
Rania dan Clarabella berdiri di depan rumah saat mendengar suara mobil memasuki halaman rumah mereka. Domino langsung melompat-lompat kegirangan seperti yang dilakukan oleh Clarabella.
"Nenek...nenek..."teriak Clarabella dengan antusias. Ibu Rania terkekeh melihat Clarabella yang melompat-lompat saat menyambut nya.
"Aahhh ...cucu nenek..."ucap ibu Rania sambil berjalan mendekati Clarabella.
"Gimana kabar cucu nenek ini?? Sehat kan??"
"Sehat. Minggu depan Clara bisa masuk sekolah. Walaupun satu minggu hanya tiga kali. Tapi Clara seneng banget."jawab Clarabella. Rania memperhatikan dari teras rumahnya. Ayah dan Ibu Rania pun kemudian mendekati Rania.
"Gimana kabar anak ibu??"tanya Ibu Rania.
"Sangat baik. Belum pernah Rania sebaik ini. Dion minta maaf karena tidak bisa menyambut ayah dan ibu. Pagi ini dia ada klien penting yang harus ditemui."
"Iya gak papa. Kayak apa aja pakai disambut segala."jawab ibu Rania. Mereka pun kemudian masuk ke dalam rumah.
"Rumah kamu besar banget Nia. Ini di sini cuma ada kalian bertiga yang tinggal??"
"Iya bu. Nia juga heran kenapa dikasih rumah sebesar ini. Kadang agak ngeri juga kalau di rumah segede ini. Mana banyak kamar kosong lagi Bu."
"Hahaha. Gak papa. Dulu kita malah desak-desakan di kamar kan??"
"Iya juga sih Bu. Tapi rasa kekeluargaan nya jadi dekat. Ayo Nia antarkan ibu ke kamar Ibu. Semoga aja ayah sama ibu betah di sini."
"Oh ya. Tadi pagi ibu bikin sup ayam. Kemarin udah terlanjur beli ayam. Daripada gak dipakai ya ibu buatkan sup gini."
"Waahh Clara mau nek."ucap Clarabella yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka.
"Hahaha Clara mau??"tanya Ibu Rania.
"Iya nek. Clara selalu suka sama sup ayam buatan nenek."ucap Clara.
"Ya udah. Nenek panaskan dulu aja deh. Biar kita bisa makan siang bersama."ucap ibu Rania.
"Biar Nia aja bu. Ibu istirahat saja."ucap Rania.
"Gak usah. Kamu istirahat saja. Kamu kan lagi hamil. Clara, ajak mama kamu ke ruang tengah. Biar mama kamu istirahat saja."
"Siap nek. Ayo mama. Mama jangan bandel."ucap Clarabella yang membuat Rania terkekeh.
"Kita di ruang makan saja ya. Nemenin nenek."tawar Rania.
"Iya deh. Mama harus nurut. Jangan bandel loh ya."peringat Clarabella yang membuat Rania dan ibunya terkekeh.
"Mana kakek??"tanya Rania.
"Tadi jalan-jalan sama Domino di halaman."jawab Clarabella.
"Ayah kamu itu pasti besok udah repot cari bibit untuk ditanam di halaman. Halaman rumah kamu agak kosong sepertinya."jawab ibu Rania.
"Iya sih Bu. Habis Dion gak ngizinin Nia melakukan banyak hal. Sebelum hami juga Nia di suruh fokus ke Clara aja."adu Rania kepada ibunya.
"Dia hanya ingin melakukan yang terbaik buat kamu. Nih sup ayamnya. Ibu masukkan jahe supaya hangat di perut. Kamu gak mual-mual Nia??"
"Awal belum tahu kalau hamil sih mual Bu. Setelah diperiksa kan ini tadi gak mual sama sekali. Tapi jadi kayak kemaruk. Pengen makan ini pengen makan itu. Nia pengen makan opor ayam buatan ibu,sayur asem buatan ibu,terus...."
"Bilang aja pengen dimasakin sama ibu."potong ibu Rania. Rania terkekeh mendengarnya.
"Masakan ibu terbaik memang. Nanti kita pergi belanja ya Bu. Biar nanti sekalian jalan-jalan. Kalau ibu gak capek sih. Nia pengen makan opor ayam. Mau Nia makan sama kecap. Pasti enak banget."ucap Rania sambil menjilat bibirnya dengan lidahnya.
"Mumpung kamu di sini. Sebutakan apa yang ingin kamu makan. Biar ibu buatkan. Ibu gak mau cucu ibu ileran nanti."jawab Ibu Rania.
