Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Tower lantai 2



"Setelah diam menunggu satu hari satu malam, akhirnya kami bisa bertarung dengan bos penguasa lantai, untuk leveling dan naik ke lantai selanjutnya." seraya Ayano merenggangkan tubuhnya.


"Benar, entah orang setres mana yang melawan bos lantai pada pada tengah malam!" gerutu Yuri di sebelahnya.


"Tetapi kerja bagus bukan, gak sia-sia kita membentuk tim untuk melawan bos lantai satu. Walaupun sebagian besar pendapatan exp di bagi tiga sih." kata Linshi yang sedang berada di tengah mereka.


"Iya, tetap ini agak sia-sia! aku kira bos lantai susah dilawan ternyata itu mudah. Tahu seperti ini lebih baik aku melakukan sendiri, tetapi karena sudah membuat kelompok jadi tidak dapat di batalkan begitu saja!" seraya Yuri menghela panjang.


Terlihat Ayano, Yuri dan Linsha sudah berada di lantai kedua dari tower of bable, mereka saat ini berada di depan gerbang penghubung lantai.


Di depan mereka, terlihat hutan yang lebar dengan hamparan pepohonan tinggi berdaun hijau. Setiap batang pohon memiliki besar sepinggan orang dewasa, dedaunan dengan sulur menyeruak kebawah.


Rerumputan di bawah pohon yang begitu tebal dan tinggi, itu mungkin saja dapat menyulitkan orang berjalan. Dan bisa saja ada bahaya lainnya di balik sana, entah monster atau manusia lainnya.


Ding!


[Selamat kepada para player, kalian telah sampai di lantai 2 tower of bable. Greenland of ruin!]


[Menurut aturan tower of balbe. Player akan mendapatkan 5 potong roti, 5 botol air, 2 heal potion luka tingkat menengah.]


"Hehe, welcome stranger!"


Tiba-tiba seseorang pria memakai baju hitam dari atas hingga bawah kaki hampir tidak menunjukkan tubuhnya, di area mata hanya ada lubang untuk penglihatan. Dia terlihat menyambut mereka bertiga yang baru naik lantai pertama tutorial.


"Maaf, kamu siapa? apa player?" tanya Ayano dia juga melakukan kuda-kuda depan.


Hal ini juga di susul dengan Yuri dan Linshi mereka bersiap bertarung. Yuri mengeluarkan buku tebal yang nampaknya itu adalah skillnya. Untuk Linshi mengangkat beberapa batu di sekitar, itu seperti dia menggunakan telekinesis.


"Hehe, kalian jangan takut! aku hanya seorang player merchant biasa saja yang turun lantai 20 untuk melakukan bisnis kecil untuk para player baru dari zona tutorial."


"Disini aku menjual perlengkapan, membeli item dengan poin menara, bahkan menjual informasi yang tidak player pemula seperti kalian dapatkan."


"Apa player sekalian tertarik?" tanya merchant dia terlihat menatap mereka.


Mereka bertiga agaknya ragu untuk percaya, itu karena mereka tidak tahu ekspresi seperti apa yang pria misterius di depannya buat. Dan lebih penting mereka takut pria di depan mereka memiliki level lebih tinggi, jadi akan mustahil untuk bertarung.


"Baiklah, tunjukkan yang kamu jual!" seraya Ayano menurunkan katana mengerikannya dan berjalan maju.


"Ayano, kamu yakin dia gak berbahaya?" tanya Linshi melihat Ayano yang nampaknya tidak merasa pria misterius di depannya berbahaya.


"Tidak, aku yakin itu!" balas Ayano dengan senyuman.


...


"Woof, kiiik!"


Di waktu yang sama enara lantai Greenland of ruin, jauh dari mereka bertiga tepatnya di sekitar tengah hutan pedalaman. Terlihat Ryan menghadapi lima goblin yang mengendalikan serigala, dia terlihat sangat ulet bertarung dengan mereka.


Ryan menggunakan pisau berwarna hitam dengan bila sedikit melengkung. Benda itu adalah item yang di beli oleh Ryan dari merchant, dia membeli itu karena cutternya rusak dan tidak mungkin terus menggunakan cutter.


Crat!


Ding!


"Tidak sia-sia aku membeli item ini, untung saja ada merchant walaupun aku kira dia adalah musuh."


"Memang pisau ini sangat mahal, tetapi ini sangat berguna dengan baik!" seraya Ryan sambil berlari dari melompat dari pohon ke pohon menghindar dari serangan Goblin raider.


Selain itu dia juga tersenyum mengingat informasi statistik senjata yang dia beli sebelumnya.


_________________________________________


Nama : Wolf fang


Tipe : Dagger


Tingkat : C


Stg : 10


Agi : 20


Efek khusus : Memiliki 20% kemungkinan efek pendarahan pada luka lawan.


_________________________________________


"Yosh! baiklah mari kita selesaikan ini semua Goblin jelek!" seraya Ryan tersenyum.


Seketika kedua pupil mata Ryan berubah itu menjadi berwarna biru, dengan lingkaran sihir berbentuk seperti bintang yang berputar.


"Silent Flower Dance : Dark flower."


Swish!


Slash! Slash! Slash!


Crat! Crat! Crat!


Ryan dalam sekejap tubuhnya menjadi seperti bayangan, dia menukik dari pohon melesat kemudian berlari memotong setiap leher serigala dan Goblin dengan cepat. Semua serangan Ryan begitu mengesankan, dia seperti pro dalam bidang membunuh.


Darah dari leher mereka sempat tertunda dua detik sebelum kemudian akhirnya muncrat seperti air pancur.


Kemampuannya semakin lama semakin berkembang pesat, dia sangat cepat dalam beradaptasi dengan tower. Mungkin tidak akan lama lqgi dia sudah dapat mencapai lebih tinggi.


Ding!


[Player Ryan membunuh 4 Dirt wolf level 10 , anda mendapatkan 16.000 exp.]


[Player Ryan membunuh 4 Goblin level 10, anda mendapatkan 16.000 exp.]


[Player Ryan naik level 40.]


"Baiklah, mari menuju tempat selanjutnya. Hehe, ternyata bila kamu mengetahui titik lemah dari lawan, membunuh mereka sangat mudah!" Ryan sembari berjalan sambil tersenyum karena memikirkan Skill the eye of truth.