
"Sudahlah, aku maafkan kamu untuk saat ini tetapi awas saja! akan saya balas nanti ingat itu!" seraya Dambi terbang ke langit menjauh dari Alan
Alan melihat Dambi terbang sudah cukup sangat jauh, dia kemudian menghela nafas panjang dan merasa lega.
"Hampir saja! saya memang mengatakan itu terapi ini hanya gertakan, sebetulnya saya juga takut mati."
"Tetapi biarlah, selama saya bisa menjadi lebih kuat pasti Dambi pasti tidak akan bisa macam-macam! kalau begitu mari lanjutkan makan daun."
Setelah mengutarakan pikiran Alan kembali melanjutkan makan daun, itu dia gunakan untuk mengumpulkan kalori walaupun kalori pada daun sangat sedikit dan memiliki rasa yang aneh. Tetapi dia tidak memiliki pilihan walaupun harus mengeluh, karena nyawanya bisa jadi ancaman.
...
Di kejauhan tempat Alan, disana adalah hutan lebat berwarna hijau. Pepohonan memiliki batang tebal seperti pinggang orang dewasa dan sedikit berlumut hijau, di sekitar situ terlihat Ayano melakukan kuda kuda untuk melawan satu ekor serigala di depannya.
"Aku tidak tahu cara memakai katana dengan baik dan benar. Apa sebaliknya aku tiru dari anime atau manga?" seraya Ayano melakukan kuda-kuda depan.
"Grr wolf? woof!"
Di depan Ayano serigala itu memiliki bulu berwarna coklat dengan taring besar, ukuran tubuhnya sedikit lebih besar dari serigala normal. Tepat di atasnya terdapat nama serigala Dirt wolf.
Kedua tangan Ayano saat ini bergetar dan juga berkeringat dingin, dia sulit memegang katana dengan benar. Hal ini wajar bagi dia yang orang biasa masuk ke dalam situasi melawan serigala, mereka pasti akan gemetar ketakutan.
"Majulah!"
Ayano memberanikan dirinya untuk melawan serigala itu untuk leveling, karena memang lantai pertama tower of bable hanya paling banyak monster berwujud hewan, serigala adalah contohnya.
Dirt wolf dengan cepat langsung melompat menerjang Ayano. Tentunya dia dengan cepat menebas Dirt wolf itu dengan katana, dia juga disaat sama menggunakan skill sword play.
Pedangnya memanjang seperti cambuk dan memotong serigala dengan rapi, dan itu juga secara tidak sengaja memotong sebuah pohon di belakangnya.
Crat!
Ding!
[Player Ayano membunuh Dirt wolf level 2, anda mendapatkan 20 exp!]
Ayano yang dengan memberanikan dirinya berhasil membunuh satu Dirt wolf dengan level dua, dia mendapatkan exp namun belum cukup untuk meningkatkan levelnya.
"Haah, sepertinya aku masih perlu bunuh lebih banyak lagi. Ini sangat merepotkan!" seraya Ayano menghela nafas dan pergi mencari serigala lainnya.
Tetapi sebelum itu Ayano membedah tubuh Dirt wolf untuk diambil magic stonenya, di Tower of bable pada lantai 5 terdapat kota berpenghuni. Itu adalah salah satu informasi dasar, dan juga magic stone dapat di tukar sebagai uang.
Perlu diingat mata uang resmi Tower of bable adalah poin menara, itu bersifat seperti uang online pada bank dan jumlah yang di miliki player dapat di lihat dari status mereka.
...
Penampilannya tegap tinggi dia memakai kemeja putih dengan lengan pendek ditutup rompi coklat, dan dia memakai celana hitam panjang. Dan di atas kepalanya terdapat nickname Afka.
Dia saat ini terlihat menusuk seekor Dirt wolf menggunakan sebuah pedang yang terbuat dari es, itu seperti buat dengan sihir.
Di sana pria Itu tidak sendirian, dia ditemani dua wanita. Dari kiri wanita dengan tinggi sebahu Afta berambut ungu panjang, dia mengenakan pakaian dress warna putih sepanjang lutut. Di atas kepala terdapat nickname Akane.
Dan dari kanan wanita dengan tinggi sedikit lebih pendek dari Akina, dia berambut hitam seleher. Mengenakan pakaian kemeja hitam, dan rok putih sepanjang betis, selain itu dia membawa pedang berbentuk seperti katana. Itu nampak bersinar seperti di buat dari sihir. Nickname dia atas kepalanya tertulis Emely.
Mereka tampak seperti patung tidak memiliki kesadaran. Pupil pada mata mereka memiliki pola yang sama seperti milik Afta.
Ding!
[Player Afta membunuh Dirt wolf level 2, anda mendapatkan 20 exp.]
[Player Afta anda naik level 5.]
[Skill Incate of persuasion player Aftaka meningkat ke level 2.]
"Memiliki skill ini sangat bagus, dan juga aku sangat beruntung bertemu dua orang bodoh yang memberikan informasi skill miliknya."
"Karena itu dapatku manfaatkan dan sebagai percobaan pertama skillku ini."
Ding!
[Menunjukkan informasi skill!]
_________________________________________
[Incate of persuasion lv2]
Deskripsi :
Pengguna dapat memaksa orang dengan berbicara, korban tidak dapat membangkang perintah. Juga dapat membujuk orang untuk menyakiti/membunuh diri sendiri dan bahkan membalikkan akal sehat mereka.
Semakin tinggi level pengguna samakin rendah magic yang di pakai, tetapi bila subjek memiliki kecerdasan rendah, terlalu bodoh untuk memahami maksud pengguna. Skill tidak akan efektif.
_________________________________________
Setelah melihat deskripsi skillnya yang sempat naik level, sudut pada mulut Aftaka terangkat. Itu seperti senyum licik dari penjahat kelas atas.
"Haha, ini menyenangkan mengendalikan orang lain seperti boneka. Sial ini gawat, karena mungkin aku akan ketagihan!" seraya Afataka menutup mulutnya.