
Happy Reading.
Casandra mengerjabkan matanya, merasa jika perutnya sedikit berat karena ada sesuatu yang menindihnya.
"Eugh!" Casandra meraba sesuatu itu dan ternyata sebuah lengan kekar yang melilit nya.
Deg!!
Bahkan saat ini, wanita itu bisa merasakan hangatnya hembusan nafas seseorang yang sedang memeluknya dari belakang itu.
Ya, akhirnya Casandra luluh juga oleh Romeo dan menuruti sang suami yang ingin ditemani tidur olehnya.
Hanya karena bisikan kata-kata cinta yang diucapkan oleh Romeo, membuat Casandra lemah kembali.
Casandra merutuki kebodohannya yang bisa dengan mudahnya luluh terhadap pesona Romeo.
Perlahan wanita itu bangkit dari tidurnya setelah menggeser tangan Romeo yang begitu berat itu.
Dia harus segera ke kantor pagi ini, karena kekacauan yang terjadi sudah dibereskan oleh Wilson.
Akhirnya Casandra bisa sedikit lega karena dalang dari semua rencana yang akan membuat perusahaan bangkrut kini telah ditangkap. Dan ternyata ada beberapa kolega bisa yang ikut andi untuk membuat PT Hero di bawah naungan Casandra menjadi bangkrut.
Mereka tidak ingin mengakui jika PT Aditama yang di kelola Casandra lewat Alvian kini mulai merangkak naik. Banyak investor asing menggunakan jasanya sehingga apa yang di remehkan oleh orang-orang itu akan kembali menjadi Boomerang untuk diri mereka sendiri.
Mereka tidak terima kemenangan Casandra yang sudah nampak didepan mata, padahal waktu yang diberikan saat itu hanya satu tahun.
Namun, ini baru berjalan Enam bulan, semuanya sudah nampak nyata, dan nama Casandra mulai diperhitungkan.
Ya, meskipun semuanya selalu di bawah pengawasan Romeo tanpa sepengetahuan Casandra, tetapi keberanian wanita itu memang layak di acungi jempol.
Dari wanita manja dan bodoh, berubah wanita yang cerdas dan mandiri.
"Nona, Tuan Jefry ingin bertemu dengan anda," ujar Wilson.
"Baiklah, nanti aku akan mengunjungi Ayah, aku sudah sangat merindukan nya!"
"Setelah ini kita adakan rapat dewan direksi, buat semua orang hadir dan mengetahui kebusukan orang-orang itu!"
"Iya Nona!" jawab Wilson.
Sedangkan Romeo dengan tergesa mencari Casandra di rumahnya, dia bangun kesiangan dan tidak mendapati Casandra di sampingnya.
Padahal semalam setelah dia mencium bibir Casandra, wanita itu begitu patuh dan menurut. Romeo berharap jika istrinya itu bisa kembali jatuh cinta padanya.
"Di mana Casandra?" tanya Romeo kepada Anne, salah satu pelayan senior di rumahnya.
"Nona Casandra sudah pergi pagi-pagi sekali, Tuan," jawab wanita paruh baya itu.
"Kenapa tidak membangunkan ku, Anne!"
"Tuan, kondisi anda belum pulih, jahitannya belum cukup kering, tadi Nona Casandra berpesan jika Tuan harus istirahat," jawab Anne dengan raut wajah khawatir.
Romeo sama sekali tidak merasa sakit, dia hanya merasa kehilangan ketika saat bangun tidur tidak menemukan istrinya.
"Aku akan ke kantor!" Anne panik ketika melihat Romeo berjalan masuk kedalam kamar dan pastinya akan bersiap-siap.
"Tapi Tuan, kondisi anda .... !"
"Aku yang lebih mengerti bagaimana kondisi ku, Anne! Jangan khawatir!" Romeo segera keluar dari dalam rumah dan menyuruh sopirnya untuk mengantarkan ke kantor pagi-pagi sekali.
