
Happy Reading.
Mobil Romeo sudah sampai di rumah sakit, kini Casandra sudah berada diruang operasi. Semua persiapan sudah dilakukan. Casandra tidak bisa melahirkan normal karena kondisi nya yang belum sadar sampai saat ini.
Casandra mengalami ruptur uteri, yaitu robekan spontan pada rahim yang dapat menyebabkan sebagian atau seluruh bagian bayi masuk dalam rongga perut. Tanda robekan rahim yang pada umumnya menyebabkan nyeri hebat pada perut dan perdarahan yang banyak.
Mungkin karena kondisi itu mengakitbatkan Casandra pingsan. Sehingga harus segera dilakukan tindakan operasi. Romeo terlihat sangat gelisah dan ketakutan, dia hanya busa berjalan mondar mandir sambil terus melihat pintu ruang operasi.
Di temani Wilson, Jackson dan Anne.
"Tuan, duduklah, anda harus tenang, kita berdoa saja, semoga proses operasi persalinannya lancar," ucap Wilson menasehati Tuannya.
Romeo pun menurut, lalu dia duduk disebelah Wilson, menyandarkan punggungnya dan menghela nafas.
Dia sangat takut dengan kondiai Casandra dan calon putranya.
"Dulu pada waktu Mama saya hamil besar dan sudah akan melahirkan, tiba-tiba Mama mengalami kesakitan yang luar biasa, dokter melakukan USG dan hasilnya adalah jalan untuk keluar tertutup plasenta, jadi mau tidak mau harus dilakukan tindakan operasi, pada waktu itu Papa panik luar biasa, tapi Mama biasa saja, dia benar-benar terlihat kuat, karena dia sudah tidak sabar menanti adik saya lahir didunia ini," cerita Wilson.
Romeo mendengarkan cerita Wilson dalam diam, mungkin asistennya itu sedang menghibur nya. Tapi dengan begitu, Romeo bisa mengurangi kegelisahannya.
Tiba-tiba terdengar suara bayi menangis didalam ruang operasi. Sontak membuat semua orang langsung berdiri dan melihat ke arah pintu.
Ooek, oek, oek!
"Baby ku sudah lahir!" seru Romeo.
Wilson, Jackson dan Anne tersenyum senang mengetahui putra pertama Romeo dan Casandra lahir dengan selamat.
Pintu ruang operasi terbuka, terlihat seorang suster sedang menggendong Baby yang masih dibungkus selimut.
"Suster mau dibawa kemana Bayi saya?" tanya Romeo mendekati suster itu.
Romeo melihat putranya yang masih merah itu dengan menitikan air mata haru. Dia benar-benar merasa bahagia yang luar biasa.
"Suster bagaimana kondisi istri saya?" tanya Romeo lagi.
"Nyonya Casandra sedang dalam penanganan dokter tuan. Saya permisi dulu," ucap Suster itu kemudian pergi dari hadapan
Setelah itu Suster membawa Baby nya untuk diletakkan di dalam box bayi karena memang baby itu sudah dibersihkan didalam. Romeo terlihat belum begitu lega karena dia belum mengetahui kondisi istrinya.
"Tenanglah Tuan, kita percayakan pada dokter. Nona Casandra pasti baik-baik saja," ucap Anne menenangkan Romeo.
Romeo hanya mengangguk, tapi tetap saja wajahnya kentara sekali jika dia gelisah.
Tidak lama setelah itu ruang operasi terbuka, dokter keluar dari dalam ruangan. Romeo langsung menghampiri dokter itu.
"Bagaimana kondisi istri saya dok,?" tanya Romeo.
"Kondisi Nyonya Casandra saat ini sudah melewati masa kritis, tetapi dia belum siuman. Mungkin karena pengaruh obat bius jadi kita tunggu saja. Sekarang kita akan memindahkan Nyonya Casandra ke ruang perawatan." Ucap sang Dokter membuat semua orang merasa lega.
Romeo benar-benara bersyukur ketika mengetahui jika istrinya baik-baik saja.
"Tuan, Nona Casandra baik-baik saja," Wilson yang sejak tadi seperti terlihat tegar, kini benar-benar terharu dan menangis ketika mendengar kabar jika Nonanya baik-baik saja.
"Iya, Wilson! hei, hapus air matamu itu, kenapa jadi kamu yang nangis!"
"Saya senang tuan, Nona Casandra adalah wanita yang baik, saya benar-benar mendoakan keselamatannya tuan!"
Romeo tersenyum dan menepuk bahu Wilson. "Istriku memang wanita yang begitu baik Wilson!"
Bersambung.