Beautiful Girl

Beautiful Girl
Lucky dan Mesy



Clarabella melamun di ruang bermainnya. Sebuah buku cerita bergambar ada di pangkuannya. Sudah tiga minggu Clarabella dan Rania pindah di rumah Dion ini.


"Anak mama kok melamun??"


Clarabella yang terkejut kemudian dia pun tersenyum ke arah Rania.


"Ah enggak ma."


"Non Clara pengen sekolah nyonya. Bosen katanya di rumah gak ada temannya selain saya dan Domino."


Ucap Nita melaporkan penyebab Clarabella melamun. Rania pun tersenyum.


"Sabar ya. Besok kita periksa ke dokter dulu. Kalau kata dokter Clara sudah oke. Ya kita langsung cari sekolah untuk Clara. Yang penting Clara harus banyak makan dan banyak istirahat. Vitaminnya jangan lupa diminum juga."


Ucap Rania sambil memberikan vitamin kepada Clarabella.


"Beneran langsung cari sekolah ya Ma??"


"Iya. Ayo di minum dulu vitamin nya."


Clarabella pun meminum vitamin yang disodorkan oleh Rania. Setelah itu mereka menuju ke kamar Clarabella dengan Domino yang ada di belakangnya.


"Kakek sama nenek ke mana?? Kok kakek sama nenek gak ikut kita di sini sih Ma??"


"Kakek kan harus ke kebun setiap hari. Jadi kakek gak bisa ikut kita ke sini."


"Ah gitu."


"Kan sudah ada Domino,sudah ada Kak Nita juga."


"Hmmm boleh gak sih Clara jalan-jalan sekitar rumah gini?? Jadi gak di dalam rumah. Di luar perumahan gitu ma. Boleh gak??"


"Hmmm...."


"Mamaaaa...."


"Iya deh. Sama kak Nita sama Domino ya. Nanti kalau Domino pup di jalan jangan lupa dibersihkan."


"Yes...siap. Sekarang boleh kan??"


"Boleh. Habis itu pulang terus mandi ya. Biar nanti waktu papa pulang sudah bersih."


"Iya ma."


Clarabella dan Nita pun memasang tali untuk Domino dan kemudian mereka berjalan menuju ke taman. Seorang anak lelaki kecil berjalan dengan anjing nya yang berjenis sama dengan Domino."


"Wah cantiknya. Pakai pita di kepala nya. Hihihi."


Ucap Clarabella melihat anjing jenis golden retriever dengan pita berwarna pink di kepalanya."


"Anjing kamu cantik deh."


"Anjing kamu gagah. Namanya siapa??"


Tanya anak lelaki itu kepada Clarabella.


"Domino. Kalau anjing kamu namanya siapa??"


"Namanya Mesy."


"Oh.. Hai Mesy."


"Kamu baru di sini??"


Tanya anak lelaki itu kemudian.


"Iya. Aku baru pindah sama mama di rumah papa. Rumahnya yang itu."


Tunjuk Clarabella ke arah rumahnya.


"Wuaahh itu rumah paling besar yang ada di sini."


"Oh ya?? Kamu sudah lama tinggal di sini??"


"Sejak lahir. Nama kamu siapa??"


"Clarabella. Panggil aja Clara."


"Nama ku Lucky. Kata mama ku supaya aku orang nya selalu beruntung."


"Kenapa bisa seperti itu??"


"Gak tahu juga."


"Namanya Lucky. Lucky itu bahasa inggris non. Yang artinya beruntung."


"Oh gitu ya??"


"Iya."


"Kalau namaku artinya apa ya Kak??"


"Kalau itu saya kurang tahu non. Mama atau papa non mungkin yang tahu."


"Nanti Clara tanya mama deh. Mama itu tahu segalanya."


"Mau jalan-jalannya sampai lapangan belakang gak?? Di lapangan belakang ada tempat buat bermain."


Ajak anak lelaki yang bernama Lucky itu.


"Boleh kan kak??"


Tanya Clarabella kepada Nita.


"Boleh Non. Masih ada waktu."


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke taman belaka. Handphone Nita sempat berbunyi beberapa kali. Karena Rani mengecek keadaan Clarabella. Di lapangan belakang ada bak pasir yang besar,ada ayunan, perosotan dan ada juga jungkat-jungkit. Clarabella bermain dengan Lucky. Kedua anjing milik mereka sesekali mengelilingi mereka.


