Casandra

Casandra
Episode 48



Happy Reading.


Romeo memandang Baby nya yang sedang tidur dalam box bayi. Sementara Casandra sedang dipindah ke ruang rawat VIP dia mendatangi sang Baby yang berjenis kelamin Laki-laki itu.


"Hai sayang, welcome to the world! kamu begitu tampan seperti Daddy," Romeo mengajak sang putra berbicara.


Sungguh tidak pernah dia bayangkan akan memiliki putra yang begitu mirip dengannya itu. Romeo ingin sekali mengajak Casandra untuk melihat Baby mereka, mungkin setelah Casandra kuat dia akan membawa Baby boy itu ke pangkuan istrinya.


Romeo kembali ke ruangan VIP sang istri dan melihat Casandra yang sudah sadar. Romeo langsung memeluk dan mencium Casandra berkali-kali.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena telah melahirkan putra kita! Terima kasih karena telah baik-baik saja," Romeo menangis di bahu sang istri.


Casandra masih merasa lemah, dia mengelus rambut sang suami lembut.


"Aku WANITA KUAT, jadi pasti aku baik-baik saja, aku ingin membesarkan putra kita bersama, sekarang aku juga ingin melihatnya."


Romeo langsung meminta salah satu perawat untuk membawakan putranya bertemu dengan Ibunya.


****


Casandra menangis ketika menggendong sang putra yang begitu tampan itu. Dirinya sudah melalui berbagai macam cobaan dalam hidupnya.


Tapi kini Casandra sudah semakin lega setelah melihat buah hatinya lahir dengan sehat.


"Sayang, jangan nagis donk, kasian nanti Vincent juga ikut nangis," ucap Romeo.


"Siapa nama putra kita? Aku belum sempat mencari nama untuknya," tanya Casandra.


"Vincent Masahiro Zuditte baguskan namanya?"


Casandra mengangguk sambil tersenyum. Romeo menghapus air mata istrinya dan mengecup ujung kepalanya berkali-kali.


"Aku begitu mencintai kalian, tanpa kalian aku bukan apa-apa!"


Casandra sudah diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah sakit. Saat ini dia sedang memberi Asi dan menjemur Baby Vincent di taman belakang.


Romeo sudah siap untuk berangkat ke kantor, dia menghampiri Istri dan putranya itu.


"Hai para kesayangan," Romeo mengecup pipi Casandra dan pipi gembul Vincent. "Sini Baby Vincent gendong Daddy dulu," ucap Romeo berjongkok


"Daddy, Baby V sedang minum Asi, nanti aja gendongnya ya," Casandra yang menjawab sambil tersenyum memandang Baby nya.


Tentu saja Casandra memang ingin memberi Asi eksklusif untuk putranya itu. Dia benar-benar ingin bisa mengurus sendiri sang putra.


"Duhh, tampan banget putra Daddy," Romeo mentoel-toel pipi sang putra.


"Jangan Daddy, nanti sakit pipiku," Casandra menirukan suara anak kecil.


Lalu kemudian mereka tertawa bersama. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa yang kedua pasangan itu rasakan.


Casandra kini bisa selalu tersenyum, menikmati kehidupannya yang sekarang dengan sebaik-baiknya. Begitu pun dengan Romeo yang mendapatkan kebahagiaan luar biasa.


Kini mereka akan melangkah untuk menjalani kehidupan sebagai orang tua baru, babak hidup Casandra dan Romeo baru saja dimulai.


Tapi keduanya yakin jika mereka pasti bisa menjadi orang tua yang baik untuk putra mereka.


"Terima kasih selalu memberikan yang terbaik untuk kebahagianku dan putra kita. Terima kasih Casandra, aku bahkan sudah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan betapa senang dan bahagianya hati ini bisa bersama dengan wanita kuat seperti mu! Kamu mengajarkanku kesetiaan, sehingga aku setia. Kamu mengajarkanku arti cinta sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini." Romeo akhir-akhir ini menjadi begitu cengeng.


Casandra tersenyum, menghapus air mata sang suami dengan lembut.


"Bagi orang lain, suamiku ini mungkin adalah pria yang begitu sempurna. Namun, bagiku kamu hanyalah laki-laki cengeng dan manja, tapi aku tahu kamu memperlihatkan sisimu yang seperti ini hanya padaku," ucap Casandra yang juga ikut menangis.


Giliran Romeo yang menyeka air mata istrinya, tiba-tiba baby Vincent menangis keras. Membuat Casandra dan Romeo tertawa bahagia.


TAMAT