Casandra

Casandra
Episode 31



Happy Reading.


Romeo menarik seorang pria bertubuh gempal dan melemparkan tinjunya ke arah wajah pria tersebut.


Bugh!


Bugh!


"Sebenarnya pengen kau lakukan? Rencanamu tidak akan berhasil kali ini karena aku sudah tahu semuanya!" bisik Romeo di depan wajah pria gempal itu.


Casandra masuk ke dalam ruangan Romeo dengan tergesa ketika mendapatkan kabar dari Wilson bahwa Romeo sedang menghajar seseorang di ruangannya.


"Ada apa ini?" tanya Casandra berjalan masuk ke dalam dan melihat seseorang yang sangat dikenalnya terlentang di lantai dengan kondisi wajah yang sudah babak belur.


Romeo menoleh dan melototkan matanya ketika melihat sang istri, "Casandra, kenapa kau kesini?" Romeo langsung mendekati istrinya itu dan memegang bahunya.


"Kenapa kamu memukuli Tuan James? Apa yang membuat mu marah, Romeo?"


"Casey, nanti akan aku ceritakan, tapi sebaiknya kamu keluar dulu, aku harus membereskan orang ini!" ucap Romeo.


Wilson yang berada di ambil pintu mendapatkan tatapan tajam dari Romeo, tentu saja hal itu langsung membuat Wilson menundukkan kepalanya.


Romeo kesal kepada sekretaris istrinya itu karena memberitahukan hal ini pada Casandra. Padahal Romeo belum selesai menghajar orang tua itu.


"Tidak Romeo, kenapa kamu bisa membuat Tuan James babak belur?? Bukankah dia salah orang yang sangat berjasa untuk perusahaan?"


Romeo menggeleng cepat, "Casey, kamu salah, dia adalah dalang dibalik peristiwa Tianshing dan juga orang yang telah membocorkan rahasia perusahaan kita pada perusahaan asing!"


Casandra membelalakkan matanya tidak percaya, wanita itu menatap James yang sudah lemas tidak berdaya. Awalnya Romeo sama sekali tidak menduga jika pria tua itu terlibat hal ini. Padahal Dia sudah menjadi orang kepercayaan Tuan Jefry selama bertahun-tahun.


"Tidak, itu tidak mungkin!"


"Hahahaha, apanya yang tidak mungkin!! Hahaha!"


Casandra, Romeo dan Wilson terkejut saat melihat James yang sudah berdiri menjulang di depan mereka sambil mengadakan senjata tajam ke arah mereka bertiga


"Tuan James!!" Casandra menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya jika orang itu, yang sudah dianggap sebagai pamannya sendiri menusuk mereka dari belakang.


"Aku tidak suka jika hartaku kau ambil, anak kecil!! Semakin hari kau menjalankan perusahaan dengan semakin baik, bahkan PT Aditama di bawah naunganmu semakin berkembang, aku menukar barang-barang dari perusahaan mu dan membuat proyekmu hancur, agar kau menjadi bangkrut dan juga kalah dalam taruhan!!"


"Kau!!" Wilson akan maju tapi ditahan oleh Romeo.


"Aku tahu jika bukan hanya kau saja yang berusaha menghancurkan bisnis Casandra, tapi beberapa orang di belakang mu! Tison, Willy dan Eliot! mereka sudah aku penjarakan dibawah tanah dan tidak akan bisa keluar lagi!!"


Casandra terkesiap saat melihat mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria tua itu dan lebih terkejut dengan ucapan sang suami. Jadi ini karena masalah taruhan itu, ternyata mereka semua merencanakan untuk menghancurkannya.


Casandra semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi, apa hubungannya Eliot, James dan Alice.


Srakk!!


"Aakkk!"


"Romeo!!"


"Tuan!!"


Casandra langsung memegang perut Romeo yang berlumuran darah. Pria itu menyelamatkan nya dari sabetan senjata tajam yang dibawa oleh James.


Wilson langsung memukul tengkuk James dan mematahkan lehernya.


Kretek!!


"A-aku hanya ingin melindungi hartaku, aku tidak mau memberikan pada kalian!!" seru James disaat-saat terakhirnya sebelum dia pingsan.


****


Romeo sudah selesai di tangani dan mendapatkan beberapa jahitan diperutnya. Casandra sejak tadi mengikuti prosedur operasi yang dilakukan oleh suaminya itu.


Dia masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa orang-orang itu bersangkutan satu sama lain, dan mereka menginginkan dirinya dan sang Ayah hancur.


"Tidak perlu cemas, aku tidak apa-apa!" ucap Romeo ketika melihat kekhawatiran di raut wajah sang istri.


Casandra mengerutkan bibirnya, dia kesal dengan ucapan sang suami yang mengatakan seakan dia begitu khawatir terhadap kondisinya.


"Aku tidak mencemaskan mu, aku hanya memikirkan orang-orang yang sedang menyerang kita!" ujar Casandra.


Romeo tersenyum, entah kenapa sekarang dia suka sekali memperlihatkan senyumannya kepada sang istri.


"Mereka semua sudah dihancurkan oleh Smith, kamu tenang saja," jawab Romeo meringis, menahan sakit diperutnya yang masih terasa perih.


Casandra sempat khawatir, tapi sedetik kemudian dia memperlihatkan wajah datarnya. "Salah sendiri, siapa suruh menjadi tameng, seharusnya biarkan saja aku yang terkena pisau itu!!"


"Tentu saja aku tidak akan membiarkan wanita yang kucintai terluka!"


Casandra mengerutkan keningnya, "apa yang kau katakan?"


Bersambung.