CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Kejutan untuk keenan



Malam pun telah tiba semua telah siap malam ini Clara akan memberikan kejutan pada Keenan


Chika telah siap dengan pakaian kurang bahannya dengan wajah penuh dengan make up tebal


setelah Chika merasa cukup iapun berjalan keluar dari apartemennya melihat seorang pria yang menunggunya menggunakan mobil mewah


"Hai sayang" sapa Chika dengan suara manja


Chika pun tanpa rasa malu mencium bahkan ******* bibir pria itu dengan ganas pria itu menghentikan ciuman Chika yang bruntal


"Lakukan nanti sayang" ucap pria itu


Mendengar itu Chika senang dan masuk ke dalam mobil pria itu


tanpa Chika ketauhi sepasang mata telah berhasil mengambil gambar miliknya kemudian mengirimkannya pada seseorang


Clara menerima pesan gambar tersebut tersenyum sinis


Tak jauh berbeda dengan Bella itulah Chika kedua gadis biang masalah yang terjadi pada hidup Clara


Clara telah mendapat kabar bahwa Bella datang menemui Keenan dan Tia menanyakan tentang dirinya


Ingin apa Bella menemuinya memulai rencana atau untuk melakukan drama panjang yang membosankan pikirnya


Kembali pada dua orang yang tengah berada di dalam mobil kini telah sampai di sebuah restoran mewah dan mahal mata Chika takjum melihat hal itu ia tak menyangka ia akan di bawah dan diperlakukan bak ratu


Chika tak mengetahui ini bagian dari rencana Clara membuatnya terbang kemudian menjatuhkannya secara tiba-tiba


Chika dan pria itu masuk disebuah restoran yang nampak sunyi Chika heran restoran yang nampak mahal namun tak memiliki pelanggan


"Aku menyewa seluruh ini untukmu" ucap lelaki itu saat melihat wajah bingung dari Chika


Mendengar itu wajah Chika memerah karena malu tanpa Chika sadari pria itu justru tersenyum sinis betapa mudahnya wanita seperti Chika dibodohi sayangnya Keenan tak menyadari itu


Alunan musik menambah kesan romantis keduanya suasana yang indah untuk sepasang kekasih yang sedang merasakan cinta


"Mau berdansa?" Tanya pria itu sambil mengulurkan tangan pada Chika


Chika tak menjawab lalu meraih uluran tangan pria itu mereka pun berdansa mengikuti alunan musik yang indah


Kegiatan keduanya tak lepas dari pasang mata seseorang bahkan orang itu merasa jijik melihat Chika yang dengan berani mencium bibir pria itu


"Ckk, benar-benar murahan" gumamnya


orang itu tak lain ada Tia ia membantu Clara untuk menjalankan aksinya Tia tidak untuk apa ia berada di sini Tia tak ingin rencana ini gagal karena Clara telah mengeluarkan cukup banyak uang untuk ini


"Terimakasih kasih untuk semua ini" ucap Chika dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya


"Ini tak gratis kau harus memberikan pelayanan yang baik sayang" ucap pria itu tepat di telinga Chika


Chika merasa puas ia mendapatkan cabang uang yang baru selain dari Keenan Chika tak akan melepaskan pria ini


"Tentu aku milikmu malam ini" ucap Chika kemudian ******* rakus bibir pria itu


Pria itu yang sudah tak tahan membalas ciuman Chika tak kalah hingga keduanya terlarut dalam ciuman panas mereka


pria itu tentu senang dengan tawaran Clara untuk menjadikannya umpan selain mendapatkan uang ia juga mendapatkan kepuasan


Keduanya telah melepas panutan mereka Chika menghirup udara rasanya ia kehabisan oksigen


pria itu langsung memeluk Chika dari belakang meletakkan kepalanya dibahu Chika


Chika awalnya terkejut namun ia tetap diam pria itu tak tinggal diam ia mengabsen seluruh badan Chika


"Maukah kau menghabiskan malam bersama?" bisik pria itu


Chika hanya mengangguk keduanya pun berlalu dari restoran tersebut menuju tempat yang akan membuat keduanya mengeluarkan keringat


...****************...