"Tuan!! Bagaimana keadaan anda?? Sebaiknya anda jangan ke kantor dulu!" seru Albert saat melihat Romeo berjalan keluar dari dalam lift.
"Albert, ada kabar apa dikantor selama aku tidak masuk?" Tanya Romeo. Sudah tiga hari dia tidak masuk ke kantor karena penusukan waktu itu.
"Nona Casandra dan Wilson sudah menanganinya dengan baik, tuan," jawab pria berumur 30 tahun itu.
Romeo tersenyum, dia begitu bangga dengan istrinya yang ternyata memang wanita biasa. "Lalu langka yang diambil oleh Casandra?"
"Tuan, satu jam lagi Nona Casandra akan mengadakan rapat dewan direksi, sepertinya masalah besar ini berimbas pada seluruh karyawan perusahaan, Nona Casandra akan merombak besar-besaran para ketua manager dan juga para direktur," jawab Albert.
"Dimana istriku saat ini?" tanya Romeo membuat Albert mengerutkan keningnya.
Entah kenapa dia merasa asing dengan kalimat Romeo yang menyebut Casandra dengan kata-kata 'Istriku.' Padahal dulu saja Romeo tidak mau menyebutkan kata Istri untuk Casandra.
"Albert!" Romeo memanggil sang asisten karena tidak kunjung menjawab.
"Oh, itu Tuan, Nona Casandra sekarang berada di dalam ruangan nya," jawab Albert gugup.
Romeo mendengus mendapati Albert yang baru kali ini tidak fokus padanya. "Kalau sedang ada masalah, jangan bawa ke kantor!"
Albert menganga mendengar ucapan atasannya itu. Sedangkan Romeo langsung berjalan ke arah ruang CEO di mana istrinya berada.
"Tapi Tuan, bagaimana kondisi anda?" seru pria itu mengejar atasannya.
"Aku baik-baik saja," jawab Romeo membuka pintu ruangan sang istri.
Casandra menatap layar komputernya, memindai seluruh kesalahan yang dilakukan oleh karyawan nya yang telah berkhianat.
Kali ini dia bisa melihat dengan jelas siapa saja yang terlibat dalam pembocoran produk milik PT Hero yang rencananya bulan depan akan diluncurkan.
"Sial!! Apa mereka mengira aku terlalu bodoh, sampai melakukan semua ini!!" gumam Casandra kesal.
Romeo bisa melihat jika Casey-nya tengah fokus pada pekerjaannya, dia pun sebenarnya tidak ingin mengganggu, hanya saja Romeo merasa sudah rindu.
Sedangkan Casandra merasa ada seseorang yang datang dan duduk dikursi depannya. Dia mengira jika itu adalah Wilson, Casandra sama sekali tidak pernah mengira jika itu adalah suaminya.
"Wilson, tolong beri tahu Merry jika rapat dewan direksi akan berlangsung tiga puluh menit lagi, aku akan bersiap-siap setelah ini!" ucap Casandra yang masih belum sadar jika orang yang dihadapannya itu bukan Wilson, Melain Romeo.
"Rileks, jangan terlalu tegang Casey," ucap Romeo yang membuat Casandra terkejut.
"Romeo!! Apa-apaan ini? Kenapa kamu ada di kantor, sehat kamu itu istirahat, kenapa malah keluyuran!" Casandra menarik tangan Romeo agar pria itu berdiri.
Casandra langsung membuka baju Romeo untuk melihat kondisi lukanya, jujur wanita itu begitu khawatir dengan keadaan Romeo.
"Kenapa kamu keras kepala sekali!" Casandra melihat perban yang menutupi luka Romeo terlihat basah dan berwarna merah.
Romeo tersenyum lebar menatap wajah khawatir sang istri, entah kenapa jantungnya berdegup dua kali lebih cepat saat menatap Casandra dari dekat seperti ini.
"I love you, Casey!"
Casandra langsung mendongak menatap wajah Romeo, lagi-lagi pria itu mengatakan cinta padanya.
"Sepertinya kamu masih demam!"
Bersambung.