Casandra

Casandra
Episode 43



Happy Reading.


Sore ini Romeo pulang lebih awal, sampai di rumah dia sudah di tunggu oleh istrinya yang masih memakai pakaian yang sama seperti tadi pagi.


Casandra terlihat duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya, bukan melihat sosial media, tapi melihat harga saham di akhir bulan ini.


Sepertinya wanita itu memang tidak bisa jika tidak bekerja walaupun hanya duduk dirumah, padahal Romeo sudah mengingatkan jika Casandra hanya boleh berdiam diri dan membebaskan pikirannya dari beban pekerjaan.


"Sayang, kenapa belum mandi?" tanya Romeo berjalan ke arah Casandra yang masih kusut dengan rambut acak-acakan.


Semenjak kehamilannya, Casandra memang jadi pemalas, malas mandi terutama. Dia juga jadi manja sekali, tapi Romeo malah suka. Tentunya dengan modusin terus istrinya itu.


Casandra meletakkan ponselnya ketika mendengar suara sang suami. Dia sudah keluar dari akun perusahaan, kalau sampai Romeo tahu, pasti suaminya itu akan mengomel sepanjang malam.


"Masih malas, masih sore juga, belum malam, nanti kalau udah jam 6 deh," jawab Casandra sambil mengambil segelas susu yang ada dihadapannya itu.


Wanita yang sedang hamil itu meminum susu vanilla khusus untuk ibu hamil tersebut dengan cuek, meskipun penampilannya sudah mirip seperti orang yang tidak mandi selama seminggu tapi Casandra tidak peduli sama sekali.


Romeo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang isteri. Setelah Casandra menghabisi susu hamilnya, Romeo langsung mengangkat tubuh Casandra yang sudah semakin berisi itu.


"Aaakk, Romeo, lepaskan aku!!"


"Kamu harus mandi dulu sayang, tidak baik ibu hamil mandi terlalu larut!" Romeo melangkahkan kakinya sambil menggendong sang istri naik ke lantai atas.


"Mandiin tapi!"


"Iya, pasti,,, aku mandiin!"


"Tapi jangan aneh-aneh!"


"Enggak kok, paling cuma dikit!"


"Dikit apa, pasti minta lebih!!" seru Casandra yang sudah masuk ke dalam kamar.


****


"Amanda siapa?" tanya Casandra.


"Calon kandidat sekretaris baruku," Romeo melepas baju sang istri.


Pria itu ingat tadi saat dia berada di lobby kantor, tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggilnya dan ternyata wanita itu adalah Amanda, wanita yang melamar menjadi sekretarisnya tadi. Amanda menangis di hadapan Romeo dan mengatakan jika dia menginginkan pekerjaan itu.


"Apa dia cantik dan muda?" tanya Casandra.


"Cantik, tapi dia tidak secantik dirimu," jawab Romeo membuat bibir Casandra manyun.


"Awas kalau macam-macam, selingkuh dengan sekretaris mu lagi, akan ku pastikan kau akan jadi miskin dan ku lempar ke jalanan seperti gelandangan aga tidak ada yang mau dengan dirimu, aku tahu kalau para wanita itu hanya ingin hartamu saja, kalau kamu miskin dan tidak punya apa-apa, tidak akan ada yang melirik!"


Cup!


Romeo mencium bibir Casandra.


"Sekarang jadi pintar ngomong ya,,, mana mungkin aku akan tertarik sama wanita lain, kalau mendapatkan kamu saja itu sudah merupakan anugerah yang luar biasa! Apa mau kalau aku menyesal karena main wanita lain, padahal istri ku ini kalau marah melebihi induknya singa?"


Casandra tersenyum. Kini tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benangpun setelah suaminya melucuti pakaian yang melekat ditubuhnya.


Romeo kemudian membopong Casandra dan memasukan ke dalam bathup setelah terisi penuh air hangat.


"Awas saja ya! jangan aneh-aneh kalau punya sekretaris baru yang lebih muda dan cantik! Ini adalah peringatan!" Casandra menahan tubuh sang suami dengan tangan.


"Kenapa kamu masih meragukanku sayang, tenang saja, aku kan udah punya yang lebih dari segalanya kenapa harus melirik yang belum tentu benar, percaya sama aku, atau kamu bisa pantau aku dari rumah lewat CCTV, hemm," Romeo meyakinkan istrinya.


Casandra menatap mata Romeo dan tersenyum. Sebenarnya dia hanya merasa trauma jika Romeo berdekatan dengan wanita cantik di luar sana, apalagi sekarang sekretaris nya adalah wanita cantik. "Baiklah, aku percaya!" jawab Casandra.


Berusaha mempercayai suami kali ini.


"Terima kasih," bisik Romeo yang kemudian mendudukan Casandra diatasnya, mencium Casandra dengan sangat lembut.


"Aku sangat mencintaimu, jangan pernah ragukan aku, tubuh ini benar-benar bikin aku gila sayang, mana mungkin aku tertarik dengan yang lain!"


Romeo langsung menempatkan milik nya dibawah tubuh sang istri, memasukan perlahan agar Casandra tidak kesakitan.


Romeo menggerakan dari bawah sambil mencium leher sang istri.


Casandra hanya bisa memejamkan mata, menikmati setiap hujaman dari milik Romeo yang selalu memabukkan.


****


Skip dulu, puasa-puasa ini 😁