
Happy Reading.
"Romeo, apakah kamu percaya jika aku hidup kembali, dan mengalami reinkarnasi setelah kamu membunuh ku?"
Pupil Romeo melebar, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Casandra. Sedetik kemudian dia tertawa tetapi hanya lirih karena perutnya masih sakit.
"Kamu kebanyakan halu, sering nonton film drama fantasi ya?" ucap Romeo masih terkekeh.
Casandra yang tadinya merasa takut jadi sedikit kesal karena suaminya malah mengejeknya seperti itu.
"Aku sama sekali tidak ada waktu untuk menonton film drama seperti itu!" Casandra mendengus, terlihat lucu sekali di mata Romeo.
"Aku tidak akan percaya dengan ucapanmu yang mengatakan jika kamu telah bereinkarnasi atau terlahir kembali, yang jelas kalau saat ini aku tidak membunuhmu ataupun membencimu," Romeo memegang tangan Casandra yang sepertinya sudah sedikit lebih tenang. "Karena sekarang yang kurasakan adalah perasaan yang ingin memilikimu dan aku tidak mau kalau kamu dimiliki oleh orang lain," ujar Romeo dengan tatapan semakin menghangat.
Mengecup tangan Casandra dan menghantarkan sebuah perasaan yang berbeda.
Casandra benar-benar tercengang, apakah ini semua adalah do'anya yang pernah dulu ia ucapkan terjawab sudah.
Dulu dia selalu berdoa agar Romeo bisa mencintai nya, dia selalu menginginkan agar tatapan suaminya itu bisa menghangat dengan berjalan sekitarnya waktu.
Namun kenyataannya adalah Romeo semakin membenci nya karena hasutan dari Alice.
"Ehmm,, tapi aku merasa aneh! Di kehidupanku yang dulu, kamu begitu membenciku, bahkan dengan teganya kamu menghunuskan senjata tajam ke arahku, hanya karena ucapan Alice yang memfitnahku ingin meracuninya," ucap Casandra begitu lancar, "kau tahu, Di kehidupanku yang dulu bahkan kau mencintai Alice, membawa wanita itu ke dalam rumah tangga kita dan kamu akan menikahinya," lanjutnya.
Romeo menaikkan kedua alisnya, Sebenarnya dia ingin tertawa mendengar cerita dari sang istri, tapi tentu saja Romeo yang tidak ingin Casandra merasa diejek lagi. Akhirnya Romeo hanya bisa menarik Casandra ke dalam pelukannya.
"Tetapi sekarang aku ada di sini, dihadapan mu, mencintaimu, dan tidak ada wanita lain sejak dulu, maafkan aku jika dulu memang aku banyak salah, selalu mengabaikan mu, dan tidak peduli, mungkin sekarang aku kena karmanya," ujar Romeo.
"Karma?" Casandra tidak mengerti dengan ucapan sang suami.
"Ya, karena sekarang aku yang tergila-gila padamu, dan kamu yang sepertinya jadi membenci ku! Iya 'kan?"
Casandra tidak menjawab, hatinya menjadi semakin membaik setelah dia menceritakan semua yang dia alami pada Romeo. Namun, tanggapan pria itu sama sekali tidak antusias, bahkan terkesan tidak percaya, mungkin benar jika Romeo di kehidupan sekarang berbeda dengan dikehidupan yang dulu.
****
Casandra menatap satu persatu orang-orang yang telah ketahuan berkhianat di perusahaan nya. Ketiga orang itu menunduk takut dengan tubuh yang bergetar.
Mungkin mereka tidak pernah menyangka jika aksi mereka akan ketahuan secepat ini, akibat meremehkan Cassandra sehingga membuat mereka lengah dan bersenang-senang di atas kebodohan mereka.
"Sepertinya kalian ingin jauh dari keluarga, ya?? Apa sebaiknya aku asingkan keluarga kalian ke benua Afrika, dimana disana begitu kesulitan air dan makan? Ataukah aku kirim saudara perempuan kalian di pelelangan budak!!" seru Casandra ke arah tiga orang berbadan besar itu.
"Tidak Nona, maafkan kami, jangan bawa keluarga kami, Nona!!"
Casandra berdecih, orang seperti mereka tidak akan jera jika tidak di kasih pelajaran. Kalau hanya dijebloskannya kedalam penjara saja, rasanya tidak cukup bagi mereka.
"Kalau begitu, kalian harus di siksa terlebih dahulu sebelum benar-benar mendekam di penjara!"
Ketiga orang itu menggeleng kuat, mereka pasti tidak akan kuat dengan siksaan seperti apa yang di alami temannya yang lain, Charter, dia bahkan hampir meregang nyawa karena di siksa oleh anak buah Romeo
Namun, apa yang bisa mereka lakukan saat ini, hanya bisa pasrah dan berdoa semoga mereka masih bisa keluar dengan selamat.
****
Setelah melakukan perombakan besar-besaran di perusahaannya, akhirnya Casandra dan Romeo mendatangi mansion sang Ayah.
Tuang Jefry sudah menyambut mereka dengan senyum yang lebar, tidak pernah menyangka jika hubungannya Romeo dan putrinya bisa menjadi lebih baik.
"Ayah!!" Casandra memeluk Tuan Jefry erat. Menyalurkan kasih sayang serta kerinduan kepada Ayahnya.
Memberikan do'a untuk sang Ayah agar sehat selalu dan panjang umur. Hanya itu yang diinginkan Casandra, tidak banyak karena dia akan lebih sering mengunjungi ayahnya yang kondisinya semakin membaik itu.
"Akhirnya kalian datang, Ayah sudah sangat merindukan putri Ayah ini," ujar Tuan Jefry mengelus pipi sang Putri.
Casandra merasa sangat bersyukur dengan kesembuhan sang Ayah, apa yang terjadi dikehidupan yang dulu masih bisa dia atasi.
Ayahnya tidak meninggal, Alice tidak menikah dengan Romeo dan bahkan sekarang dipenjara setelah semua kebohongannya terbongkar, juga membuat perusahaan kembali stabil dan menghukum orang-orang yang berani membuat perusahaannya diambang kehancuran.
Dan yang lebih mencengangkan adalah ungkapan perasaan cinta Romeo untuknya.
"Apakah Casandra masih merepotkan mu, Romeo?" tanya Tuan Jefry pada menantunya itu.
"Tidak sama sekali Ayah, aku jadi kangen di repotin seperti dulu, sekarang Casandra begitu mandiri," jawab Romeo melirik istrinya.
"Bagaimana kalau kalian melakukan bulan madu, bukankah selama menikah kalian belum pernah pergi meluangkan waktu untuk honeymoon?"
Romeo dan Casandra saling menatap ketika mendengar ucapan sang Ayah.
"Boleh juga Ayah, kami akan mengambil cuti sekama seminggu," jawab Romeo tersenyum lebar menatap sang istri.
Sedangkannya tetap merasa begidik ngeri membayangkan yang iya-iya.
Bersambung