Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Body of mutation



Ding!


[Selamat kepada player Lazy sloth!]


[Anda mendapatkan skill Body of mutation.]


[Menunjukkan informasi tembahan!]


_________________________________________


[Body of mutation lv1]


Deskripsi :


Pengguna dapat dapat menyebabkan dan memanipulasi mutasi fisik, ini juga membuat pengguna kebal terhadap banyak racun, dan dapat regenerasi juga membujuk diri sendiri untuk di ubah ke sesuatu yang lain. Tentu skill ini memerlukan kalori dalam jumlah besar, dan energi sihir dapat di tambahkan sebagai campuran untuk memperkuat organ yang di ubah.


Semakin tinggi level skill ini, maka semakin sedikit biaya kalori yang di bakar sebagai penggunaan.


Kalori : 2.000


_________________________________________


Setelah mendapat informasi tentang skill yang dia dapatkan Alan membuka informasi tambahan pada panel layar statusnya, dia melakukan itu sebagai pengamatan. Karena menurutnya skill ini sama seperti milik Mcnya di novel pertamanya.


'Benar benar mirip seperti Roy, ini juga mirip dengan penjelasan yang aku buat. Walaupun ada beberapa tambahan, seperti kalori aku tidak membuat ini di dalam skill miliknya. Apa mungkin Tower of bable yang memodifikasi skill ini?' pikir Alan melihat layar sistem.


"Hei, kamu dapat skill apa?"


Suara Ayano dan sebuah tepukan membuat Alan terkejut, dia segera menoleh ke orang itu dengan sedikit kesal.


"Apa perlu saya kasih tahu?" balas Alan.


"Tidak perlu sih, hanya nanya saja apa salah saya? kamu berhak gak ngasih tahu kartu as kamu dalam pertempuran." kata Ayano melihat Alan.


"Baiklah saya cuma bercanda, anda boleh kok tahu skill saya tapi hanya ciri ciri saja oke?" seraya Alan sedikit tertawa.


"Haha, gak apa-apa itu cukup kok!" seraya Ayano ikut tertawa juga.


"Oke, ciri-cirinya adalah kiamat."


Mendengar ciri-ciri dari skill yang Alan beri tahu membuat Ayano sedikit terdiam, dia memikirkan maksud dari kata kiamat itu merajuk pada apa.


"Apapun itu aku masih belum paham, tetapi pasti itu bagus bukan?" seraya Ayano melirik layar sistem informasi skill dia.


Informasi skill atau status pribadi dapat di lihat oleh player yang memilikinya, itu tidak dapat di lihat orang lain. Tetapi bila orang lain memiliki skill mata tertentu atau skill tertentu dapat melihat status lawan.


'Punyaku tidak terlalu beruntung.' kata Ayano dalam benaknya.


_________________________________________


Pengguna dapat membentuk, menggerakkan, mengontrol, dan memanipulasi pedang, atau senjata jarak dekat yang memiliki bilah, itu dapat dimaksudkan untuk memotong atau menusuk yang lebih panjang dari pisau dan belati.


Skill ini menggunakan magic sebagai bahan bakar, tetapi tidak cukup banyak dan biaya dapat berkurang dari bila level skill lebih tinggi.


_________________________________________


'Ini punya keterbatasan karena harus memiliki senjata yang memiliki bilah. Seperti pedang, pisau, cutter atau belati. Sedangkan saat ini aku tidak memiliki satu pun dari mereka, ini sungguh agak tidak beruntung.' kata Ayano dalam benaknya.


'Dan terlebih pihak mereka tidak memberikan pedang untuk pemula, sialan deh kayaknya apes hidupku.'


Crak! Crat! Crash!


"Aduh, ini agak sakit ya."


Suara Alan terdengar menyadarkan Ayano dari pikirannya, dia sedikit penasaran jadi menoleh apa yang Alan lakukan. Di sana Alan membuat sebilah pedang dari tangannya, dia melakukan itu hanya untuk memuaskan rasa penasaran.


Alan menggunakan skillnya membuat pedang juga karena ingin saja, tidak ada yang spesial walaupun tahu dia tidak memiliki skill untuk dapat berpedang.


Pedang yang Alan buat itu dari bahan daging dan darahnya sebagai pegangan, untuk bilah seperti katana dari bahan tulang yang di keraskan menggunakan mana. Untuk saat ini Alan belum ahli memanipulasi magic, jadi pedang tidak akan terlalu tajam dan kuat.


Dengan kata lain pedangnya sekeras cutter walaupun tebal, dan setajam pisau yang berkarat itu tidak dapat melukai orang.


"Eh, kamu membuat pedang?" tanya Ayano melihat apa yang Alan buat.


"Iya sih, tapi gak tajam dan berguna untuk saya. Untuk kamu aja nih!" Alan memotong kanannya.


Setelah itu dia memberikan kepada Ayano kemudian Alan pergi kabur, untuk tangan kanannya yang di potong, itu dapat tumbuh kembali walaupun membakar kalori cukup banyak.


Alan melakukan itu hanya sekadar iseng saja memberikan sampah pada Ayano, kemudian untuk kenapa pergi karena kabur dari Ayano bisa saja di marah oleh dia.


"Kebetulan ini cukup unik." kata Ayano melihat katana yang Alan buat.


Untuk Ayano tidak melihat apa yang Alan lakukan hanya iseng, itu malah membantunya keluar dari masalah. Karena skill miliknya itu merubah benda memiliki bilah sudah cukup menjadi senjata mematikan.


"Walaupun bentuk pedang ini agak aneh, dan terkesan seram tetapi tidak apa-apa saya sudah cukup bersyukur." kata Ayano dengan senang.


...


Di kejauhan Alan melihat ekspresi Ayano yang senang mendapatkan sampah darinya menjadi merinding, dia tidak tahu Ayano memiliki fetish mengumpulkan sampah.


"Helo, kamu om sloth?"


Tiba-tiba lebih muda terdengar oleh Alan, dia penasaran dan menoleh siapa orang yang memanggilnya.


Gadis itu memiliki rambut hitam panjang sebahu, dia memiliki pupil hijau dan memakai pakaian dress terusan sepanjang lutut berwarna putih.