Casandra

Casandra
Episode 32



Happy Reading.


Casandra mengantar Romeo masuk ke dalam kamarnya, pria itu sudah cukup kuat untuk pulang dan rawat jalan karena sudah dua hari bermalam di rumah sakit.


Meskipun Casandra bolak-balik ke kamar Ayahnya dan suaminya waktu di rumah sakit, tetapi wanita itu jelas tidak masalah sama sekali.


Melihat sang Ayah yang sudah sehat dan diperbolehkan pulang kemarin, tentu membuat Casandra semakin bahagia. Sekarang Ayahnya benar-benar sudah sehat.


Ketakutannya ketika mengingat sang Ayah akan meninggalkan nya, ternyata tidak menjadi kenyataan. Sedangkan Romeo juga sudah sehat meskipun jahitan lukanya belum kering, tetapi pria itu minta pulang merengek seperti anak kecil.


Ucapan Romeo ketika mengatakan 'Tentu saja aku tidak akan membiarkan wanita yang kucintai terluka' tidak dihiraukan oleh Casandra.


Meskipun Romeo tidak menjawabnya, Casandra sudah tahu apa maksud dari ucapan itu. Casandra tidak perlu penjelasannya jika suaminya tidak akan membiarkan nya terluka.


Namun untuk cinta, Casandra masih belum bisa percaya, apakah Romeo mencintainya? Sepertinya tidak mungkin dan itu adalah hal yang mustahil.


"Kamu tidur di sini," ucap Romeo setelah berbaring di atas ranjang king size-nya.


Menatap Casandra yang juga tengah menatapnya dengan alis terangkat sebelah.


"Kenapa harus tidur di sini? Aku akan tetap tidur dikamar ku," jelas Casandra.


Kenapa juga dia harus tidur seranjang dengan Romeo, itu adalah hal mustahil di kehidupannya yang dulu.


"Tidak boleh, nanti siapa yang akan membantuku ke kamar mandi, siapa yang akan mengurus ku?" ucap Romeo memelas.


Casandra tidak habis pikir, kenapa Romeo sekarang jadi seperti ini. Sebuah ekspresi yang tidak pernah dia tampilkan sebelumnya. Atau mungkin memang dulu pria itu tanpa ekspresi sama sekali.


Namun, lihatlah sekarang, pria itu bahkan bisa merajuk. Astaga!! Casandra benar-benar tidak mengenal Romeo yang seperti ini.


"Kenapa tidak meminta tolong pada Wilson saja?" jawab Casandra enteng. Dia akan meminta tolong Wilson untuk mengurusi Romeo.


Casandra tidak peduli dengan tatapan suaminya, dia merapikan selimut yang tadi dia ambil dari lemari untuk menyelimuti tubuh sang suami. Merasa jika Romeo sudah mapan tidurnya, Casandra bertekad untuk istirahat dikamarnya.


Namun, Casandra sedikit tersentak ketika tiba-tiba Romeo menarik tangan nya sedikit keras hingga membuat tubuh wanita itu limbung dan menubruk dada bidang Romeo.


Kedua mata mereka saling bertemu, memandang lebih dalam dan menyelami ke netra berwarna coklat dan amber tersebut.


Casandra merasa jika dimata Romeo tercetak jelas pantulan wajahnya, hanya dia dan seakan terkunci di tatapan itu, Casandra merasa terhanyut dalam.


Perlahan Romeo mengangkat wajahnya, sedikit mencuri ciuman di bibir pink mungil itu.


Cup!


Kali ini Casandra tersentak ketika merasakan bibir Romeo mendarat di bibirnya. Meskipun hanya sekilas, tetapi efeknya bisa bertahan lama. Tubuh wanita itu menegang hebat, sekelebat bayangan masa lalu di mana Romeo selalu menciumnya dengan ganas tiba-tiba muncul.


"Apa yang kau lakukan!!" seru Casandra.


Dia merasa jika Romeo sudah keterlaluan, tetapi lihatlah ekspresi wajah yang ditampilkan oleh suaminya saat ini.


"Aku mencium istriku," jawab Romeo enteng tersenyum lebar.


Lihatlah sekarang Romeo menunjukkan tatapan penuh cinta, dan di dalam mata coklat itu lagi-lagi hanya ada bayangan nya saja.


Pria itu kembali mendekatkan wajahnya, Casandra merasa tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dan dia pun terbuai dengan ciuman panjang yang diberikan oleh Romeo.


Namun kali ini ciuman itu begitu lembut, tidak ada kekerasan sama sekali, Casandra seperti bermimpi, mimpi yang menjadi kenyataan.


Romeo membisikkan kata-kata cinta yang begitu indah.


Bersambung.