Casandra

Casandra
Episode 42



Happy Reading.


Kehamilan Casandra sudah menginjak 7 bulan, wanita itu sekarang sudah tidak diperbolehkan Romeo untuk menginjakkan kaki di kantor.


Sekarang jabatan CEO sudah kembali pada Romeo dan Casandra ikhlas-ikhas saja memberikannya.


Kemampuan Romeo sudah tidak bisa diperhitungkan lagi, Casandra benar-benar sudah mempercayakan masalah perusahaan terhadap suami itu.


Saat ini Romeo membutuhkan sekretaris baru dan harus segera mencarinya. Wilson sudah sangat sibuk dan Albert juga mengurusi perusahaan Romeo sendiri.


"Wilson, apa kamu sudah mendapatkan calon sekretaris yang bagus?" tanya Romeo yang saat ini mereka berada di ruang kerjanya.


"Saya sudah mendapatkan beberapa calon kandidat yang bagus dan sesuai kemampuan mereka Tuan, ada 20 nama yang mendaftar dan sudah saya seleksi menjadi 3 orang, nanti akan saya kirimkan email ke mereka dan suruh hadir interview langsung dengan anda." Jawab Wilson memberikan map yang berisi identitas diri dari 3 calon sekretaris baru tersebut.


"Baiklah, besok sehabis meeting bawa mereka menghadap ku, sebaiknya mereka harus bisa sepertimu yang kompeten," jawab Romeo sambil membuka data-data calon sekretarisnya.


"Baik Tuan, semoga saja pilihan saya ini tepat," jawab pria muda itu.


"Oke, sekarang kita bertemu dengan Tuan Thomas," Romeo menutup Map itu dan segera berdiri dari duduknya.


Wilson mengangguk, setelah itu mereka bersiap untuk melakukan meeting dengan klien dari Canada itu.


****


Keesokkan harinya, Romeo langsung menyeleksi calon kandidat sekretarisnya. Dia harus segera mendapatkan orang yang bisa menghandle segala pekerjaan nya yang saat ini begitu banyak.


Setelah Casandra berhenti bekerja, tentu segala macam pekerjaan Romeo yang handle sekarang.


Saat ini sudah duduk seorang wanita cantik dihadapan Romeo. Pria itu masih mengamati data diri dari wanita tersebut.


"Jadi namamu Amanda Florest, usia 27 tahun dan pernah bekerja sebagai Manager keuangan disalah satu perusahaan ternama di USA, juga pernah menjadi sekretaris di William Corp?" tanya Romeo.


"Iya Tuan, saya pastikan bisa menjadi sekretaris yang handal yang seperti Tuan inginkan." Jawab wanita yang bernama Amanda itu, sambil melirik ke arah Wilson yang berdiri tidak jauh darinya.


"Aku tidak suka tipe orang yang suka melanggar peraturan, harus kompeten dan juga harus bisa selalu mengubah dan mengatur jadwalku dengan tepat."


"Tentu saja Tuan, serahkan pada saya, saya pasti bisa diandalkan," jawab Amanda mantap.


Ternyata Tuan Romeo memang sangat tampan dan masih muda. Rumor mengatakan bahwa CEO satu ini sangat mencintai istrinya, dia dikenal sebagai suami idaman, aku benar-benar salut dan kagum dengan kepribadian pria ini. Batin Amanda.


"Baiklah, nanti tunggu Wilson mengabari padamu akan diterima atau tidak, sekarang cukup disini wawancaranya, silahkan keluar," ujar Romeo dengan tegas dan berwibawa.


Wilson menatap ke arah Amanda, seakan membaca bahasa tubuh wanita itu, lalu setelah itu dia berdiri menuju pintu dan langsung membuka pintu untuk Amanda keluar.


Amanda pun langsung berdiri dan menundukan tubuhnya sebentar tanda pamit, setelah itu dia keluar dari ruangan tersebut.


Wanita berparas cantik itu tersenyum bahagia, dia benar-benar membutuhkan pekerjaan ini dan berharap bisa diterima.


Saat berjalan keluar dari ruang Romeo, dia berpapasan dengan wanita yang cantik berambut hitam, khas wajah orang Asia.


Sepertinya dia kandidat calon sekretaris yang berikutnya.


"Aku harap kamu tidak diterima oleh Tuan Romeo dengan penampilanmu yang seperti itu!" Gumam Amanda sinis.


Lalu setelah itu diapun pergi keluar dari kantor tersebut.


****


Ceklek!


Romeo mendongak menatap wanita yang sedang berjalan kearahnya dengan tersenyum sumringah.


"Apakah Kenet mengizinkanmu untuk bekerja?" tanya Romeo kepada wanita itu.


Ya, wanita yang saat ini duduk dan mencalonkan menjadi sekretaris baru Romeo adalah Alma, istri dari sahabat Romeo dan Alma juga adik kelasnya waktu kuliah. Mereka cukup mengenal dengan baik karena Alma berpacaran dengan Kenet waktu itu.


"Tengang saja Tuan Romeo, suamiku sudah mengizinkanku bekerja lagi, aku sangat bosan harus diapartemen sendirian," jawab Alma.


Padahal sahabatnya yang bernama Kenet itu adalah seorang Presdir salah satu perusahaan.


"Apa suamimu tidak bisa memberimu uang lagi, sehingga kamu harus bekerja, kenapa tidak dirumah saja menikmati hasil kekayaan suamimu?" tanya Romeo yang memang bukan basa-basi, dia ingin tahu apa alasan Alma ingin bekerjasama sebagai sekretaris nya.


"Aku sudah bilang jika aku bosan kalau hanya berdiam diri di apartemen, aku juga tidak memiliki banyak teman, lagian aku juga bisa bekerja dengan baik, aku berpengalaman menjadi sekretaris!" jawab wanita itu.


"Ya nanti akan ku pertimbangkan, aku juga harus profesional dalam memilih sekretaris!" ujar Romeo menatap tajam Alma.


Tentu dia tidak akan sembarangan memilih sekretaris.


Lalu setelah itu Alma pun keluar dari ruang Romeo.


"Kenapa kamu memasukkan daftar Alma, Wilson?"


"Sepertinya Nona Alma memang bisa menjadi salah satu sekretaris anda tuan, dia sangat berpengalaman menjadi sekretaris Tuan Kenet waktu belum menikah," jawab Wilson.


Romeo hanya mengangguk, kemudian dia menyuruh orang ketiga masuk. Kali ini seorang Pria dan cukup berpengalaman.


"Sepertinya aku harus berpikir lagi siapa yang akan menjadi sekretaris yang cocok, aku akan pulang dulu Wilson, aku sudah merindukan Casandra dan calon anaku."


"Silahkan tuan," Wilson mengantar Romeo sampai ke lobi.


Saat diparkiran kantor Romeo dikejutkan dengan seorang wanita yang mendatanginya.


***