"Non,ayo pulang. Sudah sore ini."


"Tunggu kak. Nanggung ini."


Jawab Clarabella.


"Sudah jam berapa ya kak??"


Tanya Lucky kepada Nita.


"Hampir jam empat."


"Wah udah sore. Ayo kita pulang Mesy. Nanti kamu dicari mama."


"Yah pulang ya??"


"Iya. Karena ini sudah sore. Besok kita main lagi."


"Besok pagi ya??"


Tanya Clarabella dengan antusias.


"Gak bisa. Aku besok pagi harus sekolah. Memang kamu gak sekolah??"


"Masih belum. Aku baru sakit. Jadi masih belum boleh sekolah."


Jawab Clarabella dengan nada sedih. Membuat Lucky pun juga ikut sedih.


"Gak papa. Kamu pasti bisa sembuh. Besok siang kita ketemu lagi ya."


"Iya."


Jawab Clarabella. Di tengah jalan mereka bertemu dengan mobil Dion.


"Kalian baru dari mana??"


Dion membawa masuk Clarabella ke mobil. Nita dan Domino juga masuk ke dalam mobil. Clarabella duduk di samping Dion.


"Tadi Clara jalan-jalan sama Kak Nita sama Domino di sekitar perumahan. Lalu ada anak cowok nama nya Lucky arti namanya tadi siapa Kak??"


"Beruntung non."


Jawab Nita.


"Nah itu Pa.. Dia juga punya anjing seperti Domino. Namanya Mesy."


"Oh ya??"


"Iya. Besok kami akan bertemu lagi di sini. Boleh kan pa??"


"Boleh. Pokok Clara gak boleh kecapekan. Oke."


"Iya."


Mereka pun sampai di rumah dan di sambut oleh Rania.


"Lho kok sama papa??"


"Mama...mama...tadi Clara berkenalan sama teman baru."


Clarabella langsung berceloteh sambil mengikuti Rania. Dia menceritakan tentang Luck dan Mesy.


"Ayo sekarang mandi dulu. Sebentar lagi opa mau datang. Malu dong ada opa ke sini tapi Clara belum mandi."


"Ah oke. Clara akan mandi kalau begitu."


Clarabella pun bergegas masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri sendirian. Domino menjaga nya di depan kamar Clarabella yang berwarna kuning.


"Dia kelihatan senang banget."


"Iya. Lihat lah. Tadi Nita yang kirim foto ke aku."


"Siapa anak kecil itu?? Kecil-kecil kok sudah bersikap manis ke Clara. Anak zaman sekarang seperti itu ya."


Gerutu Dion.


"Kamu ini. Anak masih kecil juga. Biarkan mereka berteman. Berikan dia pengertian dan kepercayaan."


"Baik nyonya besar. Aku nurut."


Ucap Dion sambil memeluk Rania yang sedang memasak dari belakang.


"Lebih baik anda mandi Pak Dion. Ada bau gosong di tubuh anda."


"Ah iya. Tadi tinjau lokasi proyek dan di samping nya ada yang jual sate kambing. Gulai kambing nya enak banget. Aku ingin membelikan kamu, tapi aku ingat kamu gak suka sama sate kambing. Kamu bahkan gak mau dekat sama aku dulu karena aku bau gulai kambing."


Rania terpaku. Bahkan hal sekecil itu pun Dion mengingat nya. Tanpa sadar,mata Rania berkaca-kaca.


"Kamu masih ingat??"


"Iya. Tentu saja. Dan asal kamu tahu, peristiwa itu kadang yang membuat aku bisa tertawa sendiri. Aku baru sadar ternyata sebesar itu rasa cinta ku sama kamu. Dan aku baru menyadari nya saat aku jauh darimu. Sekarang kamu sudah ada di dekat ku,ada di dalam hidup ku,aku gak akan pernah melepaskan kamu."


Ucap Dion yang membuat Rania semakin menitikkan air matanya.


"Papa...papa jangan bikin mama nangis."


Mendengar suara Clarabella,Rania dan Dion langsung melepaskan pelukannya.


"Papa meluk mamanya terlalu keras deh. Sampai mama nangis."


Rania dan Dion tertawa mendengar ucapan polos Clarabella.