Casandra

Casandra
Episode 38



Happy Reading


Beberapa bulan kemudian.


Alvian tersenyum lebar saat melihat kabar berita yang mengatakan jika perusahan yang dia kelola kini berada di di jajaran paling atas bersama dengan dua perusahaan lain seperti PT Hero dan Alvares Corporation.


Meskipun perusahaan itu sekarang sudah bukan miliknya, tapi dedikasinya untuk PT Aditama sudah cukup membuat nya bangga. Kesuksesan besar itu menjadi pembicara seluruh orang di dunia. Banyak investor asing yang ingin melakukan kerja sama dengan PT Aditama.


"Selamat atas kesuksesan anda, Tuan Alvian. Ternyata meskipun dulu sempat pailit, tapi ternyata anda bisa membawa PT Aditama menjadi jaya kembali," ujar salah satu host di acara televisi.


Alvian tersenyum. "Ini semua berkat bantuan Nona Casandra Zuddite. Jika tidak ada beliau, bisa dipastikan PT Aditama sudah terpuruk dan bangkrut!"


"Benar, Nona Casandra benar-benar berbudi luhur, bahkan beliau sukses membuat PT Hero dan PT Aditama berjaya, selamat-selamat!"


Alvian masih setia melihat tayangan di televisi itu. Dia benar-benar bersyukur dengan kehidupannya sekarang, ternyata Casandra benar, jika dia bisa diandalkan.


Kemarin dia dan sang istri sudah bertemu dengan Casandra di acara makan malam yang diperuntukkan khusus oleh Alvian karena pencapaiannya ini akibat tangan dermawan seorang Casandra Zuddite.


"Saya juga berterima kasih karena Tuan Alvian sudah bekerja keras, karena itu saya berjanji akan memberikan 5% saham saya di PT Aditama," ujar Casandra malam itu.


Alvian dan istrinya tentu saja terkejut, mereka langsung bersujud di kaki Casandra tapi langsung disuruh bangun oleh wanita baik hati itu.


"Terima kasih, Nona, terima kasih!" tidak henti-hentinya mereka mengucapkan terima kasih karena Casandra sudah menolong mereka di saat terpuruk.


Casandra bagaikan seorang malaikat penolong yang di datangkan oleh Tuhan untuk Alvian. Disaat perusahan Alvian bangkrut dan memiliki hutang dimana-mana, dan saat itu pula istrinya tengah sekarat di rumah sakit, sedang membutuhkan pertolongannya dengan operasi yang biayanya tidak sedikit, Casandra datang dan langsung memberikan bantuannya dengan cuma-cuma.


Wanita cantik itu hanya meminta Alvian memimpikan perusahaan PT Aditama yang sudah diakuisisi oleh Casandra waktu itu.


Dan sekarang lihatlah, keluarga kecilnya bahagia dan Alvian akan selalu mendoakan Casandra agar selalu berbahagia dengan Romeo suaminya.


Ngomong-ngomong dengan Romeo, pria itu entah kenapa menjadi pria yang lembut dan penurut terhadap Casandra.


Hanya pada Casandra, tidak pada yang lain. Seperti sekarang ini, setelah melakukan rapat pemegang saham dan akhirnya Casandra mengambil separo saham dari beberapa orang yang telah ikut taruhan setahun yang lalu.


Lagi-lagi Casandra bukan orang yang murah hati tapi dia juga bukan orang yang tegaan. Sebaik itu sebenarnya hati Casandra, makanya dia tidak tega jika harus menolak Romeo berkali-kali. Sepertinya Romeo juga tengah kena karma Tuhan, di mana sekarang gantian dia yang jadi mengejar Casandra.


Bahkan dengan terang-terangan di depan publik Romeo membersihkan sepatu Casandra yang kotor waktu itu, Romeo juga tidak malu jika dianggap suami bucin. Karena kenyataan Tuhan memang membolak-balikkan hatinya yang dan takdirnya.


Romeo ikhlas-ikhlas saja jadi bahan pembicaraan orang banyak jika dia seperti orang bodoh yang mengejar cinta Casandra, asalkan istrinya itu tidak pergi meninggalkan dirinya, itu saja.


Romeo sudah cukup bahagia bisa melihat wajah sang istri setiap bangun tidurnya, meskipun Casandra masih membatasi diri karena belum bisa memberikan hak-nya sebagai seorang istri, Romeo tidak apa, dia tidak akan memaksa dan akan membuat Casandra memberikannya dengan ikhlas tanpa paksaan.


****


Akhirnya, waktu setahun yang Casandra ucapkan untuk menjadi patokan berlalu sudah, dia menjadi wanita sukses dan patut diperhitungkan. Tidak ada yang berani membangkang ataupun berkhianat padanya, karena bagaimanapun semua orang susah tahu sepak terjang wanita cantik itu.


"Minumlah susu ini, pasti bisa membuat tubuhmu yang lelah bisa segar kembali," Romeo memberikan segelas susu yang tadi dibuatnya untuk sang istri.


Casandra menatap gelas berisi susu vanilla itu kemudian mengambilnya dari tangan Romeo.


"Kenapa kamu masih bisa bertahan denganku, Romeo?" tanya Casa setelah menghabiskan susunya.


Romeo mengambil kembali gelas itu dan dibawa ke dapur, melekatkan ke wastafel kemudian dia mencuci tangannya. Biar gelas kotor itu nanti di cuci oleh pelayannya.


Romeo kembali pada sang istri yang masih setia duduk di sofa menghadap jendela kaca yang begitu besar. Casandra bisa melihat pemandangan luar sana dari tempatnya duduk.


Ada beberapa macam bunga yang ada dihalaman belakang, bukan Casandra yang menanamnya, tapi Romeo.


"Casey, apakah kamu masih belum bisa menerimaku?" tanya Romeo yang sudah duduk disampingnya.


Casandra menoleh, menatap manik Romeo yang selalu bisa menghipnotis nya, dulu hingga sekarang. Bohong rasanya jika Casandra benar-benar menghilangkan perasaan cintanya untuk pria dihadapannya ini.


Karena pada dasarnya nama Romeo sudah terpatri di hatinya. Casandra juga tahu jika suamiku ini banyak berubah, Romeo benar-benar membuktikan ucapannya yang akan mencintai Casandra.


Tapi sekarang keputusannya hanya ada dalam dirinya, sang Ayah sudah sering kali menanyakan kapan cucunya lahir, padahal dia sudah semakin tua. Lalu apakah Casandra akan bisa melupakan sikap Romeo di kehidupan yang lalu?


Bahkan Daffa pernah mengatakan pada Casandra jika apa yang dipikirkannya tentang Romeo selama ini adalah salah. Dia tidak patut membenci Romeo hanya karena di dalam mimpinya Romeo tega membunuhnya.


Karena semua itu hanya ada di dalam pikiran Casablanca. Tidak terjadi di kehidupan nyata.


Ya, Casandra dan Daffa akhirnya berteman baik, meskipun kadang Romeo dengan jelas menampakkan kecemburuannya.


Tapi dengan Daffa, Casandra bisa menceritakan semua beban hidupnya bahkan cerita di kehidupannya yang dulu.


Lalu apakah sekarang saat dia mulai menerima Romeo kembali, karena memang sejatinya laki-laki itu tidak bersalah.


"Romeo, aku bersedia memberikan hak ku malam ini!"


Tentu saja hal itu membuat Romeo terkejut, sungguh dirinya tidak menyangka jika doanya dikabulkan oleh Tuhan. Casandra mau menyerahkannya dirinya sendiri dengan ikhlas tanpa paksaan.


Bersambung.