Casandra

Casandra
Episode 21



Happy Reading.


Romeo masih memeluk Casandra, pria itu tersenyum kecil mengetahui jika istrinya tidak berontak dan menikmati pelukannya.


Casandra melepaskan pelukannya ketika melihat ruangan sang Ayah terbuka. Terlihat seorang perawat keluar dan berlari dengan tergesa. Tidak berapa lama beberapa dokter datang dan langsung masuk ke dalam ruangan itu.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi dengan Ayah?" tanya Casandra yang entah ditunjukkan pada siapa.


Dia tidak sadar jika pinggangnya masih dipeluk oleh Romeo.


"Ssttt, tenang lah, Ayah pasti baik-baik saja," bisik Romeo di telinga Casandra.


Membuat wanita itu langsung tersadar dan mendorong tubuh Romeo yang masih menempel padanya.


"Lepas!"


"Siapa yang tadi betah banget dipelukan ku?" sindir Romeo ketika melihat sang istri yang sepertinya jijik kepadanya.


"Huh! tidak tahu orang lagi sedih! ya sudah pergi sana kalau nggak ikhlas!" usir Casandra sambil menggerakkan tangannya mengibas-ngibas ke arah pria itu.


Bukannya pergi, Romeo malah mendekat.


"Tuan Romeo Zuditte yang terhormat, sejak kapan anda suka dekat-dekat dengan saya? bukankah anda itu jijik ya sama saya?"


"Oh ya, tapi kamu itu istriku, jadi wajar jika aku dekat-dekat, kalau yang nggak wajar itu kalau aku dekat dengan wanita lain," jawab Romeo santai.


Casandra berdecih, "bukankah anda dekat dengan Alice?"


Romeo melotot ketika mendengar nama wanita itu, "ck, siapa bilang aku dekat sama dia, dia itu wanita yang menjijikkan!"


Casandra nampak membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu, tetapi kemudian Casandra urungkan dan menutup mulutnya kembali.


'Huh, kenapa jadi keliatan akrab kalau berdebat seperti ini? sejak kapan sih Romeo jadi suka bicara!'


Casandra merasa tidak suka dengan sikap Romeo yang berubah seperti ini. Pria itu dulu begitu dingin dan tanpa ekspresi, wajahnya datar dan sangat irit bicara.


Bahkan Romeo tidak pernah tersenyum sama sekali kepadanya. Selama menikah di kehidupan yang dulu, Romeo sudah terlanjur membenci sampai ke tulang.


Dan Casandra tahu siapa yang membuat Romeo menjadi seperti itu.


Romeo mengerutkan keningnya ketika melihat istrinya itu malah melengos dan berjalan menjauh darinya.


"Dasar labil!" gumam Romeo tersenyum kecil melihat tingkah Casandra yang sekarang.


Padahal dulu wanita itu pasti akan selalu menempel padanya. Merengek dan selalu berbuat hal-hal yang dimana membuat Romeo tidak suka. Memakai pakaian ketat dan seksi adalah salah satu hal yang tidak dia sukai dari Casandra.


Namun, entah kenapa sekarang perasaan tidak suka dan risih itu hilang begitu saja. Romeo tidak tahu, apa karena Casandra telah berubah?


Bukan hanya karena itu, Romeo merasa dia seperti kehilangan seseorang yang biasanya selalu mengganggunya. Setelah selama sebulan lebih Casandra sama sekali tidak mengganggunya, membuat Romeo galau dan merasa kehilangan.


Casandra sendiri tidak kalah gelisah dan hanya bisa berdoa dalam hati agar Ayahnya selamat. Wanita itu tidak bisa membayangkan bagaimana jika Ayahnya meninggalkan dia lagi seperti yang dulu.


'Ya Tuhan, tolong selamatkan Ayah!'


Casandra menggigit kukunya hanya demi mengurangi kegugupan yang melanda, dia juga sudah pasrah dengan segala kehendaknya takdir dari Tuhan. Mungkin dia hanya bisa menyesal karena telah membiarkan Alice melakukan perbuatan jahatnya itu di kehidupan sekarang.


Seharusnya tadi dia tidak perlu pergi meninggalkan sang Ayah, kalau ternyata tetap terjadi seperti ini.


'Alice, aku akan membalas mu!'


****


Pintu ruang rawat Tuan Jefry terbuka, Casandra dan Romeo langsung berlari ke arah dokter yang keluar dari dalam sana.


"Bagiamana keadaan Ayah saya dokter?"


"Bagaimana Ayah mertua saya, dok?"


Sang dokter menatap Romeo dan Casandra secara bergantian ketika kedua orang itu bertanya hampir bersamaan.


"Sekarang keadaan beliau sudah stabil, sepertinya ada suatu kesalahan di sini, mari anda berdua ikut saya ke dalam," ujar dokter tersebut.


Casandra dan Romeo langsung ikut masuk ke dalam ruangan itu dan melihat kondisi Tuan Jefry yang sudah stabil.


"Sepertinya ada sabotase, entah siapa yang ingin mencelakakan Tuan Jefry, tapi yang jelas ini adalah perbuatan seseorang," jelas dokter itu.


Romeo terkejut ketika mendengar penjelasan dokter itu, sedangkan Casandra merasa lega karena ternyata dia tidak salah ambil waktu.


"Siapa yang ingin mencelakakan Ayah mertua saya, dok? Apakah ada ... !"


"Aku tahu siapa orangnya!" Romeo dan dokter itu menoleh ke arah Casandra yang saat ini tengah menatap ponselnya.


"Casey, kamu tahu siapa yang ingin mencelakakan Ayah?" tanya Romeo.


Casandra tersenyum di dalam hati, tadi dia meletakkan ponselnya di tempat yang benar-benar strategis.


"Aku tadi menaruh ponsel ku di atas meja, ternyata aku tidak sengaja memencet aplikasi video dan lihatlah!"


Bersambung.