Blood, Sweat, and Tears

Blood, Sweat, and Tears
Bittersweet



Beberapa jam yang lalu, Jungkook pamit karena ada beberapa urusan yang katanya harus diselesaikan. Ia bilang akan kembali untuk menemani Saera membeli obat setelah urusannya selesai.


Lihatlah, sekarang sudah hampir jam 11 malam dan lelaki itu belum juga menunjukkan batang hidungnya. Andai saja Jungkook tidak melarangnya, pasti Saera sudah membeli obat itu sendiri daritadi.


Kreekkk


Pintu kamar Saera terbuka dan sepertinya orang yang baru saja dipikirkan oleh gadis itu akhirnya muncul.


Siapa bilang Jungkook butuh pintu depan untuk masuk ke rumah Saera? Tentu saja ia tidak membutuhkan hal seperti itu. Sebenarnya Jungkook bisa saja muncul dengan tiba-tiba dihadapan Saera, hanya saja ia tidak mau mengagetkan gadis itu. Oleh karena itu, seperti biasa Jungkook akan masuk lewat pintu kamar -layaknya penyusup yang tidak merasa bersalah padahal ia tidak diperkenankan masuk, memencet bel saja tidak- dengan dalih agar Saera tidak kaget dengan kemunculannya yang tiba-tiba. Padahal bagi Saera semuanya sama saja mengagetkan.


"Maaf jika aku lambat," ucap Jungkook sembari melangkah mendekati Saera yang tengah duduk di pinggiran ranjang.


"Well, it doesn't matter, Jung. Mungkin kita bisa membeli obatnya besok, tidak ada toko obat yang buka hampir tengah malam begini," nada bicara Saera terdengar sedikit kesal dan Jungkook yang menyadari akan hal itu hanya mengulum senyum tipisnya.


"Masih sakit?"


Saera menggeleng.


"Baiklah," Jungkook bergerak memeluk gadis itu, merebahkan dirinya beserta Saera yang masih dipeluknya.


"Sebentar, aku lelah." Saera yang awalnya ingin melepaskan diri lantas mengurungkan niatnya. Ia diam seribu bahasa, netranya terus memandang wajah lelaki yang tengah mendekapnya.


Damai. Damai sekali.


Sungguh menipu, Saera merasa seperti dirinya melihat iblis yang rupanya bak malaikat.


Ingin sekali gadis itu menanyakan apa yang dilakukan Jungkook di luar sana. Tapi lagi-lagi Saera hanya bisa menelan keinginannya tersebut, tak ada hak baginya.


Karena tenggelam dalam pikirannya, Saera sampai tidak menyadari bahwa sepasang netra itu juga menatapnya. Ketika tatapan mereka akhirnya bertemu, hal ini menjadi bom bagi jantungnya. Degupan itu dirasa terdengar sampai luar karena hening juga menyelimuti.


"Kenapa menatapku seperti itu," Jungkook berucap dengan suara berat, terdengar benar-benar lelah.


"Apa yang terjadi?" kali ini Saera sedikit bernyali untuk menanyakan beberapa hal.


"Tidak ada."


"Kau terlihat lelah, apa yang kau lakukan?"


"Aku hanya bertemu Taehyung. Ia memberiku hukuman membersihkan tikus jalanan"


Sungguh alasan yang tidak masuk akal.


"Yang benar-hmphh"


Jungkook membungkam Saera dengan sebuah ciuman.


Tubuh gadis itu menegang, kakinya yang setengah menggantung di ujung ranjang terasa kebas. Jungkook belum juga menarik diri, pikiran Saera sendiri sudah porak poranda karena ulahnya.


Haruskah ia membalasnya?


Tapi Saera sendiri tidak tahu bagaimana cara membalasnya, sedang bibir lelaki itu mulai bergerak pelan memberikan lumatan lembut pada tiap sudut bibirnya.


