
Tes!
Dalam sekejap keajaiban terjadi, tubuh Hero yang penuh luka bakar menjadi sembuh. Efek penyembuhan Berbeda dengan potion yang di konsumsi Afta, karena tidak ada asap merah yang muncul dari luka bakarnya.
Disana cahaya putih perak menyelimutinya dan dalam waktu sekejap cahaya menghilang, seketika itu juga luka bakar telah pulih. Tetapi karena cahaya terang itu menarik perhatian orang sekitar.
Secara tidak sengaja berapa orang yang sedang mengantri saat hendak melakukan bisnis dengan merchant terkejut, salah satu dari mereka kenal dengan efek cahaya putih yang dalam sekejap menyembuhkan orang lain.
"Itu apa mungkin Elexir? Itu barang mahal apa mungkin pria yang mengenakan jubah putih dengan darah disekitar bawahnya adalah player level tinggi?" kata salah satu player.
"Nampaknya iya, aku dapat informasi di lantai 5 sebelumnya. Mereka sangat kaya dan juga mudah bagi mereka membeli Elexir." sahut Player lain di sebelahnya.
"Aku agak iri dengan mereka." gerutu player lainnya.
Afta di sisi melihat proses penyembuhan luka bakar Hero yang parah, dia tidak sengaja mendengar apa player lain
'Mungkinkah orang gila ini player level tinggi? Kalau begitu sepertinya mustahil aku dapat menggunakan skill Incate of persuasion.'
'Tidak tunggu, aku masih bisa menggunakan skill speech of command, jadi aku masih memiliki beberapa kartu As.' pikir Afta saatnya itu.
Karena Afta terlarut dalam pikiran dia tidak sadar ekspresinya di perhatikan oleh Alan, saat itu Alan senang rencana dia berhasil dengan lancar.
Dari sikapnya yang berpikir seperti itu sudah pasti Alan yakin, dia sangat sukses dalam rencana menakuti Afta.
'Hehe, dengan menunjukkan beberapa aset dan juga kekuatanku pastinya orang ini tidak akan berani macam-macam.' pikir Alan.
"Maaf, berapa harga Elexir?" tanya Afta dia tidak ingin berhutang.
"Harganya 100.000 poin menara, apa kamu mampu membayar?"kembali Alan bertanya kepada Afta dia memasang wajah sombong.
Melihat itu, Afta memiliki keinginan langsung memukul wajahnya seraya bergumam dalam pikiran, "Mahluk satu ini beneran ngajak ribut, wajahnya konyol!"
Tentu saja Alan tidak tahu apa yang di dalam pikiran Afta, yang jelas dia senang karena menurut pribadinya rencana sukses. Yaitu menakuti Afta, setidaknya itulah yang dia pikirkannya.
...
Clank! Crank Ctang!
Nampak sekelibat cahaya dari dua pedang yang saling beradu, disana terlihat Ayano dia bertarung dengan salah satu dari kesatria meja bundar.
Ayano terus mengayunkan pedang katananya dengan agresif, namun semua itu di tangkis oleh Lancelot dengan mudah. Lancelot tidak terlihat kesusahan saat melakukan itu, orang itu menganggap sedang bermain dengan anak kecil.
Crank!
Bunga api merah muncuo, secara bersamaan kedua sosok mereka saling berhadapan dengan kedua beradu.
"Apa urusan kamu tentang skill ini sword play atau bukan, yang jelas apa tujuan ranker seperti kamu ke tempat ini?" tanya Ayano.
Dengan wajah dan tatapan dingin Lancelot menatap Ayano, dia membuka mulutnya seraya berkata. "Tujuanku? Ini hanya sebuah perjanjian, kamu seharusnya mengerti."
Ayano yang mendapat jawaban dari Lancelot menjadi bingung, namun belum mencernanya dia dihempas oleh Lancelot.
Boom!
Ayano terhempas sejauh 150 meter, sempat menabrak beberapa pohon di sepanjang dia terhempas.
"Guhak!" Ayano muntah darah.
Whus!
Dengan kecepatan bagaikan suara, Lancelot sudah tiba di depan Ayano dia mengangkat pedang hendak menebasnya.
Saat itu Ayano menutup mata, dia paham pasti akan tewas di hadapan 12 kesatria meja bundar. Tentu saja tidak mengerti kenapa dan apa alasannya.
"Over heat : Zero point!"
Suara wanita yang terdengar familiar oleh telinga Ayano terdengar, dia menoleh dengan tatapan panik tidak percaya. Karena apa yang di lihat adalah Yuki, seorang gadis yang dia temuinya dan sempat berpisah karena suatu keadaan.
'Yuki.' gumam Ayano dalam hati.
Gadis itu melesat dengan sebuah katana dia hendak menebas Lancelot, saat itu Lancelot tidak panik sedikitpun. Dia hanya berdiri diam melihat gadis itu datang, begitu sampai gadis itu menebas Lancelot menggunakan skill.
Skill yang dia gunakan adalah over heat, efek yang dimiliki skill itu adalah menurunkan suhu dalam batas tertentu. Namun, gadis itu menggunakan pedang sebagai penyaluran skill.
Sehingga pedang itu menjadi sedingin es namun sangat tajam, mungkin dapat dengan mudah merobek sapi menjadi 2 hanya sentuhan ringan.
Crank!
Bang!
Sebuah perisai perak dengan simbol singa muncul di dekat Lancelot, itu membelokir serangan kejutan Yuki.
"Menggunakan item tingkat tinggi hanya untuk menahan seranganmu memang agak sia-sia." kata Lancelot sambil tersenyum.
Setelah itu dia melihat ke arah Ayano, di sana mata pedang berwarna merah dengan kesan mengerikan terhunus di sekitarnya seraya berkata, "Aku jelas tidak bisa meremehkan musuh bukan? Pengguna sword play?"
Semua pedang itu adalah milik Ayano karena dia menggunakan skillnya untuk membuat satu pedang menjadi ratusan, dapat terjadi karena Ayano membelah katananya menjadi ratusan
Seharusnya katana itu menjadi tidak terlalu mengancam Lancelot, tetapi lain halnya dengan katana Ayano.