
Happy Reading.
Di sebuah ruangan gelap berdinding kayu dan hanya disinari oleh lampu pijar, seorang pria nampak tidak sadarkan diri setelah dihajar habis-habisan.
Seorang pria lain dengan mata tajam berdiri di didepannya sambil membawa sebuah kayu balok. Seperti pria itu masih belum puas menghajar pria yang kali ini sudah tidak sadar itu.
Sebuah deringan panjang membuatnya menoleh ke arah saku celananya. Pria yang masih membawa kayu dan berlumuran darah di tangannya itu membuang balok tersebut dan segera mengangkat panggilannya.
"Halo?"
"Smith, bagaimana? Apa dia tetap tidak mau mengatakannya?"
Pria itu menoleh ke arah korbannya.
"Dia tidak mau mengaku meski sudah saya bikin babak belur, Tuan!"
"Apa kau tidak bisa mengancamnya? Kalau perlu gunakan keluarganya untuk membuat dia buka mulut!!!"
Teriak orang diseberang, membuat pria itu menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Baik Tuan, kalau dia tetap tidak mau mengaku, apa yang harus saya lakukan?"
"Bunuh dia dan berikan mayatnya pada Doggy!"
Tuut!!
****
Casandra mendatangi proyek Tianshing yang rencananya akan dibangun sebuah gedung bertingkat 15. Gedung itu rencananya akan dibuat sebuah sekolahan swasta yang menampung murid tidak mampu di wilayah bagian kota itu.
Namun, sebelum proyek itu berjalan setengahnya rekonstruksi bangunan tiba-tiba roboh. Dan hal itu tentu saja membuat PT Hero sebagai tersangka karena proyek Tianshing di garap oleh perusahaan yang di pimpin oleh Casandra.
"Bagaimana Wilson? Apa kau sudah menemui hal yang mencurigakan?" tanya Casandra.
Pria bertubuh besar itu menatap sekeliling, kemudian dia berjalan ke arah tumpul semen. Sedikit menunduk dan mengambil semen itu dengan tangannya.
Casandra bisa melihat Wilson mengendus semen yang dia ambil itu.
"Nona, aku rasa memang kita di sabotase, ada yang menukar semen kita dengan semen berkualitas rendah!" ujar Wilson.
"Wilson, suruh anak buahmu untuk mengecek CCTV di tempat ini," ucap Casandra.
"Nona, saya sudah melakukan hal itu sebelum kita kemari, tapi sayangnya CCTV ditempat ini sedang rusak," jawab pria itu.
Casandra mengepalkan tangannya, orang kepercayaannya telah mengkhianatinya dan sekarang dia kabur entah kemana.
"Kalau begitu kita harus memakai rencana B, hubungi Alvian, dan aku ingin bisa bertemu denganmu saat ini juga di kantor!" titah Casandra.
Kemudian wanita itu pergi keluar menuju mobilnya, hari sudah mulai gelap, seharusnya Casandra sudah bisa pulang dan mengurus Ayahnya, tetapi karena masalah ini dia harus lembur dan mencari tahu siapa dibalik semua ini
Alvian yang mendapatkan telepon dari Wilson yang mengatakan Nona Casandra ingin bertemu langsung bergegas ke kantor PT Hero.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Alvian langsung sampai di perusahaan dalam waktu 20 menit saja.
Padahal Casandra belum sampai, tetapi Alvian sudah menunggunya. Seketika 15 menit menunggu, akhirnya Avian bisa melihat Casandra masuk kedalam kantor.
"Nona ... !"
"Tuan Alvian, ayo ke ruangan ku, aku ingin bicara penting!" Casandra masuk ke dalam lift diikuti oleh Wilson dan Alvian.
Setelah sampai di lantai di mana ruangannya berada Casandra mempersilahkan Alvian masuh dan duduk disofa.
"Wilson, tolong ambil proposal proyek Tianshing!" Wilson menurut dan mengambil proyek tersebut di rak dokumen.
"Tuan Alvian, aku ingin bantuanmu," ujar Casandra dengan tatapan yang tegas.
Alvian terkesiap, dia tidak menyangka Casandra meminta tolong padanya. Tetapi bukankah hal yang wajar jika wanita itu meminta tolong padanya karena biar bagaimanapun PT Aditama sudah menjadi milik Casandra.
"Iya Nona, anda minta tolong apa?"
"Aku ingin kamu mengerjakannya proyek Tianshing, aku tahu kamu sedang mengembangkan proyek lain, tapi ada orang dalam di PT Hero yang sengaja ingin membuat perusahaan hancur!"
Bersambung
Maaf jika up sedikit 🙏🙏