
"Kita mau ke mana Ma??"tanya Clarabella saat mereka sedang melakukan perjalanan dengan Dion tanpa Domino bersama mereka.
"Mau ke mana ya???"goda Rania.
"Mamaaaa..."
"Hahaha. Kita mau ke dokter dulu mau cek kesehatan Clara. Kalau dokter bilang Clara baik-baik saja,kita bisa langsung cari sekolah untuk Clara."
"Yeaay..Clara bener-bener akan sekolah ma??"
tanya Clarabella meyakinkan.
"Hanya saat dokter bilang kalau Clara baik-baik saja lo ya."peringat Rania.
"Iya deh."jawab Clarabella dengan lesu.
Mereka pun tiba di rumah sakit. Dion mendaftarkan kehadiran mereka. Dan tidak lama kemudian mereka pun dipanggil ke ruang Dokter. Clarabella harus melakukan pemeriksaan menyeluruh.
"Anak mama pasti bisa. Mama tunggu di luar ya. Bentar lagi kita segera cari sekolah. Oke??"ucap Rania yang memberi semangat kepada Clarabella. Clarabella pun menganggukkan kepalanya dengan bersemangat.
Menjelang sore hari semua pemeriksaan menyuluruh Clarabella sudah selesai. Rania dan Dion dipanggil di ruang dokter.
"Untuk kondisi Clara sendiri,semua cukup bagus. Tidak ada yang dikhawatirkan. Hanya saja, saya tekankan sekali lagi kepada gadis kecil ini. Kalau sudah bener- bener capek, istirahat. oke??"
"Oke om dokter."jawab Clarabella dengan bahagia. Karena sebentar lagi dia akan segera bersekolah.
"Kita ke dokter Obgyn dulu ya."ajak Dion kepada Rania dan Clarabella.
"itu dokter apa pa??"
"itu dokter kandungan sayang. Kita periksa kan mama dulu ya???"
"Mama kenapa??"tanya Clarabella dengan ingin tahu.
"Nanti Clara akan tahu sendiri."ucap Rania sambil tersenyum.
Beberapa hari belakangan ini Rania selalu merasa pusing dan mual di pagi hari. Tetapi saat siang hari rasa pusing dan mual itu hilang. Rania meminta Dion untuk membeli testpack beberapa hari yang lalu. Dan dari semua testpack yang mereka beli semua menunjukkan bahwa Rania hamil. Kali ini mereka akan memastikannya.
Setelah menunggu beberapa lama, Rania pun dipanggil masuk. Dokter mengoleskan gel di perut Rania.
"Ya betul ini ada babby nya. Ada dua kantong janin. Jadi kembar ya babby nya."ucap sang Dokter. Dion meremas tangan Rania. Tidak menyangka kalau mereka akan memiliki anak kembar.
"Biasanya kalau hamil anak kembar tingkat rewelnya akan lebih rewel dua kali lipat. Mama dan papnha siap-siap saja ya. Selama ini apa yang di anda rasakan Bu??"
"Hanya pusing sama mual kalau pagi Dok. Kalau agak siang sedikit udah gak mual."
"Oke. Kita ke ruangan saya ya."ajak sang dokter. Suster yang berada di samping Rania membantu Rania membersihkan perut nya dari gel. Lalu mereka duduk di hadapan dokter. Dion memangku Clarabella.
"Ini saya kasih obat mual. Bisa ditebus di apotek depan. Ini hanya kalau anda benar-benar tidak kuat baru di minum ya bu. Kalau masih bisa bertahan misal ah merem dulu. Siapa tahu ilang mahalnya. Nah gitu gak papa."
"Iya dok."jawab Rania dengan bersemangat.
"Diperhatikan makannya. Makan makanan yang bergizi. Buah,sayur, ikan itu bagus untuk janin. Selama tidak rewel ya."terang dokter yang dengan sabar menjelaskan kepada Rania dan Dion.
"Sebisa mungkin kurangi minuman yang dingin ya."jawab Dokter lagi.
Mereka pun meninggalkan ruang praktek dokter. Dion mengajak Rania di depan apotek. Mereka harus menunggu obat disiapkan.
"Sayang... nanti kamu akan punya adek. Di dalam perut Mama ada adek bayinya. Dua lagi adek bayinya."
"Wuaaah... Clara akan punya teman dong pa??"
"Iya. Jadi bantu papa jaga mama saat papa gak di dekat mama ya. Dan jangan minta gendong mama. Minta gendong papa aja kalau Clara minta digendong ya."
"Iya pa."