"Di halaman samping rumah ini kalau ditanami bunga-bunga bagus juga deh Ni.."ucap Ayah Rania saat masuk ke dalam rumah. Domino mengikuti dari belakang.
"Apa ibu bilang."ucap Ibu Rania sambil terkekeh.
"Mau ayah tanami apa??"tanya Rania.
"Kalau gitu nanti kita coba cari ya yah bibit nya. Ayah sama ibu istirahat saja. Nanti sore waktu Dion udah pulang kita jalan-jalan bentar."
"Yes asyik. Clara jalan-jalan juga."ucap Clarabella dengan bersemangat.
"Non Clara ada Lucky di depan."ucap Kak Nita saat masuk ke dalam rumah.
"Lucky?? Kok dia gak bilang mau ke sini?? Domino ayo ketemu sama Mesy"ajak Clarabella.
"Guk..guk..."Domino berlari di belakang Clarabella.
"Siapa itu Lucky??"tanya Ibu Rania.
"Anak sini bu. Teman baru Clara. Nita, tolong temani Clara ya."ucap Rania kepada Nita.
"Baik Bu."Kak Nita pun keluar menyusul Clarabella.
"Lucky itu cowok ya Ran??"tanya Ayah Rania memastikan.
"Iya. Dia juga punya anjing sejenis sama Domino."terang Rania.
"Ayah lihat coba. Penasaran sama wajahnya."ucap Ayah Rania yang berjalan keluar rumah.
"Ayah ini persis kayak Dion. Kemarin Dion juga seperti itu."cerita Rania.
"Ayah kamu hanya ingin tahu. Anak seperti apa yang berteman dengan cucunya."ujar ibu Rania. Handphone Rania pun berdering. Dilihatnya nama Dion di layar handphonenya.
"Hallo."jawab Rania saat panggilan video tersambung.
"Hallo sayang. Gimana mual gak??"tanya Dion saat melihat wajah Rania.
"Enggak sama sekali. Dia bekerja sama dengan baik hari ini."ucap Rania sambil mengusap perutnya yang masih datar.
"Mana Clara?? Lagi tidur siang???"tebak Dion.
"Lagi di depan sama Lucky."jawab Rania sambil mengikat rambut panjangnya.
"Kamu sudah makan?? ayah sama ibu sudah sampai??"
"Aku udah makan. Ayah sama ibu juga udah sampai sini. Tadi ibu bawa sup ayam. Itu kamu dibawakan sup ayam utuh sama ibu."ucap Rania sambil mengarahkan video ke ke arah makanan yang ada di hadapannya.
"Wah enak nih. Jadi gak sabar pengen cepet-cepet pulang. Biar bisa makan sup ayam."gumam Dion yang mampu terdengar oleh Rania.
"Nanti kita ke supermarket ya Yon. Mau belanja beberapa bahan. Sama ayah mau cari beberapa benih buat di tanam."
"Benih??"
"Ayah udah gak sabar mau nanam di kebun sebelah. Jiwa petani nya bergejolak."ucap Rania.
"Hahaha. Jangan lupa untuk minum susu hamil dan minum Vitamin nya loh. Biar adeknya Clara sehat-sehat terus."ucap Dion.
"Siap komandan."jawab Rania. Panggialn dengan Dion pun terputus. Clarabella masuk ke dalam rumah sambil membawa sebuah mug untuk Clarabella.
"Apa itu Clara??"tanya Rania keheranan.
"Dapat dari Lucky ma. Katanya kalau di siram air panas nanti bisa muncul gambarnya."ucap Clarabella yang kemudian menuju ke dispenser untuk mengambil air hangat. Dan benar saja. Begitu terkena air panas,mug yang awalnya hitam tiba-tiba secara samar-samar ada gambar foto Clarabella dan Domino.
"Aaah ini foto Clara yang kapan hari kita foto- foto. Iya kan Kak???"Tanya Clarabella kepada Kak Nita.
"Wah iya non. Pantas aja kemarin Lucky ngotot foto lagi minta yang hasilnya lebih bagus. Ternyata untuk ini. Bagus ya non. Lucky kreatif orangnya."puji Kak Nita tang semakin membuat Clarabella merasa bangga memiliki teman seperti Lucky..
"Sekarang Clara tidur. ingat pesan om Dokter loh ya. Nanti sore kita ke supermarket yang besar.
"Oke mama."Clarabella pun berlari kecil ke kamarnya diikuti oleh Dion. Rania pun juga pergi ke kamarnya untuk beristirahat.