Casandra

Casandra
Episode 37



Happy Reading.


Romeo tersenyum lebar ketika melihat Casandra yang makan masakannya dengan lahap. Meskipun istrinya itu masih terlihat cuek, tapi Romeo tahu jika Casandra suka makan enak dan juga masakan yang sekarang ia hidangkan adalah makanan kesukaan Casandra.


Romeo menopang dagunya dengan kedua tangan sambil tersenyum, menatap istrinya yang sedang menikmati makan malam dengan tenang.


Casandra terlalu fokus pada makanan yang dimasak oleh suami itu, sehingga dia tidak tahu jika Romeo tengah menatapnya dengan intens saat ini.


"Aku besok akan pergi ke Las Vegas untuk meninjau proyek kerjasama kita dengan Alvares Corp. Mungkin aku akan akan di sana selama 3 hari," eh, kenapa tiba-tiba Casandra jadi cerita sama Romeo. Kesannya kan dia seolah meminta izin pada suaminya.


Apakah sekarang Casandra jadi bisa sedikit terbuka dengan suaminya itu sehingga kata-kata itu meluncur tanpa beban dari bibir Casandra.


Namun tanggapan Romeo bukannya senang ketika melihat istrinya yang sudah mau lebih terbuka, tetapi wajahnya terlihat masam karena Casandra akan bertemu dengan Daffa Alvares di Las Vegas.


Pria itu, Romeo begitu ingat, tatapan Daffa kepada Casandra sangat berbeda. Romeo tahu karena dia juga seorang laki-laki yang tengah berjuang untuk mendapatkan cinta dari istrinya kembali.


"Aku ikut," ucap Romeo yang langsung membuat Casandra tersedak air minum.


"Uhukk!"


Romeo dengan sigap menepuk punggung Casandra pelan, agar istrinya itu merasa lebih nyaman.


"Hati-hati, kenapa bisa tersedak? ceroboh sekali!" Casandra melirik Romeo, merasa jika pria ini sekarang begitu cerewet.


"Aku tersedak gara-gara kamu! kenapa juga kamu mau ikut ke Las Vegas? bukankah masih banyak tanggung jawabmu di kantor ini!" seru Casandra yang sudah merasa lebih baik.


"Kamu lupa perjanjian kita?"


"Perjanjian apa? Ah, apa sekarang kamu akan jadi suami yang suka ikut istrinya kemana-mana? kenapa kamu jadi seperti ku yang dulu? heh!" Casandra mengejek, tapi Romeo masih dengan ekspresinya yang tenang.


"Apa sebenarnya kamu membatalkan honeymoon kita, karena kamu ingin bertemu dengan Daffa Alvares?" tanya Romeo yang kali ini matanya berubah menjadi kilatan tajam.


Cassandra terkejut dengan ucapan Romeo yang menuduhnya seperti itu. "Tuan Romeo Zuditte, sepertinya sekarang jiwa kepo Anda mulai tumbuh ya? Apakah memang Anda benar-benar jatuh cinta pada saya, ataukah hanya perasaan sesaat ketika Anda merasa kehilangan perhatianku yang dulu selalu tertuju padamu!!"


Casandra langsung berdiri karena mood makannya sudah hilang gara-gara suami keponya itu.


"Casey, tunggu!" Romeo juga ikut berdiri dan menarik lengan Casandra, "terserah kamu mau mengatakan seperti apa, tetapi yang jelas aku memang bersungguh-sungguh terhadap perasaanku ini, terserah jika kau mengatakan kalau dunia sudah terbalik dan sekarang aku yang berbalik mengejarmu dan mengikutimu kemanapun kamu pergi, karena aku tidak suka kamu dekat dengan pria lain, terutama Daffa alfares itu!"


"Kamu juga!"


"Romeo, Aarrhgg!! lepaskan aku!!" Romeo mengangkat tubuh Casandra seperti mengangkat karung beras.


Kepala Casandra terayun membuatnya pusing, dan rambutnya bahkan hampir menyentuh lantai.


"Jangan bergerak, aku ingin mendisiplinkan istri yang bandel ini!"


Romeo membawa Casandra ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya yang sekarang juga sudah menjadi kamar Casandra. Romeo menyuruh Anne untuk memindahkan barang-barang Casandra dan mengunci pintunya.


Brukkk!


Romeo menghempaskan tubuh Casandra di atas ranjang king size-nya. Casandra masih berusaha untuk mengumpulkan kekuatan agar bisa mendorong dada Romeo yang keras itu.


"Apa yang akan kau lakukan!!"


"Sstt, kenapa sekarang kamu galak sekali? aku hanya ingin bersama istriku!" jawab Romeo menatap mata coklat itu.


Casandra terhipnotis, Romeo memang begitu tampan, tapi kenapa ketampanannya membunuh Casandra.


"Aku hanya mengantisipasi saja jika suatu saat nanti kamu membunuhku, atau kamu membawa wanita lain untuk kau nikahi!"


"Astaga!! Kenapa pikiranmu seperti itu? Aku tidak akan pernah membawa wanita lain ataupun membunuhmu sayang, itu hanya sebuah mimpi buruk yang tidak akan pernah terjadi, aku janji karena aku ingin membuat pernikahan kita menjadi pernikahan satu-satunya seumur hidup!"


Casandra merasa matanya memanas mendengar ucapan Romeo. Apakah dia harus melupakan kisah kehidupannya di masa lalu dan, Apakah Romeo tidak akan menjadi Romeo di kehidupan yang lalu.


Meskipun dari hari ke hari sikap dan sifat Romeo yang sudah jauh berbeda, namun terkadang masih membuat Casandra trauma.


"lihat mataku! Kenapa tatapan matamu kosong, sudah kubilang jangan memikirkan mimpi buruk itu! please!! Aku ingin kita bisa saling mencintai, membangun rumah tangga kita menjadi keluarga bahagia dan aku ingin kau menjadi Ibu dari anak-anakku, melahirkan anak-anakku. Casandra akan kubuktikan jika aku akan mencintai dan menyayangi kalian!"


Kali ini air mata Casandra benar-benar luruh, dia pun hanya bisa memejamkan matanya, meresapi kata-kata Romeo yang terlihat tulus dari hatinya.


Tiba-tiba saja, Casandra merasakan benda kenyal yang menempel di atas bibirnya, bahkan kini bibirnya terasa basah karena Romeo yang memainkannya.


Bersambung.