
Happy Reading.
Casandra terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Alice. Apa maksud wanita itu, mengatakan jika Ayahnya yang membunuh Ayah dari wanita itu.
"Haha, kau tidak tahu 'kan kalau aku ingin membunuh mu juga, aku ingin kamu hancur, Casandra!"
"Dasar wanita iblis!" Casandra menatap tajam Alice.
"Keluarga mu lebih iblis!! Ayahmu memecat Ayahku dengan tuduhan yang tidak jelas, bukan hanya itu, tetapi seluruh harta benda milik Ayah disita!! kamu tahu apa yang terjadi setelah itu?" Alice tersenyum miris.
Romeo semaksimal mengeratkan pelukannya pada bahu Casandra, dia tahu jika Casandra pasti sedikit shock dengan kabar yang baru saja dia dengar.
"Kami jatuh miskin dan Ayahku sakit keras, dia mengalami tekanan mental, akhirnya dia depresi dan bunuh diri!! itu semua yang menyebabkan adalah Tuhan Jefry Masahiro!! pria kejam dan tidak berperikemanusiaan!!"
Casandra tersentak, apakah benar apa yang dikatakan oleh Alice? apakah Ayahnya sekejam itu?
"Ayahku melakukan semua itu pasti bukan tanpa alasan, aku yakin jika Ayahmu telah melakukan kesalahan besar sebelumnya!"
Alice benar-benar geram dengan ucapan Casandra, dia jelas-jelas tahu jika Ayahnya sama sekali tidak bersalah. Saat itu usianya masih 15 tahun. Alice melihat sendiri bagaimana Ayahnya menusukkan pisau tepat di jantungnya, dan dalam kematiannya sang Ayah mengatakan jika dia akan membalas Jefry Masahiro.
"Ayahmu lah yang jahat!! dia pembunuh!! Aaakkk!!"
Wanita itu akan meronta, berusaha untuk menyakiti Casandra sebisanya. Namun Alice tetap tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya diborgol dan dijaga ketat.
"Bawa wanita itu kembali!" seru Romeo yang melihat tatapan Alice yang sudah seperti ingin membunuh Casandra.
Dua petugas polisi langsung menyeret Alice yang hanya pasrah saja, tetapi lagi-lagi wanita itu tertawa terbahak, terdengar mengerikan.
Casandra berhasil menguasai dirinya setelah beberapa saat tertegun dengan tawa Alice, tawa yang tidak asing baginya.
Tawa yang dulu pernah dia dengar di kehidupan yang dulu. Ya, Alice pernah tertawa melengking seperti itu ketika masuk ke dalam kamarnya saat dia sakit dan Romeo tengah bekerja.
Alice tahu jika Casandra tidak bisa melakukan apa-apa karena tubuhnya yang lemah akibat kehujanan seharian. Saat itu Romeo menurunnya dari dalam mobil dan meninggalkan Casandra di tengah jalan yang jauh dari rumahnya.
Hanya karena perdebatan kecil, Romeo melakukan hal itu. Hanya karena Casandra mengatakan jika dia sering disakiti oleh Alice dan wanita itu bermuka dua, langsung saja membuat Romeo marah dan langsung menurunkan nya begitu saja.
Sungguh, itu adalah hari-hari terakhir Alice berhasil menjalankan semua rencananya yang telah dia susun jauh-jauh hari.
Ternyata inilah jawabannya, karena balas dendam dan obsesi seorang Alice hingga bisa membuat hidup Casandra berantakan dan hancur.
Ditinggal pergi sang Ayah dan di benci oleh suaminya sendiri. Semua itu karena rencana Alice, dan di kehidupan yang sekarang akhirnya Casandra telah mematahkan rencana Alice dengan memasukkan nya ke dalam penjara.
"Casey, ayo pulang, biar Tuan Morgan yang menyelesaikan masalah ini," ujar Romeo membuat Casandra menoleh ke arah Suami itu.
Tuan Morgan adalah pengacara khusus keluarga Zuditte.
Casandra berdecak pelan, membuat Romeo fokus kepada istrinya itu.
"Ada apa?" sepertinya Romeo peka jika Casandra mengatakan sesuatu.
"Aku ingin tanya padamu, tapi jawablah jujur!" alis Romeo terangkat
"Baik, apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Siapa nama Ayahnya Alice?" tanya Casandra dengan tatapan sendu.
Romeo mengambil tangan Casandra dan menggandengnya untuk keluar dari dalam kantor polisi.
Casandra hanya diam, entah kenapa sekarang dia seakan terbiasa oleh sentuhan dari suaminya ini.
Padahal dulu saja Romeo bahkan enggan untuk berdekatan dengannya.
"Lepas!" tiba-tiba Casandra menarik tangan nya dari genggaman Romeo.
Membuat pria itu menatapnya dengan tatapan tidak suka.
"Aku bisa jalan sendiri, Bukan kamu tidak suka aku sentuh, tapi kenapa sekarang malah kamu yang suka pegang-pegang!" Casandra langsung masuk ke dalam mobil dengan raut wajah kesal.
Sedangkan Romeo hanya bisa menarik kedua sudut bibirnya ke atas.
*****
Dua hari kemudian.
Casandra baru saja bertemu dengan salah satu klien yang akan menggunakan jasa perusahaannya sebagai pemasok bahan-bahan untuk membuat konstruksi.
Tepat setelah dia pergi meninggalkan restoran itu, tiba-tiba Casandra bertemu dengan seseorang yang sangat dia kenal di masa lalu. Pria yang dulu hampir menghancurkan karir Romeo.
'Daffa Alvares!'
Bersambung.