
"Huh! grup chat kali ini membahas sesuatu yang absurd, memang sedikit melenceng tetapi tidak apa-apa karena menyenangkan!"
Terlihat seorang pria memiliki rambut hitam dengan poni menutup mata, Alan memiliki
penampilan wajah biasa saja dengan tubuh agak kurus, dia memakai baju kaos berwarna merah dengan celana panjang hitam.
Saat ini pria tersebut berbaring di atas kasur empuknya di kamarnya, kamar memiliki cat pada dengan berwarna oranye. Sebuah lemari kayu untuk pakaian yang terkesan biasa dan standar, kemudian sebuah kasur seperti matras.
Tetapi tidak lama pria tersebut tersadar, dia segera bangun, kemudian meraih ponsel di dekatnya.
"Benar juga, saya belum membuat chapter selanjutnya."
Alan kemudian menyalakan ponselnya dan membuka layar kunci, dia menekan aplikasi platform membuat novel, itu memiliki logo berwarna hijau kotak dengan kata Book besar di tengahnya.
Sambil loading data Alan mengenang masa lalu, tepatnya saat pertama kali menggunakan aplikasi platform ini. Alan ingat aplikasi ini sebelumnya tidak memiliki fungsi membuat novel, ini hanya aplikasi membaca novel maupun komik.
Tetapi seiring berjalannya waktu pengguna aplikasi platform terus bertambah, tentu saja platform akan sering melakukan update dan dari sekian banyak update akhirnya platform memiliki fungsi membuat karya.
Tepat selesai mengenang masa lalu dengan aplikasi platform tersebut, platform sudah selesai loading data. Tahu hal itu Alan masuk pada menu membuat karya seperti biasa yang di lakukan.
Ding!
Namun, tepat sebelum mulai menulis sebuah notifikasi sistem terlihat aneh dan sangat mengganggunya muncul, karena notifikasi itu memblokir layar ponsel hingga penuh.
"Notifikasi apa sih! ini bikin kesal saja!"
Karena tidak memiliki pilihan dia akhirnya membuka notifikasi, dan setelah itu kemudian membacanya.
[Selamat kepada Nickname "Lazy sloth/white trishaa" anda berkesempatan menjadi peserta Tower of bable!
"Ini, notifikasi apa? kenapa bisa tahu akun keduaku? sangat aneh!"
Begitu selesai membaca notifikasi aneh dari sistem platform, dia tersadar dan tiba-tiba menjadi takut. Alan takut ponsel di sadap oleh seorang hacker, atau ada mahluk halus di sekitarnya.
"Ini sangat aneh, apa harus saya tolak? tapi bagaimana caranya? notifikasi ini menutup semua layar tidak ada tombol kembali atau silang."
Tidak berselang kemudian notifikasi berubah.
[Anda tidak memiliki pilihan untuk menolak, silahkan buat ciri ciri Avatar anda. Mohon di ingat, ini akan mempengaruhi cerita.]
Tidak menunggu Alan merespon, sebuah notifikasi lainnya muncul.
[Pertanyaan sudah lebih dari 3 jam anda tidak memberikan balasannya, sistem terpaksa menggunakan foto provil anda sebagai reverensi.]
"Choto mate! bagaimana bisa 3 jam?"
Seketika ponsel yang dia pegang menjadi bercahaya terang, dan tiba-tiba tubuh Alan terhisap masuk ke dalam ponsel. Tentu saja pria tersebut yang sadar tubuhnya tersedot teriak dan berusaha lepas.
'Ini sungguh sial! kenapa bisa ada kejadian ini! apa yang sebenarnya terjadi?' batin Alan.
Alan memegang kasurnya dengan sangat erat, dia juga berusaha merangkai secara perlahan untuk melepaskan dirinya yang terhisap oleh ponselnya.
Namun, sekuat apapun daya tariknya semakin menjadi lebih kuat dan akhirnya Alan tidak sengaja melepaskan pegangan terhisap masuk ke dalam ponselnya.
...
"Eh! apa yang terjadi! sekarang ini dimana?"
Alan kebingungan melihat sekitarnya, itu karena dia melihat hamparan padang tanah yang luas yang menunjukkan waktu seperti sudah siang, selain itu di depan hamparan terdapat sebuah hutan lebat hijau.
Tetapi bukan hanya itu, di sana cukup ramai orang mereka memiliki penampilan menarik dan lebih penting mereka juga dalam keadaan seperti Alan. Mereka terlihat kebingungan, dia juga secara tidak sengaja melihat keanehan lainnya.
Tepat di atas kepala mereka terdapat sebuah kata hologram, itu nampaknya seperti membentuk sebuah nama. Kebetulan nama yang terlihat atas kepala mereka sangat Alan kenal.
"Nama itu bukannya nickname grup chat? kenapa bisa ada di atas kepala mereka? tapi tunggu! coba pikir ulang Alan."
"Notifikasi pada pesan menunjukkan- jangan bilang, mereka juga sama sepertiku? ini bagaimana bisa?"
"Memangnya ini isekai? tetapi kenapa dari platform? bukan dari sesuatu yang lain? gak kayaknya bisa aja terjadi, tetapi kenapa bisa? sungguh membingungkan!"
"Hai, kamu Lazy sloth?"
Saat Alan asik sendiri memikirkan kejadian apa yang terjadi, tiba-tiba suara seseorang terdengar di belakangnya. Mendengar itu Alan terkejut, dia langsung menoleh memastikan siapa yang memanggil.
Pria itu memiliki penampilan tubuh tinggi dan tegap seperti model, warna rambutnya hitam seperti gelap malam, kedua pupil matanya berwarna merah seperti darah segar.
Dia memakai jaket kulit hitam trench jubah panjang dengan kaos merah dan celana hitam panjang,