"Yon...Bisa minta tolong??"
"Apa itu??"
"Bisa tolong minta ajak ibu kemari gak?? Aku pengen makan masakan ibu aja. Udah beberapa hari ini aku kepengen tapi baru kali ini gak kuat nahannya."
"Aku akan hubungi ayah dan ibu. Sekalian kasih kabar ya."
"Iya."Dion mengambil obat Rania dulu dan kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Dion menghubungi kedua orang tua Rania dulu.
"Nomor ibu coba."
Dion pun beralih menghubungi nomor ibu Rania. Setelah menunggu agak lama,barulah panggilan video mereka dijawab.
"Hallo...apa kabar kalian??"ucap ibu Rania saat melihat wajah Rania dan keluarga kecilnya.
"Ayah mana?? Tadi di telpon Dion kok gak jawab??"
"Handphone lagi di charge. Semalam lupa gak nge-charge. Itu orangnya ada di kebun. Lagi panen buah semangka. Merah-merah manis. Mau gak kamu?? Biar ibu kirim."tawar Ibu Rania.
"Ibu ke sini aja."ujar Rania.
"Ada apa?? Tumben???"
"Nia pengen makan masakan nya ibu."
"Pengen makan apa emang???"
"Apa aja. Ya Bu...ayo sini sama ayah."
"Aduh gimana ya... nanti ibu ajak ayah deh ya."
"Ibu duluan aja deh ke sini."
"Masak ibu duluan yang ke sana? Kasihan ayah dong kalau di sini sendirian."jawab Ibu Rania.
"Masak ibu tega bikin cucu nya ileran??"
"Clara?? Clara kan biasa makan masakan kamu."
"Calon cucu bu. Ibu bakalan dapat dua cucu langsung."jawab Dion.
"Cucu??? Dari siapa???"
"Ya dari Nia dong Bu. Masak Dion nikah lagi?? Nia hamil bu. Usia nya dua bulan. Dan kembar. Ibu bentar lagi jadi nenek lagi. Eehh... kok ibu nangis sih. Lihat Clara nenek nangis loh."tunjuk Rania ke arah Clarabella yang terkekeh melihat neneknya menangis.
"Ibu bahagia banget. Yah...yah...ayaaahh..." teriak ibu Rania sambil berjalan ke arah ayah Rania.
"Yaah..kita mau punya cucu lagi. Ayo ke tempat Nia Yah."ucap ibu Rania yang didengar oleh Rania dan Dion.
"Siapa yang mau punya cucu bu??"
"Kita yah. Nia hamil lagi. Kembar lo yah. Ayo kita ke tempat Nia. Nia pengen makan masakan ibu. Ayah mau tanggung jawab kalau cucu kita ileran??"omel Ibu Rania yang membuat Rania dan Dion terkekeh mendengarnya.
"Iya.. iya Bu...Kita selesaikan dulu urusan di sini. Besok kita berangkat ke tempat Nia."ucap ayah Rania dengan sabar.
"Beneran besok lo yah. Ibu mau pulang. Mau beres-beres dulu."
"Iya bu.. iya.."
"Nia...jadi be.."
"Nia dengar Bu. Hahaha. Nia tunggu kedatangan ibu besok."ucap Rania sambil tertawa.
"Bu, besok Dion akan kirimkan mobil. Ibu sama ayah tinggal siapkan diri saja. Lama di sini juga gak papa. Nanti biar perkebunan diatur sama orang-orang Dion. Percaya saja sama Dion ya Bu."ucap Dion dengan sungguh-sungguh.
"Terima kasih Nak Dion. Baik banget. Ibu sama ayah akan siap-siap kalau begitu."ucap Ibu Rania.
"Ya udah Bu. Sampai ketemu besok."ucap Rania sambil mengakhiri panggilan telepon dengan ibunya.
"Seneng??"tanya Dion sambil mengusap kepala Rania.
"Banget."
"Sekarang kita cari kan sekolah Clara dulu. Anak papa baik-baik ya di dalam. Papa sama mama mau cari sekolah untuk kakak kalian dulu."ucap Dion sambil mengusap-usap perut datar Rania.
"Iya papa."jawab Rania sambil menirukan suara anak kecil.
"Kakak siap kan buat cari sekolah nya hari ini??"tanya Dion kepada Clarabella.
"Hihihi. Jadi malu. Clara di panggil kakak ma."ucap Clarabella sambil menutupi wajahnya. Dion terkekeh melihat Clarabella. Mereka pun pergi mencari sekolah untuk Clarabella.