Beautiful Girl

Beautiful Girl
Keinginan Clarabella



Clarabella tertidur di dalam pangkuan Rania yang duduk di kursi belakang. Rania hanya berani menggeleng atau menganggukkan kepalanya saat Dion dan papanya mengajaknya berbicara. Karena Clarabella sangat sensitif terhadap gerakan. Tiba di depan rumah,Dion mengambil alih Clarabella dari pangkuan Rania.


"Hiks...Mama..."


Rengek Clarabella karena tidurnya terganggu.


"Sshh..sshh...Bobok lagi...bobok lagi."


Ucap Dion sambil mengusap-usap punggung Clarabella. Dion pun membawa masuk Clarabella ke dalam kamarnya.


"Sayang...bangun bentar aja yuk."


Ucap Rania yang berusaha membangunkan Clarabella.


"Hiks..."


"Ayo. Sikat gigi, bersihkan badan bentar aja."


"Eugh..."


"Libur sehari gak papa kan??"


Tanya Dion kepada Rania.


"Maksudnya??"


"Maksudnya gak usah sikat gigi dan bersihkan diri sehari aja gak papa kan??"


"Awalnya tadi mikir gitu. Tapi dia tadi makan ice crema cokelat dan makanan cokelat-cokelat. Jadi gimana dong??"


Tanya Rania dengan sedikit putus asa.


"Ah iya bener juga. Ya udah coba bangun kan aja kalau gitu."


Setelah mencoba cukup lama, akhirnya Clarabella pun mau sikat gigi dan cuci muka. Bahkan Clarabella pun sikat gigi dengan mata terpejam. Rania dan Dion yang membantunya.


"Yak udah. Tidur lagi sana... Domino jaga Clara!! Jangan naik di atas tempat tidur ya!!"


Peringat Rania sambil mengacungkan jari telunjuknya.


"Guk.. guk..."


Jawab Domino sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Rania pun keluar dari kamar Clarabella. Mendengar suara pintu di tutup, Clarabella pun membuka matanya.


"Domino!! Tidur di kaki Clara ayo!!"


Dengan patuh kemudian Domino naik ke atas ranjang Clarabella dan merebahkan dirinya di kaki Clarabella. melihat Domino sudah menempati tempatnya dengan nyaman akhirnya Clarabella pun mulai memejamkan matanya.


Rania masuk ke dalam kamarnya dengan Dion. Ada sedikit rasa canggung diantara mereka.


"Aku ke kamar mandi dulu."


Ucap Dion.


"Oh..eh..iya."


Dionpun menghilang di kamar mandi. Dada Rania berdebar kencang karena nya.


"Jadi canggung gini siiih."


Rania merebahkan dirinya dan berusaha untuk memejamkan matanya. Tetapi rasa kantuk tidak juga datang.


"Aahh ...kenapa gak bisa tidur siiih.."


*Ceklek.*


Terdengar suara pintu kamar mandi yang dibuka. Rania semakin memejamkan matanya. Dirasakannya tempat tidur yang sedang ditiduri nya bergerak.


"Kamu belum tidur kan??"


Suara berat Dion menyapa telinga Rania. Mau tidak mau Rania harus membuka matanya.


"Be..belum.."


"Sini. Ada banyak hal yang kita bicarakan. Aku gak mau kalau kita jadi canggung kayak gini."


"Ah iya. Aku juga."


Rania pun duduk di samping Dion.


"Kita sudah menikah. Dan pernikahan kita ini sah di mata hukum dan negara lo."


"Iya. Lalu??"


"Sebenarnya kalau kita mau melakukan sesuatu juga bisa lo."


"Se.. sesuatu??"


"Ya sesuatu seperti beberapa tahun yang lalu."


Rania semakin dibuat salah tingkah karenanya.


"Jangan khawatir,aku gak akan memintanya malam ini. Aku akan meminta nya saat kamu siap. Jadi kita tidur saja sekarang."


"Iya."


Rania pun merebahkan diri di samping Dion.


"Kalau untuk tidur berpelukan gak papa kan??"


"Ehm...Iya."


Jawab Rania yang masih berdebar-debar. Dion pun membawa Rania dalam pelukannya. Ada rasa nyaman yang dirasakan oleh Rania. Senyum terulas di bibir Dion. Baru saja mereka akan memejamkan matanya. Tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


*Tok... Tok... Tok..*


"Siapa ya??"


