
Happy Reading.
Casandra menarik lengan Romeo agar pria itu segera pergi dari kamarnya. Sungguh kenapa sekarang Romeo bersikap seperti ini. Sikap yang berbanding terbalik dengan nya yang dulu.
Di kehidupannya yang lalu, Romeo belum pernah menyentuh ranjangnya sama sekali, mungkin dia akan melayani suaminya di kamar Romeo yang terletak di sebelahnya.
Jangan kira selama 7 tahun menikah, Romeo akhirnya tidak mau menyentuh Casandra. Di awal-awal memang seperti itu. Tetapi setelah berjalan beberapa tahun menikah, Romeo meminta haknya.
Dan saat itu Casandra senang sekali, dia kira sudah bisa menaklukkan hati Romeo dan mendapatkan cintanya.
Namun, sampai kematiannya Romeo sama sekali tidak mencintainya.
"Ingat Casey, ini rumahku, jadi ini kamarku juga!"
"Aku tidak ada waktu untuk berdebat, jadi cepat pergi dari kamar ini!" seru Casandra.
Romeo hanya menatap Casandra datar, kenapa dia tidak suka dengan sikap istrinya yang seperti ini. Entah kenapa dia jadi rindu sikap Casandra yang dulu.
"Casey, kenapa kamu berubah? apa kamu sudah tidak cinta lagi sama aku?" Romeo sedikit berdehem setelah berucap seperti itu.
Kali ini dia sudah meyakinkan dirinya bahwa ingin menjalin hubungan yang baik dengan Casandra.
"Kenapa? apa kamu kangen sama sikapku yang dulu, bukankah kamu tidak suka ya?? atau jangan-jangan kamu sudah mulai sadar jika aku bukan wanita yang buruk?" cibir Casandra.
Romeo tidak menjawab karena memang semua yang diucapkan Casandra adalah benar. Dia rindu Casandra yang selalu menempel padanya, dia juga sudah mulai sadar jika Casandra bukanlah wanita buruk seperti yang dia lihat selama ini.
"Ya, mungkin saja aku mulai rindu," jawab Romeo.
Casandra terkejut mendengar jawaban dari Romeo. Tidak itu tidak mungkin Romeo sama sekali tidak menyukai dirinya yang dulu bahkan sampai pernikahan mereka berjalan 7 tahun.
Apakah semuanya benar-benar sudah berubah karena Cassandra mengubah alur hidupnya dari awal.
"Hahaha, apa aku tidak salah dengar seorang Romeo Zuddith merindukan Casandra yang dulu yang selalu ditetapkannya dengan tatapan jijik!"
"Apa aku tidak salah dengar? Tuan Romeo Zuddith yang terhormat, apakah baru saja kamu minta maaf padaku?" tanya Casandra tersenyum miring.
Menatap wajah Romeo yang tidak berubah sama sekali, tidak ada raut wajah marah ataupun tersinggung dengan perkataannya.
"Ya, aku memang minta maaf padamu, apakah permintaan maaf itu suatu hal yang salah?" tanya Romeo dengan tatapan yang tulus.
Mata lelaki itu terpancar kelembutan yang belum pernah Casandra lihat selama ini.
Tiba-tiba jantung Casandra berdetak kencang saat Romeo mengambil tangannya dan menempelkan bibirnya di punggung tangan Casandra.
"Eh," Casandra tersentak. Ingin sekali menarik tangannya yang masih digenggam oleh Romeo.
"Aku dulu terlalu menilai mu begitu negatif, tentu saja banyak orang yang juga membicarakan mu, maaf karena dulu aku tidak mau mengenalmu, aku terlalu terpancing omongan orang-orang yang mengatakan jelek tentang dirimu," ujar Romeo tulus.
Kali ini Casandra menarik tangannya, menatap Romeo balik dengan tatapan yang sulit diartikan. Jika ada yang tanya apakah perasaan Casandra sudah hilang sepenuhnya untuk Romeo? jawabannya TIDAK.
Biar bagaimanapun dulu Casandra pernah sangat mencintai pria di hadapannya ini, meskipun sekarang perasaan itu berubah menjadi benci, karena di kehidupan sebelumnya Casandra mati dibunuh oleh pria ini.
Namun, melihat permintaan tulis dari Romeo membuat pertahanan Casandra hampir saja luluh.
"Jadi kamu ini tipe orang yang menilai seseorang dari luarnya dan juga dari ucapan orang-orang lain? cih, seharusnya kalau kamu memang orang yang benar-benar bisa melihat ketulusan seseorang, kamu bisa tahu siapa yang tulus denganmu dan siapa yang bukan! siapa yang telah mencuci otakmu hingga kamu bisa sangat membenciku dan juga jijik padaku?" seru Casandra sambil bersedekap dada.
"Alice salah satunya, dia selalu mengatakan hal-hal buruk tentang mu," jawab Romeo menunduk.
'Jadi benar jika wanita itu yang membuat Romeo sangat membenciku! huh, dasar pria bodoh!' umpat Casandra dalam hati.
"Ah, lalu sekarang kamu menilai nya bagaimana? Apakah kamu sudah mengerti kenapa wanita iblis itu mengatakan seperti itu padamu?"
Bersambung.