Casandra

Casandra
Episode 28



Happy Reading


Casandra akhirnya hanya bisa pasrah ketika Romeo tetap kekeh ingin ikut dia ke rumah sakit. Bahkan sekarang tangannya tengah di pegang oleh pria yang saat ini tengah menyetir itu.


Sebenarnya Casandra sangat ingin menarik tangannya, tetapi dia sudah berjanji kepada suaminya itu akan selalu menurut.


Hanya karena Romeo tahu tentang rahasia yang disembunyikan ayahnya selama bertahun-tahun itu, rahasia yang membuat Alice ingin membunuh Ayahnya dan menguasai seluruh kekayaannya.


'Kalau kamu ingin tahu siapa nama ayahnya Alice, aku akan memberitahukan padamu tapi kamu tidak boleh melarangku ikut kemanapun kamu pergi!'


'Cih, ternyata kamu tahu siapa Ayahnya Alice, tapi kamu menyembunyikannya dariku, sebenarnya ada apa hubungan mu dengan wanita itu!' Casandra masih saja curiga.


Padahal Romeo sama sekali tidak ada hubungannya apa-apa dengan sekretarisnya itu.


'Aku tidak menyembunyikan apapun, ternyata Alice memakai data orang lain untuk melamar pekerjaan, dan ayah Alice yang berada di data bukanlah Ayah kandungnya, aku sudah meminta Arnold untuk menyelidiki kasus beberapa tahun lalu, mengenai seorang pria yang dipecat dari PT Hero karena mencuri data perusahaan dan merencanakan pembunuhan, tetapi ternyata dia bukan dalang sebenarnya!'


Casandra terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


'Siapa namanya?'


'Aku akan mengatakan namanya, tetapi kamu harus berjanji padaku untuk memenuhi permintaanku!' ucap Romeo tersenyum tipis.


Casandra hanya bisa mengepalkan tangannya, kesal itulah yang dirasakan sekarang.


Casandra berpikir, jika dia tidak bisa mencari tahu masa lalu ayah Alice dan juga ayahnya bagaimana dia bisa mengusut tuntas dendam masalah itu.


Mungkin kali ini dia harus mengalah kepada Romeo, hanya demi keadilan yang harus dia tegakkan dan juga untuk mengadili Alice dan memberhentikan hukuman wanita itu.


'Baiklah, kamu hanya ingin aku memperbolehkan mu untuk mengikutiku terus, bukan?'


'Tidak hanya itu," ucap Romeo.


Casandra menautkan kedua alisnya, menunggu kata-kata yang akan diucapkan lagi dari sang suami.


'Aku ingin kamu kembali seperti dulu, yang selalu membuatku emosi dengan tingkah lakumu, aku ingin kamu mencintaiku, matamu penuh binar ketika menatap ku, aku rindu semua itu!'


Casandra melongo! Sungguh dia tidak tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Ini tidak mungkin! memangnya Romeo sekarang benar-benar merindukan tingkah Casandra yanh dulu selalu dia pandang jijjk.


Dasar pria aneh.


'Bagaimana?'


Casandra masih berpikir, apakah dia akan menerima permintaan dari Romeo?


'Nanti akan kupikirkan lagi, sekarang aku harus cepat pergi ke rumah sakit!'


'Ayo!' Romeo menyodorkan tangannya, membuat Casandra mendengus kesal.


Awalnya Casandra menolak dan akan langsung pergi begitu saja, tetapi langsung diurungkan ketika mendengar bariton keras itu.


'Baiklah, kalau kamu tidak mau, aku juga tidak akan membantumu, dan aku yakin kalau kamu pasti tidak akan bisa mencari tahu semuanya sendiri!'


****


Dan di sinilah sekarang, Casandra dan Romeo berjalan sambil bergandengan tangan, masuk ke rumah sakit. Kedua sudut bibir Romeo tertarik ke atas sedikit. Entah kenapa dia merasa senang saat jalan bersisian seperti ini dengan istrinya.


Padahal jika Romeo ingat, dulu Casandra setiap jalan dengannya pasti selalu melingkarkan tangan ke lengannya. Entah kenapa dia dulu merasa risih, padahal tidak ada yang sala dengan Casandra karena mereka memang suami istri.


Dirinya lah yang salah karena tidak pernah menganggap Casandra, selalu mengabari keberadaannya dan terlalu memandang jijik hanya karena sikapnya yang centil dan cerewet.


Namun, lihatlah sekarang, Romeo merindukan Casandra yang dulu, dia lebih suka istrinya menatapnya penuh cinta dibanding dengan sekarang yang hanya berwajah datar dan dingin.


Romeo rindu istrinya yang dulu, dan hal itu sungguh menyiksanya.


"Apakah kita akan terus bergandengan seperti ini terus?? aku malu, Romeo?" ucap Casablanca setengah berbisik.


"Kenapa harus malu, bukankah kamu dulu sangat suka jika aku pegang seperti ini?" Romeo menaikkan sebelah alisnya, sedikit tersenyum dengan tingkah sang istri.


"Terserah!"


Bersambung.