Perlahan, gadis itu mulai mengerti. Ia mencoba mengikuti gerakan Jungkook dan melakukan hal yang serupa pada lelaki itu. Hingga terjadilah saling ***** di antara mereka. Awalnya hanya berupa lumatan lembut dan pelan, kemudian berubah menjadi lumatan panas dan menyesakkan. Saera kewalahan merespon gerakan bibir Jungkook yang semakin menuntut.


"Eumhh," gadis itu melepas tautan mereka dan berucap dengan nafas memburu, "Cukup, Jung."


Jungkook terkekeh pelan, "Baiklah, nona. Aku tidak akan membuatmu mati kehabisan nafas. Walau sebenarnya aku ingin."


Saera mencubit keras perut lelaki itu hingga sang empu mengerang pelan, "Kau ingin membunuhku?!"


"Ya! Shireo!"


---


Setelah ini, Taehyung sepertinya akan berterima kasih pada Jungkook karena sudah membawakan mangsa yang sudah lama ia incar namun sempat digagalkan oleh Lee Saera dan Jungkook sendiri. Masa bodoh, itu sudah berlalu. Yang penting dirinya sudah mendapatkan apa yang ia mau.


Gadis yang tidur di samping Taehyung tiba-tiba bangun kemudian memekik kencang saat menyadari bahwa dirinya tidur bersama seorang lelaki. Terlebih tubuhnya tidak mengenakan sehelai benang pun, hanya tertutupi selimut yang juga berbagi dengan lelaki itu.


"Calm, honey."


Melihat kepanikan gadis itu, Taehyung berusaha menenangkannya. Tapi rupanya gadis ini tidak seperti Saera, ia agak sulit dijinakkan.


"Siapa kau?!"


"Tidak ingat denganku? Kita sering bertemu disekolah."


"Apa yang kau lakukan padaku?! Hah?!!!"


"Hmm. . .Bagaimana ya? Mungkin seperti yang kau pikirkan"


"*******! ******** kau!!"


"Watch your mouth, honey. Kalau bukan karenaku mungkin namamu sudah terukir di batu nisan sekarang"


-Flashback on


"Hyung, lihat. Siapa yang kubawa," Jungkook masuk ke ruangan Taehyung disusul oleh seorang gadis dibelakangnya.


"Rupanya kau benar-benar menepatinya ya"


"Tentu. Hutangku padamu sudah terbayar kan?"


"Ok. Deal. Bawa gadis itu padaku," jari Taehyung menunjuk badan mungil yang bersembunyi dibalik badan Jungkook.


"Kau dengar itu? Datang padanya," Jungkook berujar pelan pada gadis dibelakangnya namun yang dimaksud tak kunjung bergerak dari tempatnya. Hal itu membuat Jungkook sedikit jengkel lalu berbalik dan menatap gadis itu dengan tatapan menusuk miliknya.


"Lupa apa yang barusan terjadi, hm?"


Mendengar itu, sang gadis dengan terpaksa bergerak menghampiri Taehyung.


"Bagaimana kau bisa membawanya kesini?" tanya Taehyung.


"Sebenarnya tidak sengaja. Dia melihatku menghabisi seseorang"


"Apa?"


"Dia menyakiti Saera," Jungkook melangkah mendekati gadis yang sekarang berdiri di samping Taehyung, "Aku ingin bertanya padamu-"


"Apa kau bersekongkol dengan Kim Yeona untuk menyakiti Saera?"


Gadis itu menggeleng cepat, "Tidak! Tentu saja tidak! Aku terpaksa menumpahkan minumanku ke baju Saera karena aku diancam. Bahkan aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan pada Saera. . .hiks. . ."


Tatapan Jungkook masih terlihat marah, "Kau tahu? Walau hanya menumpahkan minuman sialan, kau hampir membunuh seseorang. Andai kau tidak melakukannya, maka Saera tidak akan tersakiti. Beruntung Taehyung memilihmu. Jika tidak, aku pastikan dirimu akan bernasib sama seperti Yeona."


-Flashback Off.