Bunyi ponsel Keenan ia melihat ada banyak kiriman gambar bahkan video melihat itu semua Keenan membulat kan mata ia kemudian mencoba memperhatikan dengan baik


Degggg


Bagai ditusuk ribuan belati hati Keenan terasa sakit melihat video panas yang menampilkan Chika ia mencoba untuk tak percaya namun lagi dan lagi nomor itu mengirimkan alamat dan meminta Keenan jika tak percaya Keenan menelpon nomor tersebut namun tak aktif


Keenan mengepalkan tangannya matanya memerah akibat marah ia mengusap kasar wajahnya dan berlalu mengambil jaket keluar dari rumahnya


Seseorang yang melihat Keenan keluar tersenyum sinis rupanya rencana kali ini berjalan dengan baik


...****************...


Disisi negara lain Clara dan Gilang menatap layar yang tersambung dengan kamar yang di tempati Chika dan pria itu melihat betapa bejatnya permainan Chika bahwa Keenan telah mendapatkan rekaman bahwa Chika hanya mempermainkan Keenan


"Ckkk, menjijikkan" gumam Clara


Clara tak memperhatikan apa yang Chika dan pria itu perbuat baginya itu terlalu menjijikan ia lebih memilih memakan cemilannya sambil menunggu sesuatu yang paling di nantikan


"Cla" panggil Gilang


"Hmm" sahut Clara saat ini mulutnya penuh dengan Snack


Gilang yang melihat itu tertawa membuat Clara cemberut


"Makan yang pelan tak ada yang mengambilnya semua untuk" ucap Gilang sambil mengusap pucuk kepala Clara


Clara yang selalu mendapatkan perlakuan manis tentu bahagia hanya saja hatinya hanya menganggap Gilang sebagai sahabat


Gilang pun tak memaksa Clara asal Gilang tetap melihat Clara bahagia itu lebih dari cukup untuknya karena tidak tak selamanya bisa memiliki


Biarlah berjalan seperti ini jika keduanya jodoh pasti akan bersama takdir cinta tak pernah kita ketahui kita hanya bisa berdoa agar kebahagiaan selalu jadi milik orang yang kita sayang


"Ada apa?" tanya Clara saat melihat Gilang tersenyum melihatnya


"tidak" ucap Gilang


Clara menatap Gilang dengan tatapan segit


"Ckkk,jangan menatap ku begitu" ucap Gilang


tawa Clara pun pecah Gilang bahagia melihat Clara selalu tertawa


Clara dan Gilang tinggal di area apartemen yang sama namun beda lantai Clara satu lantai di bawah Gilang alasan Gilang agar ia lebih mudah untuk menjaga Clara


Clara tidak tinggal di salah satu rumah keluarga Alexander karena ia tak ingin menambah musuh ayahnya juga tak ini putrinya terluka walaupun Clara tak tinggal di kediaman Alexander namun seluruh pengawal khusus telah di tugaskan untuk menjaganya


...****************...


Disisi lain Keenan sedang gelisa di atas motornya pikirannya kacau ia berharap apa yang ia lihat hanya semua kebohongan Keenan terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi pikiran dan hatinya sedang tak baik-baik saja


Apa ini karma karena ia telah melukai hati Clara namun Keenan berusaha agar tetap berpikir positif ia tak ingin gegabah ia harus membuktikan kalau semuanya hanya omong kosong


Huh


Keenan membuang napas kasar wajahnya memancarkan amarahnya ia terus mencoba menahan mencoba agar tetap tenang Keenan pun telah tiba di semua hotel alamat yang tertera pada pesan itu


Keenan nampak berpikir sejenak hingga ia memutuskan untuk masuk iapun ke meja resepsionis untuk menanyakan awalnya resepsionis tersebut menolak karena alasan privasi namun Keenan menunjukkan kartu namanya yang ternyata hotel ini adalah milik keluarga Mahendra Keenan pun mendapatkan izin


Dalam langkah gontai Keenan berjalan menuju kamar yang telah di tunjukan tiba di depan pintu kamar Keenan menatap dalam berpikir sejenak mengatur napas dan amarahnya


sepasang mata yang terus mengawasi Keenan tersenyum dengan licik