
Happy Reading.
Tuan Jefry akhirnya siuman setelah hampir seminggu tidak sadarkan diri. Casandra sedang bersama Romeo menjenguk sang Ayah yang kini kondisinya mulai stabil.
"Bagaimana keadaan Ayah? Casey sangat khawatir, sebenarnya kenapa Ayah bisa drop seperti ini? Apa Sam tidak menjaga Ayah dengan baik, Ayah harus cepat sembuh, apa jangan-jangan Ayah makannya tidak teratur?" tanya Casandra bertubi-tubi.
Tuan Jefry tersenyum menatap sang putri yang kini sepertinya tampil lebih dewasa itu. Perubahan Casandra benar-benar membuat Tuan Jefry bangga, bahkan putrinya itu bisa menjalankan perusahaan dengan baik sejauh ini. "Ayah hanya sedang kecapean, Nak!" jawab Tuan Jefry sangat tidak memuaskan bagi Casandra.
"Kalau begitu Ayah harus istirahat, tidak boleh kecapean, ingat umur! Ayah sudah tidak mudah lagi!" Casandra mulai cerewet.
Wanita itu sangat menyayangi Ayahnya, dia sudah seperti kehilangan setengah jiwanya ketika ayahnya meninggal di kehidupan yang lalu.
Casandra mendekap tangan sang Ayah yang terbebas dari infus. Dia tidak mau jika Ayahnya harus meninggalkannya lagi. Paling tidak Ayahnya berumur panjang dan bisa melihat cucu-cucunya nanti.
Tuan Jefry hanya tersenyum menanggapi putrinya itu, kemudian matanya beralih ke arah Romeo.
"Romeo, apakah putriku ini masih saja merepotkan mu?"
Romeo yang mendapatkan pertanyaan itu langsung tersenyum dan menggeleng perlahan. Meskipun Tuan Jefry terkesan diam selama ini, tetapi Romeo tahu jika ayah mertuanya itu pasti mengetahui sikapnya selama ini terhadap Casandra.
Romeo merasa menyesal karena selama ini tidak bisa menjaga Casandra, bahkan terkesan mengabaikan istrinya itu. Tetapi setelah ini dia berjanji akan berubah dan membuat Cassandra kembali seperti dulu.
Meskipun Romeo tahu, itu pasti akan sangat sulit karena Casandra sudah membencinya, tetapi Romeo tetap akan berusaha menjaga rumah tangga mereka.
"Casey sekarang jadi lebih mandiri dan dia tidak suka jika saya campur dalam urusannya. Namun dengan sikap Casey yang seperti ini, entah mengapa saya merasa diabaikan sebagai suami," adu Romeo kepada mertuanya itu.
Dan tentu saja hal itu langsung mendapatkan pelototan mata dari Casandra, wanita itu merasa jika Romeo sedang memprovokasi Ayahnya dan mengadu seperti anak kecil.
Padahal selama ini dia tidak pernah mengadu kepada sang Ayah ketika Romeo bersikap tidak baik terhadapnya.
"Oh, benarkah? Casey sudah berubah dan menjadi dirinya sendiri, seandainya kamu tahu kalau Casandra itu sebenarnya gadis yang mandiri dan juga sangat cerdas, Ayah tau semua itu karena sejak kecil Ayah yang telah mendidiknya, jadi kenapa aku tidak khawatir ketika Casandra meminta jabatan CEO tersebut? karena memang Casandra mampu!" ujar Tuan Jefri tersenyum menatap keduanya.
Romeo sedikit terkejut dengan penuturan Ayah mertuanya itu, jadi maksudnya jika Casandra selama ini bersikap bukan seperti dirinya sendiri. Lalu kenapa selama menikah Casandra terlihat seperti orang bodoh dengan tingkah yang centil dan cerewet?
"Ayah, mau makan buah nggak?" Casandra mengalihkan perhatian sang Ayah yang hampir membuka rahasia Casandra dihadapan Romeo.
Rahasia jika dia orang yang smart dan bahkan bisa bela diri sejak kecil, Casandra tidak ingin Romeo tahu hal itu.
"Ayah masih belum lapar, Nak," jawab Tuan Jefry.
Romeo menatap Casandra dengan tatapan yang tidak bisa teralihkan. Menurutnya, istrinya ini memang sengaja mengalihkan perhatian.
*****
Casandra mendapatkan telepon dari Wilson, membuat wanita itu langsung kembali ke perusahaan setelah berpamitan kepada Ayahnya.
"Memangnya ada apa? Apakah perusahaan sedang genting?" tanya Romeo yang sedang berkonsentrasi menyetir.
"Ada yang menyabotase produk kita," jawab Casandra masih sibuk dengan ponselnya.
Berusaha menghubungi seseorang, tetapi tidak tersambung sejak tadi.
"Sial!! Sebenarnya apa yang dilakukan Carter!!"
Romeo menaikkan sebelah alisnya, "Carter?"
"Ya, dia yang bertanggung jawab mengurus proyek di PT Tianshing, dan sekarang proyek itu hancur karena bahan bangunan yang berasal dari produk kita ternyata begitu buruk!"
"Itu tidak mungkin, bukankah perusahaan kita selalu menggunakan bahan berkualitas baik," ucap Romeo.
'Apa ada yang menukar bahannya?' batin pria itu.
"Sialnya PT Star Build mengeluarkan produk terbaru yang sama seperti milik kita, tetapi mereka mengklaim bahwa itu adalah milik mereka! Aku yakin ada yang sengaja ingin menjatuhkan perusahaan dan semua ini adalah ulah dari orang dalam!"
Casandra mengepalkan tangannya, proyek PT Tianshing bernilai triliunan, kalau memang pembangunan itu hancur, bisa dipastikan perusahaan PT Hero akan bangkrut.
Meskipun gelisah, Casandra tetap harus tenang, di kehidupan yang dulu hal ini tidak ada. Casandra tidak ingat apapun karena dia juga tidak terjun langsung ke perusahaan waktu itu.
Otak Romeo berpikir keras, dia harus bisa membantu Casandra agar terlepas dari masalah ini. Romeo yakin jika ada orang dalam yang membocorkan produk perusahaan ke PT Star Build.
Romeo harus segera bergerak agar PT Hero tidak digulingkan.
Bersambung.
Maaf ya jika ceritanya jadi kurang menarik, othor berusaha untuk membuat cerita ini semenarik mungkin agar kalian semua tidak bosan 🙏🙏 Terima kasih 😘😘😘