Beautiful Girl

Beautiful Girl
Ke Cafe



"Mau ke mana??"


"Mau beli bahan-bahan untuk makan nya Clara."


"Clara ikut??"


"Iya. Katanya bosan di rumah terus."


"Aku antar kan deh."


"Kamu gak lagi banyak kerjaan??"


"Bisa dikerjakan nanti."


Mereka bertiga pun kemudian pergi ke supermarket yang ada di dekat tempat tinggal mereka.


"Nanti kalau capek bilang sama papa ya."


"Iya."


"Atau Clara mau naik ke kereta belanja nya?? Nanti biar didorong sama papa."


"Iya deh."


Dion pun mendudukkan Clarabella ke kereta belanja mereka. Dion mendorong nya sambil mengikuti Rania.


"Kita ke tempat jajan aja yuk pa."


"Jangan. Clara harus jajan yang dibolehkan sama mama. Clara kan masih dalam masa pemulihan."


Clarabella tertunduk lesu. Dion tidak tega melihat nya.


"Nia..."


"Iya. Ada apa??"


"Ini Clara mau jakan. Dia boleh makan apa saja sih???"


"Pilihkan yang manis-manis saja. Kalau yang manis masih boleh kok."


"Oke. Kita beli yang manis-manis aja ya."


Tanya Dion sambil berbicara ke arah Clarabella.


"Nanti kalau kurang manis lihat wajah Clara saja manis pa."


Ucapan Clarabella membuat Dion dan Rania tertawa.


"Hahaha. Idiih... belajar gombal dari siapa kamu itu??"


Tanya Dion sambil mencapit hidung Clarabella. Clarabella pun terkekeh. Rania kemudian mengambil keranjang belanjaan dan berpisah dengan Dion dan Clarabella. Rania memeriksa bumbu-bumbu dapur yang aman untuk Clarabella. Sesekali dia membuka YouTube atau google untuk melihat kandungan yang boleh dikonsumsi oleh Clarabella.


"Mama belum selesai??"


Tanya Clarabella saat melihat Rania yang masih sibuk memilih bumbu.


"Iya. Belum sayang. Kamu sudah milih snack yang kamu mau??"


Tanya Rania tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone dan bumbu dapur yang ada di tangannya.


"Sudah ma."


"Bagus lah kalau begitu."


Rania meletakkan bumbu yang di tangan nya dan melihat ke arah kereta belanja di mana Clarabella duduk di trolly nya. Seketika mata Rania terbelalak melihat timbunan makanan kecil yang ada di dalam trolly.


"Dioooonn... Apa-apaan ini??"


"Ya aku tanya Clara dia mau ini gak?? katanya mau. Ya udah aku masuk-masukkan semua yang dia mau. Kan bisa buat stock dia selama di rumah."


"Ya tapi gak sebanyak ini Dioonn."


Dion menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa mau dikembalikan saja??"


Tanya Dion sambil menatap Rania. Rania pun menatap ke arah Clarabella yang wajahnya berubah sendu.


"Oke. Kali ini mana izinkan. Lain kali Clara harus tahu mana yang benar-benar Clara inginkan. Jangan ditanya papa iya-iya aja. Selama ini kan Clara selalu pilih sendiri."


"Iya ma... Maaf."


Ucap Clarabella sambil tertunduk lesu. Dion tidak tega melihatnya.


"Gak papa. Lagian ini juga nanti bisa untuk tamu atau papa kalau ke rumah. Pasti habislah segitu."


Rania menghela nafas sejenak.


"Ini bukan tentang habis atau gak habis. Ini tentang tanggung jawab. Clara harus belajar tanggung jawab dengan apa yang dia pilih. Itu yang selalu aku ajarkan ke Clara."


"Hmmm gini aja. Clara pilih aja mau snack yang mana. Yang sekiranya Clara gak terlalu suka, kita kembalikan ke rak bagaimana?? Nanti papa belikan ice cream??"


"Boleh pa."


Jawab Clarabella dengan mata berbinar. Dion pun memutar keranjang trolly nya dan bersama dengan Clarabella dia mulai memilah-milah makanan mana yang disukai dan tidak disukai oleh Clarabella.


Tidak berapa lama kemudian mereka pun kembali di samping Rania yang masih sibuk dengan bumbu-bumbu dapur yang dibelinya.


"Masih belum selesai ma??"


Tanya Clarabella kepada Rania. Karena dia sudah mulai bosan di situ.


