanya telah selesai mengunakan pakaiannya


"Cihh,pake pakaian mu Chika, kau pikir aku akan terdoga dengan tubuh murahanmu itu hah" bentak Keenan


Chika yang Kalam kabut langsung mengambil pakaian yang berserah di lantai dan memasangnya itu juga


Setelah selesai ia pun kembali menatap Keenan memasang wajah sendu agar Keenan simpan namun amarah Keenan telah memuncak


"Dia yang memaksaku" ucap Chika dengan Isak tangisannya ia sangat berharap Keenan percaya padanya


"Cih aku menyentuh mu saja kau sudah tak gadis dasar tak tau malu" ucap pria itu


Ia tak terima jika Chika menyalakan dirinya setelah itu ia pun berlalu dari hadapan Chika dan Keenan


Keenan yang mendengar itu semakin marah


Plakk


satu tamparan mengenai pipi mulus Chika Keenan yang emosi tak memperdulikan lagi tangisan Chika


"Mulai detik ini kita tak punya hubungan apapun" tekan Keenan tepat di wajah Chika


"Tidak akan tak ingin putus" ucap Chika sambil menggeleng kepala


"Aku tak Sudi punya wanita yang kotor seperti mu" ucap Keenan sambil menunjuk wajah Chika


Chika terus menangis entah itu asli atau hanya drama Keenan benar-benar muak ia pun melangkah keluar dari kamar tersebut Chika yang melihat itu menahan kaki Keenan


"Tolong jangan tinggalkan aku " isaknya


Keenan melepaskan tangan Chika dan mendorong dengan kuat membuat Chika tersungkur kesakitan


tanpa memperdulikan itu Keenan berlalu pergi Chika yang melihat itu menghapus kasar air matanya


"Aghhhh sial" marah Chika


Chika merasa benar-benar bodoh mengapa Keenan harus mengetahui kebusukan dirinya sekarang ia kehilangan harta berharga


"Chika kau harus bisa mengambil simpati keenan" Gumamnya


"Keenan hanya kecewa yah dia sangat sayang padaku bukan" ucap Chika percaya diri


Keenan keluar dan menuju motornya ia menarik rambutnya frustasi bagaimana bisa ia sebodoh itu dipermainkan oleh wanita


Keenan bagaikan melepas berlian demi batu krikil menyesal tentu namun apa yang Keenan harus lakukan sekarang gadis cantik yang dulu menjadi bagian hidupnya pergi meninggalkan dirinya


...****************...


Disisi lain Clara tersenyum puas melihat wajah marah Keenan


"Apa sudah lega?" Tanya Gilang pada Clara


"Tentu" ucap Clara dengan senyum manis


Clara telah mendapat pengisi hati yang baru siapa lagi kalau bukan Leonardo Pradipta pria dingin yang berhasil mengambil hati Clara


Sejak kapan keduanya dekat hanya Clara yang mengetahui itu Gilang pun telah mengetahui kedekatan keduanya ia tak bisa apapun ia hanya berharap Leo tak seperti Keenan yang telah menyiapkan Clara


"Tidurlah sekarang sudah sangat malam hmm" ucap Gilang


"Baiklah "


Gilang mengusap rambut Clara dengan lembut menidurkan Clara hingga tertidur hal itu yang sering Gilang lakukan untuk Clara Leo tak perna marah ia tau Clara tak suka di kekan


Gilang akan terus mengelus rambut Clara hingga Clara benar-benar tertidur lalu mengangkatnya kedalam kamar memakaikan Clara selimut dan berlalu pergi


Gilang dan Clara seperti adik dan kakak Gilang begitu menyayangi Clara sekarang namun ia tak meminta lebih baginya Clara cukup menjadi adik kecilnya


Clara juga senang mendapat perhatian dari Gilang yang sebagai sahabat sekaligus kakak buatnya Gilang tak ingin menjadi bodoh untuk yang ke dua kali ia tak ingin kehilangan Clara lagi


...****************...


Keenan berhenti disebuah taman yang sunyi karena sekarang sudah menunjukan tengah malam


Keenan mendatangi tempat kesukaan Clara entah kenapa sekarang ia merasa menyesal menatap lurus kedepan bayang-bayang Clara dan kebusukan Chika terus berputar di kepalanya


"Cla loh sekarang dimana" gumamnya


Sampai saat ini Keenan belum mengetahui Clara dimana ia tau Clara pindah namun informasi tentang sekolah baru Clara ia tak mengetahuinya ia telah menyuruh beberapa orang mencari tau namun hasilnya tak ada


Huh


lagi-lagi Keenan membuang napas panjang rasanya sesak sekali apa ini hasil dari perbuatannya


Keenan tak menyadari seseorang datang menghampirinya


Seseorang itu menepuk pundak Keenan


Keenan melihat orang itu ternyata adalah Arkana yah Arkana salah satu inti Greenland Arkana di perintahkan oleh Gilang untuk menghibur Keenan bagaimanapun mereka semua adalah sahabat yang terpecah bela


"Nangis ada bro disini cuma gua" ucap arakana saat melihat Keenan menghapus air matanya


Keenan menatap Arkana dengan dalam


"Loh tau semua kan?" tanya keenan Arkana hanya mengangguk


"kenapa nggak ada yang memberitahu gue" tekan Keenan dengan amarah


Arakana menghela napas panjang ia tau Keenan sekarang sedang emosi ia mencoba agar tak terpancing


"Gue dan inti Greenland tau semua dari Clara" ucap Arkana


"Cla" sahut Keenan


"Yah Clara hanya saja gadis itu ingin kamu percaya sama dia tanpa membuktikan apapun nyatanya harapannya salah ia harus menelan pil pahit dari harapannya itu" ucap arakana menerawang ia dan inti Greenland tau betapa sedihnya Clara saat itu


Arkana pun melanjutkan ceritanya Keenan mendengar setiap cerita yang keluar dari mulut Arkana saat ini ia sangat menyesal tak mempercayai Clara bahkan Gilang sempat mengingatkan dirinya agar ia tak menyesal nanti namun semua telah terjadi


air mata Keenan terus membasahi pipinya Keenan yang terkenal gagah sekarang menjadi lemah


"Dimana Clara?" Tanya Keenan


"Gue nggak tau bahkan Gilang pun nggak tau pindah kemana" ucap arkana .


Apa yang Arkana katakan adalah kebenaran tak ada yang mengetahui Clara pindah kemana Clara telah menyiapkan semuanya ia ingin Keenan merasakan apa yang ia rasakan


Mendengar itu Keenan mengembuskan napas


"Lebih baik loh baik tenangi pikiran loh dulu baru cari tau dimana Clara tapi apapun keputusan Clara jangan pernah memaksanya" ucap arkana berlalu didari sana


Keenan masih tak bergeming ia terus menatap ke depan ia harus menemukan Clara sungguh ia sangat menyesal