CIARA THE CLARA

CIARA THE CLARA
Rencana birthday Chika



Sebulan telah berlalu Hubungan Clara dan Keenan benar-benar berakhir Keenan kerap kali ingin bicara dengan Clara namun Clara dengan jelas menjauhinya


Bagi Clara Keenan telah keterlaluan dan Clara tak ingin lagi berhubungan dengan Keenan walau hati kecilnya masih penyimpan perasaan namun Clara mencoba untuk tetap tegar dan tak pura-pura kuat


Siapa yang tak sakit hati jika seseorang yang kt anggap begitu mencintai kita malah sama sekali tak perduli


Kadang harapan dan sesuai dengan realita kehidupan


Namun setiap orang pasti selalu berharap pada seseorang yang ia sayangi berharap orang itu menghargai kehadiran kita atau bahkan membalas perasaan kita padanya namun tak ada yang bisa memaksa keadaan


kadang melupakan adalah jalannya namun menuju itu perlu waktu itu yang sedang Clara rasakan memerlukan waktu untuk melupakan cintanya pada Keenan


...****************...


Clara Tia dan Gilang berada dikantin ketiganya melihat Chika dan Keenan yang sedang menyebarkan undangan hingga Chika datang ke meja Clara


"Untukmu" ucapnya pada Clara


Clara menerima undangan itu begitupun Keenan dan Tia Chika tersenyum kemudian mendekati Clara


"Bersiaplah untuk sakit hati" bisiknya Clara menatap Chika yang sedang menatapnya dengan tatapan remeh


"Aku harap kalian datang "


"Clara aku minta maaf karena aku hubungan mu dan Keenan kandas" ucapnya berlagak sedih


Clara yang melihat itu hanya memutar bola mata malas Keenan yang mendengar itu mengelus rambut Chika dihadapan Clara


"Itu bukan salahmu jadi berhenti menyalakan dirimu oke" Ucap Keenan lembut


Clara yang muak mendengar itu dan tak ingin terpancing emosi iapun berdiri dan meninggalkan keduanya Gilang dan Tiapun ikut bersama Clara


Setiba ketiganya di kelas Clara menghembus napas kasar masih sakit rasanya jika ia harus melihat Keenan begitu lembut pada Chika


Gilang yang melihat itu menghampiri Clara


"Ngak usah dipikirin" ucapnya lembut kemudian merangkum wajah Clara mengusap air mata Clara dengan lembut


Mata Clara dan Gilang beradu tatap wajah cantik Clara yang memiliki tempat spesial dihatinya


...****************...


Seluruh siswa dan siswi SMA Garuda diundang diacara ulang tahun Chika sepanjang jalan Clara selalu mendengar pujian untuk Chika


Chika yang dikenal dengan wajah cantik dan lugunya


"Cla sabar yah" Ucap tia


Tia mengerti apa yang Clara rasakan Clara tidak menunjukkan itu namun hati dan mata Clara selalu berkata berbeda


Kali ini Clara pulang lebih awal alasannya karena merasa tidak enak badan namun seperti tidak alasannya adalah Clara yang belum sanggup melihat Keenan dan Chika


Setiba dikamar Clara merebahkan diri pada kasur empuknya mengambil sebuah foto yang terlihat wanita dan pria yang sedang tersenyum lebar


Melihat itu Clara meneteskan air matanya foto itu adalah foto dirinya dan Keenan


"Apa kau masih mengingatku" Lirihnya


"Apa tak sedikitpun kau mengingat tentang kita" Mengusap kasar air matanya


memejamkan mata mencoba untuk menerima semua namun apa itu mungkin tentu Sulit bagi Clara


...****************...


"Tia Clara mana?" Tanya Gilang


"Balik katanya sih nggak enak badan" ucapannya


"Buat apa?" Tanya Tia dengan wajah polosnya


Gilang menepuk jidatnya


"Clara sedang tak baik-baik saja bukankah sebagai sahabat kita harus menghiburnya" ucapnya


Tiapun mengangguk tanda menyetujui perkataan Gilang


Tiba selepas pulang sekolah keduanya bergegas ke mansion Pratama


tok tok tok


Clara membuka pintu mengerutkan keningnya boneka besar siapa yang membawahnya hingga nampak wajah Gilang yang tersenyum manis


"Gilang" sentak Clara


Clara menerima boneka besar itu sebenarnya Clara memiliki banyak boneka namun Clara tetap menerima pemberian Gilang


Clara hanya menyimpan dan kembali keluar menuju ruang tamu yang ternyata ada Tia dan ibunya yang sedang tertawa ria


"Mami" sapa Clara


"Sini duduk sayang" Ucap ibunya


Clara pun beralih duduk didekat ibunya setelah puas bercerita ketiganya pun keluar dan memiliki taman belakang


Gilang terus mengikuti langkah dua gadis yang ia anggap sahabat mungkin hanya itu batas perasaan Gilang


"Cla nggak usah mikirin Keenan" Ucap tia


huh


Clara membuang napas kasar


"Gue mau ke Italia" ucap Clara


Mendengar itu Gilang dan Tia menatap tak percaya


"Tapi kenapa?" Tanya Gilang


"Gue nggak sanggup" lirih Clara


Melihat itu Tia meraih Tubuh mungil Clara dalam dekapannya Clara menumpahkan seluruh isi hatinya dengan menangis Gilang tak tinggal diam ia bahkan mengelus rambut panjang Clara


"Kami ikut " Ucap Tia


Clara menggelengkan kepalanya


"kalian harus di sini untuk melihat Keenan menyesal" ucap Clara


Keduanya bingung mendengar apa yang Clara bicarakan


"Nanti kalian akan tau" Ucap Clara seakan tau maksud dari tatapan keduanya


Merekapun memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama Clara pun tak enggan memposting foto ketiganya bahkan dirinya dan Gilang


...****************...


... ...


Keenan yang melihat postingan Clara menjadi kesal Clara menjauh darinya Bukan Keenan yang menciptakan jarak itu


Keenan menatap nanar foto cantik Cia dan beralih menatap foto Clara artinya Keenan menyakini dua orang sekaligus


Namun Keenan masih menutup hatinya Keenan mencinta Clara namun ia juga tak ingin melepaskan Chika alasannya hanya dirinya yang bisa mengetahui itu