Tanya Dion.


"Clara??"


"Aahh iya."


"Ada apa sayang??"


"Clara gak bisa tidur. Boleh Clara tidur sini aja??"


"Boleh. Ayo tidur sama papa sama mama."


Dion membawa Clarabella masuk diikuti dengan Domino.


"Domino boleh masuk kan Pa??"


"Iya. Tapi dia harus tidur di bawah ya."


"Domino boleh masuk. Tapi tidur di bawah oke??"


"Guk.."


"Domino sudah paham Pa."


"Hahaha. Oke ayo masuk."


Mereka pun masuk ked dalam kamar.


"Ada apa??"


"Tuan puteri minta tidur sama kita."


Jawab Dion sambil membantu Clarabella nakk ke atas tempat tidur. Clarabella langsung merebahkan diri di samping Rania dan memeluk Rania. Dion pun menyusul di samping Clarabella.


"Mama tahu gak kalau Clara seneng banget hari ini."


"Oh ya?? Seneng karena apa??"


"Karena Clara akhirnya bisa mengalami apa yang teman-teman Clara dulu sering ceritakan ke Clara."


"Teman kamu cerita apa??"


"Katanya mereka kalau malam tidur sama papa mama nya. Jadi Clara seneng akhirnya Clara bisa tidur sama mama sama papa."


Ada rasa bersalah di dalam diri Rania. Dia terlalu keras kepala selama ini. Dan terlalu egois.


"Maafkan mama ya."


"Mama gak salah. Kan papa kerja buat kita. Kalau saja teman Clara tahu Clara punya rumah sebesar ini. Waah hebat."


"Hahaha. Clara gak boleh pamer ya. Clara harus selalu rendah hati dan gak boleh sombong. Mama gak pernah mengajarkan Clara untuk jadi anak yang sombong."


"Iya mama."


"Kalau ada teman yang kesusahan ditolong."


"Gimana Clara bisa punya teman kalau Clara belum sekolah??"


"Nanti ya. Tunggu Clara sehat dulu baru nanti kita cari sekolah untuk Clara ya."


Ucap Rania dengan lembut.


"Clara itu sakit apa sih Ma?? Kok Clara gak boleh capek. Gak boleh makan ini dan itu kayak dulu."


Rania sedikit tercekat mendengar pertanyaan Clarabella.


"Clara itu sudah sembuh. Tapi untuk bisa sehat dan gak sakit lagi banyak hal yang harus dilakukan. Jadi selama menunggu badan Clara kuat, Clara nurut ya sama mama."


Terang Dion sambil tersenyum.


"Kalau Clara bosen gimana Pa??"


"Di ruang atas ada ruang bermain untuk Clara. Jadi Clara bisa main di atas atau jalan-jalan sama Domino,sama si mbak juga. Pokok semua rumah ini bisa di jelajahi sama Clara."


Ucap Dion lagi.


"Udah sekarang Clara tidur. Besok bantu mama bikin kue ya?? Mama mau bikin kue untuk cemilan sehari-hari kita."


"Cemilan apa Ma??"


"Adalah besok. Pokok sekarang Clara tidur ya."


"Iya. Clara hadap ke papa boleh?? Clara kan gak pernah tidur sama papa. Kalau sama mama kan sering dulu."


"Boleh. Ayo tidur."


Clarabella berbalik menghadap ke arah Dion. Sedangkan Rania mengusap-usap punggungnya. Cukup lama mereka dalam posisi itu,sampai Rania mengira Clarabella sudah tidur.


"Ma..."


"Lho kok belum tidur??"


Tanya Rania lagi.


"Bentar lagi janji Clara akan tidur. Clara tadi mikir lo."


"Hahahaa. Mikir apa kamu??"


Ucap Dion sambil terkekeh.


"Clara tahu pa cara biar Clara gak bosen ada di rumah."


"Apa itu??"


"Clara harus punya teman Pa."


"Hmm...oke. Kan ada Domino temannya Clara??"


"Domino memang teman Clara tapi bukan dia."


"Maksud Clara gimana???"


"Maksud Clara,gimana kalau Clara punya adek bayi gitu??? Kan adek bayi bisa diajak bermain kan ya??"


Ucap Clarabella dengan polos. Membuat Rania terdiam. Sedangkan Dion tertawa terbahak-bahak. Sampai Domino pun menggonggonginya.