Casandra

Casandra
Episode 27



Happy Reading.


Casandra mendengus melihat tingkah Romeo yang seperti suami bucin. Bahkan dengan posesifnya, Romeo merangkul pinggangnya yang ramping itu. Sedikit menariknya agar merapat ke arah pria tersebut.


Tentu saja hal itu tidak terlepas dari pandangan Daffa Alvares. Bukankah kabar yang beredar diluar sana jika Romeo dan putri dari Jefry Masahiro itu menikah karena dijodohkan. Banyak yang mengatakan jika Romeo ini tidak menyukai istrinya.


Tetapi apa yang dia lihat sekarang ini? bukankah sikap Romeo persis seperti suami yang tengah cemburu. Mata Daffa nampak melihat tangan Romeo yang memeluk pinggang istrinya.


"Eghem!" Romeo berdehem, semakin merapatkan tubuhnya pada sang istri.


Sebenarnya Casandra ingin sekali menarik tangan Romeo dari pinggangnya itu, tetapi posisinya saat ini masih ada Daffa, dan Casandra tidak mau jika Daffa akan menatapnya aneh dan terlihat semakin jelek di mata kliennya itu.


Daffa merasa tidak enak dengan Romeo, bahkan pandangannya di pinggang Casandra langsung dia alihkan.


"Selamat siang, saya Daffa Alvares, klien Nona Casandra," ucap Daffa memperkenalkan dirinya pada Romeo.


Posisi Romeo di perusahaan itu yang hanya sebagai wakil Presdir, membuatnya tidak bisa leluasa menerima klien begitu saja.


Daffa bisa melihat tatapan Romeo yang mengatakan seakan dia tidak suka melihat interaksinya dan Casandra tadi.


"Saya Romeo Zuditte, suami Casandra Zuditte!" ucap Romeo yang kali ini menekankan nama Zuditte di belakang nama istrinya.


'Hah, apa-apaan dia, biasanya juga tidak mau memperkenalkan aku di depan umum! apa urat malunya sudah putus!' geram Casandra dalam hati.


Biasanya Romeo tidak akan pernah memperkenalkan dirinya sebagai suami Casandra, yang ada Casandra lah yang selalu memperkenalkan Romeo pada semua ketika sedang menghadiri jamuan dari kolega sang Ayah.


"Oh, iya tentu saja saya tahu anda dan saya juga sudah beberapa bertemu dengan Nona Casandra," jawab Daffa. "Kalau begitu saya permisi dulu, selamat siang Nona Casandra dan Tuan Romeo!" pamit Daffa yang merasa canggung dengan situasi yang ada.


"Terima kasih Tuan Daffa, senang bisa bekerjasama dengan anda," ucap Casandra tersenyum.


Romeo menatap tidak suka interaksi Casablanca dengan pria itu.


****


Romeo mengikuti istrinya yang masuk ke dalam ruangan CEO. Pria itu ingin menanyakannya perihal kerja sama dengan seorang Daffa Alvares, di mana Romeo mengenal jika pria itu sedikit licik.


Apakah Casandra masih mau menerima klien seperti itu?


"Casey, aku mau ngomong sebentar," ucap Romeo.


"Aku ada urusan, kalau masalah pekerjaan kamu bisa omongin sama Wilson," jawab Casandra mengambil tas kecilnya di atas meja.


Rencananya Casandra akan ke rumah sakit untuk melihat perkembangan Ayahnya. Meskipun sang Ayah belum siuman, tetapi kondisinya semakin membaik.


Romeo yang melihat Casandra akan pergi langsung mencekal pergelaran tangannya. "Kamu mau kemana?"


Casandra menatap tajam tangannya, dan hal itu langsung membuat Romeo melepaskan cengkraman itu. Entah kenapa jika melihat tatapan Casandra yang seperti itu membuatnya melemahkan.


Tatapannya seperti singa betina.


"Aku akan ke rumah sakit, melihat kondisi Ayah," jawab Casandra berbalik.


"Aku ikut," Casandra terkejut ketika Romeo menarik tangannya lagi dan menggenggamnya.


"Tuan, sudah tidak terhitung berapa kali anda menyentuh saya dalam seharian ini, dan kenapa sekarang anda bersikap seperti itu? maaf saja saya sekarang bukan Cassandra yang dulu!" Casandra menepis tangan Romeo.


Membuat Pria itu tercengang, sungguh dia merasa seperti De Javu, tetapi dengan keadaan yang berbalik.


'Casandra lepaskan aku!! Sudah tidak terhitung berapa kali kamu menyentuh ku dalam seharian ini, ingat!! aku tidak suka di sentuh-sentuh!'


Bersambung.