
Terlihat dua player saling menatap dengan penuh rasa curiga, saat ini mereka berada di dekat portal dari lantai pertama. Disana juga kebetulan ada player merchant, dia adalah player level tinggi yang melakukan beberapa perjalanan turun menara untuk menjual atau membeli item.
Saat ini kedua player itu tidak ikut berbaris pada antrian, mereka adalah Alan dan Afta yang saling menatap dengan curiga.
'Orang ini mengendalikan teman sendiri, memangnya dia Ayanokoji? Atau mungkin Lugh? Memperlakukan manusia adalah alat.' kata Alan dalam pikiran.
Alan berpikir Afta memiliki kebiasaan sedikit mirip seperti karakter anime yang dia kenal, sebaliknya Afta pikir Alan adalah dokter gila seperti karakter villian dari game berbau horor.
Contohnya ilmuan gila dari game Outhlass atau residen evil.
'Orang ini sungguh Dokter gila, sepertinya menara membuat dia jadi seperti ini. Atau apa mungkin orang ini telah di telan oleh skill-nya sendiri?' pikir Afta.
'Mengingat aku juga hampir saja di telan karena terlalu banyak menggunakan Incate of persuasion, keinginan terus mengendalikan orang lain semakin melebar.'
'Untung saja secara ajaib aku berhasil sadar dan tidak menjadi lebih di telan, kalau tidak ini bisa berbahaya.'
Afta selain memperhatikan Alan dengan penuh rasa curiga dan waspada, dia juga sempat berpikir beberapa hari belakangan tentang apa yang dia hadapi.
Benar, orang ini berusaha menghadapi dirinya sendiri dalam masalah kepribadian. Dia saat itu hampir saja di telan oleh skill Incate of persuasion, buktinya skill itu berkembang sangat cepat walaupun bukan Player level tinggi.
Walaupun dia tidak punya informasi tentang level berapa skill para player sudah mencapai cabang, dia menduganya pasti tidak mudah dan cepat sangat berbeda dengan dirinya yang baru level 25 sudah mendapatkan cabang skill.
"Hero terluka bakar, apa kalian habis melawan naga atau semacamnya?" tanya Alan.
Seketika suara pertanyaan Alan membuat Afta tersadar, di hampir saja lengah karena terlalu banyak berpikir.
"Tidak, kami bertemu player level tinggi. Aku tidak tahu siapa dia, yang jelas kami terluka karena skill miliknya."
"Kami memang berhasil selamat dan aku juga berhasil menyembuhkan luka bakar milikku walaupun tidak untuk Hero, dia tidak bisa sembuh saat aku memberikan potion yang menjadi hadiah sebelum." jelas Afta.
Saat ini Afta berusaha agar tidak terlihat mencurigakan bagi Alan, dia sebelumnya memang mengatakan mengendalikan tubuh Hero dengan skillnya. Hal ini sengaja orang itu buat sebagai ancaman, jadi ini membuat Alan berpikir dua kali saat mencoba menyerang.
"Apa sudah mencoba memberikan dia elexir? pemulih level menengah?" kembali Alan bertanya.
"Elexir? Obat jenis apa?" seraya Afta merasa bingung.
Alan saat itu melambaikan tangan kanannya di udara kosong, dalam sekejap dari udara kosong muncul sebuah kubus berwarna biru putih. Ukuran kubus tersebut 10 x 10 cm untuk panjang dan lebarnya.
Saat itu Afta terlihat sedikit terkejut dengan apa yang terjadi, dia juga bingung benda apa yang di munculkan oleh Alan. Dia tidak dapat menahan rasa penasaran berkata, "Benda ini apa?"
Membuka mulutnya dia dengan senyuman di wajah membalas perkataannya, "Ini namanya adalah cube ivantaris.
"Sayangnya setiap benda ini memiliki kategori tingkat, semakin tinggi maka akan semakin mahal harganya tentu juga fungsi akan lebih unggul dari versi murah."
Mendengar perkataan Alan. Afta mengaguk paham, karena rasa 'penasarannya' berubah menjadi 'tertarik' dengan barang di sana dia jadi melonggarkan pengawasan.
Seketika Afta tersadar, dalam pikirannya seraya berkata. 'Gawat, aku lengah!'
Begitu sadar langsung saja tidak banyak berpikir Afta menggunakan skill melacony, seketika itu perasaan tegang dalam dirinya, sikap, ekspresi wajah dan semua naskah skrip drama muncul di dalam kepalanya.
'Untung saja aku memiliki skill ini, aku sangat beruntung mendapatkan skill tidak sengaja saat itu.' seraya Afta berpikir mengingat deskripsi skillnya.
_________________________________________
[Melacony lv2]
Deskripsi :
Sebuah skill memungkinkan anda seperti dalam kondisi drama, membuat kesan diri sendiri seperti dalam panggung akting.
Ini adalah skill pasif, pengguna skill dapat merubah ekspresi maupun pembicaraan sesuai dengan arah jalan pikiran.
_________________________________________
"Jadi bagaimana cara membeli benda ini, dan juga apa benda ini dapat menyembuhkan luka bakar Hero?" tanya Afta.
"Ini beli di merchant karena tingkat menengah harganya 100.000 poin menara, tapi bukan ini yang aku mau tunjukkan." balas Alan.
Seketika itu seperti terhubung dengan pikiran Alan, di sisi bagian atas dari cube ivantaris terbuka. Alan langsung memasukkan tangan kanannya ke dalam cube tersebut, begitu kembali mengeluarkannya dia membawa sebuah botol kaca kecil.
Botol itu seperti wadah obat mata, namun itu terbuat dari bahan kaca tembus pandang. Di dalamnya terdapat setetes air jernih.
Alan menunjukkan benda itu kepada Afta dan menjelaskan kegunaannya, "Ini adalah Elexir penyembuhan, harganya sangat mahal."
"Lalu apa bisa mengobati luka bakar gak wajar Hero?" tanya Afta kebingungan.
"Ya, gunakan ini untuk mengobatinya! Cukup teteskan saja pada tubuhnya nanti akan pulih seketika." kata Alan.
Tidak memiliki pilihan walaupun masih curiga dengan Alan, saat itu Afta mengambil item itu dia membuka tutupnya dan meneteskan cairan jernih itu.