
Sebulan telah berlalu Hubungan Clara dan Keenan benar-benar berakhir Keenan kerap kali ingin bicara dengan Clara namun Clara dengan jelas menjauhinya
Bagi Clara Keenan telah keterlaluan dan Clara tak ingin lagi berhubungan dengan Keenan walau hati kecilnya masih penyimpan perasaan namun Clara mencoba untuk tetap tegar dan tak pura-pura kuat
Siapa yang tak sakit hati jika seseorang yang kt anggap begitu mencintai kita malah sama sekali tak perduli
Kadang harapan dan sesuai dengan realita kehidupan
Namun setiap orang pasti selalu berharap pada seseorang yang ia sayangi berharap orang itu menghargai kehadiran kita atau bahkan membalas perasaan kita padanya namun tak ada yang bisa memaksa keadaan
kadang melupakan adalah jalannya namun menuju itu perlu waktu itu yang sedang Clara rasakan memerlukan waktu untuk melupakan cintanya pada Keenan
...****************...
Clara Tia dan Gilang berada dikantin ketiganya melihat Chika dan Keenan yang sedang menyebarkan undangan hingga Chika datang ke meja Clara
"Untukmu" ucapnya pada Clara
Clara menerima undangan itu begitupun Keenan dan Tia Chika tersenyum kemudian mendekati Clara
"Bersiaplah untuk sakit hati" bisiknya Clara menatap Chika yang sedang menatapnya dengan tatapan remeh
"Aku harap kalian datang "
"Clara aku minta maaf karena aku hubungan mu dan Keenan kandas" ucapnya berlagak sedih
Clara yang melihat itu hanya memutar bola mata malas Keenan yang mendengar itu mengelus rambut Chika dihadapan Clara
"Itu bukan salahmu jadi berhenti menyalakan dirimu oke" Ucap Keenan lembut
Clara yang muak mendengar itu dan tak ingin terpancing emosi iapun berdiri dan meninggalkan keduanya Gilang dan Tiapun ikut bersama Clara
Setiba ketiganya di kelas Clara menghembus napas kasar masih sakit rasanya jika ia harus melihat Keenan begitu lembut pada Chika
Gilang yang melihat itu menghampiri Clara
"Ngak usah dipikirin" ucapnya lembut kemudian merangkum wajah Clara mengusap air mata Clara dengan lembut
Mata Clara dan Gilang beradu tatap wajah cantik Clara yang memiliki tempat spesial dihatinya
...****************...
Seluruh siswa dan siswi SMA Garuda diundang diacara ulang tahun Chika sepanjang jalan Clara selalu mendengar pujian untuk Chika
Chika yang dikenal dengan wajah cantik dan lugunya
"Cla sabar yah" Ucap tia
Tia mengerti apa yang Clara rasakan Clara tidak menunjukkan itu namun hati dan mata Clara selalu berkata berbeda
Kali ini Clara pulang lebih awal alasannya karena merasa tidak enak badan namun seperti tidak alasannya adalah Clara yang belum sanggup melihat Keenan dan Chika
Setiba dikamar Clara merebahkan diri pada kasur empuknya mengambil sebuah foto yang terlihat wanita dan pria yang sedang tersenyum lebar
Melihat itu Clara meneteskan air matanya foto itu adalah foto dirinya dan Keenan
"Apa kau masih mengingatku" Lirihnya
"Apa tak sedikitpun kau mengingat tentang kita" Mengusap kasar air matanya
memejamkan mata mencoba untuk menerima semua namun apa itu mungkin tentu Sulit bagi Clara
...****************...
"Tia Clara mana?" Tanya Gilang
"Balik katanya sih nggak enak badan" ucapannya
"Buat apa?" Tanya Tia dengan wajah polosnya
Gilang menepuk jidatnya
"Clara sedang tak baik-baik saja bukankah sebagai sahabat kita harus menghiburnya" ucapnya
Tiapun mengangguk tanda menyetujui perkataan Gilang
Tiba selepas pulang sekolah keduanya bergegas ke mansion Pratama
tok tok tok
Clara membuka pintu mengerutkan keningnya boneka besar siapa yang membawahnya hingga nampak wajah Gilang yang tersenyum manis
"Gilang" sentak Clara
Clara menerima boneka besar itu sebenarnya Clara memiliki banyak boneka namun Clara tetap menerima pemberian Gilang
Clara hanya menyimpan dan kembali keluar menuju ruang tamu yang ternyata ada Tia dan ibunya yang sedang tertawa ria
"Mami" sapa Clara
"Sini duduk sayang" Ucap ibunya
Clara pun beralih duduk didekat ibunya setelah puas bercerita ketiganya pun keluar dan memiliki taman belakang
Gilang terus mengikuti langkah dua gadis yang ia anggap sahabat mungkin hanya itu batas perasaan Gilang
"Cla nggak usah mikirin Keenan" Ucap tia
huh
Clara membuang napas kasar
"Gue mau ke Italia" ucap Clara
Mendengar itu Gilang dan Tia menatap tak percaya
"Tapi kenapa?" Tanya Gilang
"Gue nggak sanggup" lirih Clara
Melihat itu Tia meraih Tubuh mungil Clara dalam dekapannya Clara menumpahkan seluruh isi hatinya dengan menangis Gilang tak tinggal diam ia bahkan mengelus rambut panjang Clara
"Kami ikut " Ucap Tia
Clara menggelengkan kepalanya
"kalian harus di sini untuk melihat Keenan menyesal" ucap Clara
Keduanya bingung mendengar apa yang Clara bicarakan
"Nanti kalian akan tau" Ucap Clara seakan tau maksud dari tatapan keduanya
Merekapun memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama Clara pun tak enggan memposting foto ketiganya bahkan dirinya dan Gilang
...****************...
... ...
Keenan yang melihat postingan Clara menjadi kesal Clara menjauh darinya Bukan Keenan yang menciptakan jarak itu
Keenan menatap nanar foto cantik Cia dan beralih menatap foto Clara artinya Keenan menyakini dua orang sekaligus
Namun Keenan masih menutup hatinya Keenan mencinta Clara namun ia juga tak ingin melepaskan Chika alasannya hanya dirinya yang bisa mengetahui itu