"Beli seadanya dulu aja. Nanti lebih baik di rumah mulai bikin list apa aja yang harus dibeli. Kalau kayak gini bakalan lama selesainya."


Nasehat Dion.


"Ah iya. Ya udah kalau gitu. Ini aja dulu."


Mereka pun pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran. Dion menggendong Clarabella menuju ke parkiran. Setelah memasukkan barang-barang yang dibelinya, Dion pun melajukan mobilnya. Sementara Clarabella berada di pangkuan Rania.


"Jadi kita makan ice cream pa??"


"Boleh. Ayo kita makan ice cream bentar ya."


"Yes...yes.... asyik."


Ucap Clarabella sambil bertepuk tangan di pangkuan Rania. Dion membelokkan mobilnya di sebuah cafe yang memiliki halaman luas.


Dion menggandeng tangan Clarabella. Dan mereka pun masuk ke dalam cafe. Mereka disambut ramah oleh pelayan cafe.


"Selamat sore Pak Dion. Silahkan. Di tempat biasa??"


"Iya."


Pelayan cafe pun mengarahkan Dion dan keluarga kecilnya ke sebuah ruangan yang private. Mereka pun duduk di sofa yang cukup nyaman.


"Gelatonya masih ada??"


"Masih Pak. Tapi rasanya tidak lengkap. Ada beberapa yang sudah habis."


"Yang cokelat ada ya??"


"Tiramisu, strawberry,mango,cotton candy,rhum raisin,sama apa ya tadi. Seingat saya yang cokelat habis pak."


"Hmm gitu. Clara mau coba ikut kakaknya buat milih rasa yang Clara mau gak??"


Clarabella mengalihkan pandangannya ke arah Rania.


"Boleh Ma??"


"Iya. Gak papa. Satu scoop aja ya."


"Iya."


Clarabella pun mengikuti pelayan cafe untuk memesan gelato.


"Kamu sering ke sini??"


"Ini cafe papa. Dulu aku awal bekerja ya ada di sini."


"Oh gitu."


"Kamu mau makan apa?? Di sini yang rekomendasi sih rice box sama onion ringnya. Onion ring nya enak banget."


"Ya udah coba itu aja deh."


"Mau minum milkshake cokelat??"


"Boleh."


Dion pun memesan makanan untuk dirinya dan Clarabella juga. Clarabella kembali dengan membawa gelato berwarna putih.


"Pilih rasa apa???"


Tanya Dion kepada Clarabella.


"Vanilla Pa. Tadi Clara coba yang enak ini. Mama coba juga??"


Clarabella menyuapi Rania.


"Gimana ma??"


"Hmm lumayan."


Ucap Rania.


"Dioonn.."


Rania dan Clarabella menoleh ke arah pintu di mana ada seorang wanita paruh baya seusia papa Dion.


"Oh Tante..."


"Tumben ke sini. Ini anak dan isteri kamu??"


Tanya wanita itu.


"Iya Tante."


"Cantik yaa.. Pantesan kamu sama anak-anak di sini gak mau. Hahaha. Hallo nama kamu siapa cantik??"


"Clara ehm.. anu..."


"Panggil oma saja. Karena usia Oma sama seperti opa kamu. Clara sudah coba gelatonya kan??"


"Iya ini."


Jawab Clarabella sambil menunjukkan gelato yang ada di tangannya.


"Oh,yang cokelat habis ya?? Enak yang cokelat padahal."


Ucap wanita itu dengan memasang wajah sedih.


"Nia, kenalkan. Ini Tante Evi. Temannya Papa."


"Oh iya tante. Rania."


Ucap Rania sambil mengulurkan tangannya ke arah Tante Evi dan dia sambut dengan baik oleh Tante Evi.


Tidak lama kemudian pesanan Dion pun tiba. Tante Evi mengamati semua pesanan Dion.


"Dewa...tolong hidangkan cheseecake nya tiga ya."


"Baik Tante."


"Cheesecake tante ini produk baru dan enak."


"Oh ya??"


"Iya. Makanya kalian harus nyoba."


"Siap."


"Mama... mulut Clara."


"Duh sampe belepotan gini. Makannya pelan-pelan saja."


Ucap Rania sambil mengusap bibir Clarabella. Clarabella terkekeh karena diomeli oleh Rania.


"Maaf. Ini enak Ma."


"Lho kalian ada di sini juga??"