Be A Stronger Writer!

Be A Stronger Writer!
Subjek yang imut



"Ha, hihi ayo kemari dong jangan malu begitu papa gak jahat kok, ayo jangan takut ke sini ayolah." Alan berjalan mendekat para monster yang bergerak menjauh perlahan.


Salah satu Dirt wolf mulai merasa Alan lebih berbahaya, tetapi memberanikan dirinya maju dan menyerang Alan. Dirt wolf menerkam Alan dan mengigit lehernya hingga hampir mau putus.


'Bagus! bunuh dia!' seraya Dambi masih bersembunyi.


Melihat apa yang terjadi Dambi senang, sedang ketiga gadis terkejut, untuk para monster mereka mulai tenang. Karena yang paling berbahaya sudah tewas.


Tiba-tiba tangan Alan bergerak, dia memeluk Dirt wolf yang menerkam, mengigit lehernya hingga hampir putus. Hal Itu juga di susul leher Alan kembali tersambung, dengan cepat sudah hampir pulih.


"Apa? tidak mungkin! apa skillnya berevolusi? sialan, ini tidak ada harapan. Sebaiknya mari mundur, ingat dasar serangga untuk selanjutnya pasti akan mati!"


Begitu mengatakan itu, tubuh Dambi menjadi menyatu pada malam tower of bable dan hilang tanpa sisa.


"Ugh, hewan kecilku ini sangat tidak sabar rupanya. Tidak apa-apa, nanti papah layani lebih dulu itu kamu!"


Setelah mengatakan hal itu Alan membuat tangannya seperti sulur yang mengikat Dirt Wolf dengan kuat, Itu membuat Dirt wolf tidak dapat kabur dari pelukan Alan.


Untuk hewan lainnya yang melihat Alan masih dapat hidup sudah sangat ketakutan, mereka bukan mengambil langkah mundur secara perlahan. Mereka langsung berbalik dan lari ketakutan seperti melihat hantu.


"Hei, kalian jangan kabur!" seraya Alan melihat semua monster lari ketakutan.


"Sepertinya ini tidak membuatku memilih pilihan lainnya, baiklah mari kita tangkap semuanya!"


Setelah mengatakan hal ini dia berjongkok menancapkan tangan kanannya kedalam tanah, di sana tangan Alan membentuk akar yang merambat secara luas, tidak lama akar berwarna merah yang dibuat oleh Alan dari daging keluar dari tanah.


Dalam waktu sekejap semua monster yang sebelumnya menyerang ketiga gadis itu di tangkap oleh Alan. Namun tidak berhenti sampai di sana, dia masih membuat sesuatu dari daging dan darah mutasinya.


Semua akar yang tersisa dibuatnya dalam sekejap tumbuh membesar, itu membengkak dan menyatu mulai membentuk sebuah kuncup bunga refleesia raksasa.


"Sepertinya aku kekurangan kalori, mungkin aku gunakan mereka saja?" seraya dia melirik monster yang terikat.


Alan membuat akar yang mengikat beberapa monster bercabang, itu membentuk sebuah tanaman pemakan serangga yang memiliki gigi tajam.


Melihat hal itu membuat para monster menjadi lebih ketakutan, mereka seperti tahu tujuan Alan. Benar saja apa yang mereka tahu tanaman itu mengigit, kemudian langsung mencerna monster secara cepat.


Ding!


[Player Lazy membunuh 15 Dirt wolf level 3, mendapatkan 450 exp.]


[Player Lazy membunuh 20 Night bat level 4, mendapatkan 400 exp.


[Player Lazy membunuh 15 red snake level 1, mendapatkan 75 exp.]


[Selamat level skill Body of mutation telah meningkatkan ke level 3.]


Suara notifikasi pendapat exp terdengar oleh Alan, itu di iringi dengan jeritan putus asa dan penyiksaan dari para monster.


Ding!


[Karena apa yang di lakukan player Lazy telah mendapatkan satu skill, tower memberikan anda skill Bely of the beast.]


_________________________________________


[Bely of the beast lv1]


Deskripsi :


Skill untuk membuat bangunan portabel, saat ini berfungsi untuk meneliti subjek yang telah ditangkap demi penelitian.


Jika tidak ada kehadiran penguna di dalam bangunan, ini akan melarutkan siapapun yang ada di sana. Untuk membangunnya ini butuh 50 magic stone dan 770.000 kalori.


_________________________________________


"Oh, aku dapat skill? keren walaupun makan banyak kalori dan 50 magic stone, apa nanti magic stone level lima keatas akan berkurang jumlahnya?" seraya Alan melihat deskripsi baru skillnya.


"Dan skill dan levelku juga meningkat, ini keren apa aku harus berterimakasih kepada pada gadis ini? seharusnya iya." Alan melirik para gadis.


Para gadis melihat apa yang di lakukan Alan merasa ketakutan, kali ini Alan benar-benar seperti ilmuwan gila pada subjek eksperimen, mereka merasa pilihan menjadi tim semalam dengan Alan tidak terlalu baik.


Mereka saat itu berpikiran sama, itu adalah takut nanti menjadi subjek eksperimen Alan yang mungkin akan sangat mengerikan.


Bila kembali mengingat dalam percakapan imajinasi Alan waktu itu, apa yang menjadi subjek dia adalah manusia dan seenaknya menggabungkan dua dna mahluk lainnya.


"Apa kita harus lari?" ucap Nataline berbisik pelan agar tidak ketahuan.


"Aku tidak tahu, kakiku sepertinya patah bisa jadi tidak dapat lari. Sebaiknya kalian pergi duluan, biar aku coba bujuk Om sloth!" balas Levy dengan pelan.


"Ini berisiko, bisa saja kamu yang jadi incaran subjek dia. Kamu lupa? di percakapan grup dia mengincar kamu karena menggunakan bahasa bayi bukan?" Snow menolak gagasan dari Levy.


"Levy tidak! kalian sepertinya terluka?"


Sebuah suara yang tidak diharapkan mereka terdengar, seketika itu mereka gemetar takut pada Alan yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


'Mereka kenapa? kok gemetar? apa lukanya sesakit itu?' pikir Alan melihat para gadis yang gemetar.